Sunday Riley's Dynamic Duo

An afterthought, is it worth the hype or overrated product?

Mar 6, 2016 | review | 4 comments

Hi Everyone,

How excited, my first ever review! Gw yakin pasti banyak yang sudah mendengar tentang Good Genes dan Ceramic Slip Cleanser, keduanya adalah produk yang cukup populer dari Sunday Riley. Gw sendiri adalah penggemar chemical exfoliator berbahan dasar AHA, sehingga pada waktu gw mendengar AHA adalah bahan dasar utama Good Genes, gw langsung jump-on the band wagon dan membeli kedua produk ini.

Sebelumnya gw masuk ke nitty-gritty sebaiknya gw menjelaskan jenis kulit dan permasalahan utamanya. Kulit gw berminyak dengan hormonal acne khususnya didaerah dagu dan pipi. Pori-pori membesar disekitar pipi, hidung dan bagian dahi diantara mata. Gw juga memiliki hyperpigmentation karena paparan sinar matahari (dark-spots) di pipi kanan dekat bagian telingga dan acne-marks (red and brown-spots) didaerah yang rentan berjerawat. Secara garis besar tantangan utama gw adalah hyperpigmentation dan textured skinOkay, this is a real challenge for these products, right. 

1. Let’s start off with Good Genes.

Berdasarkan diskripsi singkat yang tertera dikemasannya, sebuah all-in-one product untuk mencerahkan, membantu pengelupasan kulit, plump lines (mengatasi kerutan), menyamarkan hyperpigmentation, dan meningkatkan sirkulasi untuk kulit yang lebih cemerlang. Produk ini dapat digunakan tiap hari baik pagi maupun malam cukup dengan 1 pump sebagai pelembab. Produk ini dapat berfungsi sebagai serum dengan menggunakan 5 pumps kemudian didiamkan selama 20 menit setelah itu baru dibasuh. Terakhir sebagai masker instant radiance boost (flash-facial) dengan mencampurkannya Ceramic Slip Cleanser kemudian diamkan selama 10-30 menit. Sounds like it’s a unicorn product that goes right to a holy grail status, not so fastLet me share my opinion and experience based on these points:

Packaging: Botol kaca dengan aksen warna emas yang berkesan mewah, dari segi praktis dilengkapi dengan pump yang dapat diputar untuk mengunci sehingga aman dibawa untuk traveling dan dari jangkauan anak-anak. Jumlah produk yang didapat adalah 30ml/1oz.

Texture: Menyerupai lotion namun lebih ringan (light-weight) sehingga dapat dengan mudah diaplikasikan dengan berbagai macam metode seperti yang disarankan diatas dan tidak berminyak.

Scent: Beraroma menyerupai jeruk, sedikit chemical scent tetapi gw pribadi tidak terganggu apalagi bau tersebut tidak akan tercium setelah selesai diaplikasikan.

Performance: Karena jenis kulit gw berminyak dengan kecenderungan berjerawat maka gw sangat memerlukan a good exfoliator. Gw membeli produk ini kira-kira 4 bulan yang lalu karena lactic acid adalah jenis AHA (alpha hydroxy acid) yang lebih “ramah” daripada glycolic acid. Gw memakainya sebagai krim malam selama 5x seminggu. Walaupun bisa digunakan tanpa produk lain sering kali gw mencampurkan dengan krim malam lainnya atau face oil. Untuk menulis review, selama 1 bulan gw tidak menggunakan produk lain karena ingin melihat performance dan hasil maksimal tanpa ada terpengaruh dari produk lainnya. Minggu pertama pemakaian memang terasa perubahan pada tekstur kulit, kulit gw terasa kenyal dan sedikit lebih cerah dan tidak mengalami breakouts. Namun bisa kalian lihat sendiri tidak banyak perubahan yang terjadi pada hyperpigmentation baik sun spots maupun acne-marks. Kedua masalah ini masih terlihat menonjol khususnya di pipi terlihat jelas my post acne-marks. Hal lain yang gw perhatikan, entah kenapa sehabis mencuci muka kulit gw terasa dehydrated terutama disekitar mulut, dagu dan hidung. Untuk melembabkan dan mengembalikan hidrasi gw akhirnya sering mencampurkan dengan produk lain. Jujur saja dengan price tag USD 105.- (IDR 1,6-1.7jt diberbagai online-shop) gw mengharapkan performance sesuai dengan klaim diatas. Setidaknya dengan pemakaian selama kurang lebih 4 bulan, hiperpigmentasi acne-marks gw akan samar atau hilang sama sekali.

Verdict: Not worth the hype, produk ini menurut gw overrated dan overpriced! Masih banyak produk berbahan dasar AHA dengan hasil yang lebih baik dan harga yang lebih murah (contohnya DHC Renewing AHA Cream, will do a review later on about this product)

2. Fiuh, am I glad I got that out of the wayMoving on to the next product, The Ceramic Slip Cleanser Kembali gw ingin membahas klaim dari produk ini, cleanser foaming yang bermanfaat membersihkan kulit secara menyeluruh, mengencangkan pori-pori dan menstimulasi sirkulasi kolagen. Dilengkapi dengan minyak esensial untuk mengencangkan dan menyeimbangkan kulit. Selain itu dapat mengeluarkan racun di kulit, mengecilkan pori-pori untuk flawless skin dengan kompleksi sehalus keramik. Now, that’s a lot and honestly sounds a bit over the top. Cara pemakaian layaknya cleanser namun dapat juga digunakan untuk flash-facial dengan metode yang gw sebutkan diatas. Okay, let’s get down to business.

Packaging: Botol plastik namun lumayan kokoh dan dilengkapi dengan pump dengan mekanisme lock, jumlah produk yang didapat adalah 125ml/4.2oz.

Texture: Menyerupai clay mask namun dengan konsistensi yang lebih ringan dan cair. Scent: Berbau cendana dan tanah liat yang cukup menyengat.       

PerformanceA little goes along way. Namun gw bingung dengan klaim yang menyatakan bahwa ini adalah foaming cleanser. Karena foam yang dihasilkan sangat minimal, sehingga miss-leading khususnya buat kalian yang suka menggunakan brush seperti Clarisonic yang pada umumnya memerlukan cleanser berbusa. Satu hal yang gw suka justru efek licin yang diberikan pada saat aplikasi jadi gw bisa melakukan face massage singkat sekitar 1-2 menit. Sayangnya tidak dapat digunakan sebagai stand alone cleanser untuk membersihkan muka dari makeup. Jadi, muka harus dibersihkan terlebih dahulu dari makeup misalnya dengan cleansing milk atau water-based cleanser. Agak tidak praktis terutama disaat-saat malas melakukan double-cleansing (the lazy me often times membersihkan muka cukup dengan cleansing-oil). Saat menggunakan cleanser ini ada sedikit tingling sensation dan berbau cendana dan tanah liat. Oh iya, satu lagi gw tidak pernah mencuci bagian mata dengan produk ini. Bau yang cukup menyengat membuat gw khawatir mata akan terasa pedas atau iritasi. About the preposterous claims, cleanser ini memang menyerap minyak berlebih karena manfaat dari bahan dasar tanah liat dan muka gw terlihat lebih cerah but that’s just about it. Pori-pori gw tetap terlihat jelas dan tidak ada efek yang kasat mata dari stimulasi kolagen yang dijanjikan. Gw sendiri akhirnya hanya memakai pada saat gw sedang breakout dan pada waktu muka gw sangat berminyak, that time of the month y’all know it.

VerdictJust a cleanser, nothing really stands out. Efek minimal yang dihasilkan tidak bisa menjustifikasi harganya yang mahal antara IDR 725-745rb. Tidak dapat digunakan untuk membersihkan makeup artinya gw harus membeli produk pembersih lain untuk melakukan hal terserbut, really?! for that price? Another overpriced product from Sunday Riley if you want to splurge. please go a head tetapi kalau gw pribadi lebih baik save my money for better cleanser out there. That’s a wrap of my thought on the two products, pilihan kembali ke kalian masing-masing karena produk yang tidak cocok bagi saya mungkin just might be your HGPlease do leave your comment and let me know your experiences, I would very much like to hear it. Sampai jumpa di review berikutnya XOXO.