Welcoming New Family Member

A little kitten, big responsibility

Hi Everyone,

Gw dan suami adalah penyuka binatang dan sudah lama sekali ingin memiliki hewan peliharaan. Namun kami tinggal di apartemen berukuran 30m2 sehingga rasanya sulit membayangkan memiliki hewan peliharaan karena takut space yang kami tempati tidak cukup luas bagi hewan domestik seperti anjing maupun kucing. Beberapa lama kami harus puas dengan memberi makan beberapa kucing terlantar yang ada disekitar apartemen kami.

Ada satu anak kucing yang selalu menjadi langganan “feeding time”, kami namakan dia si emeng. Apa daya, akhirnya kami jatuh cinta! Yeap, falling in love hard. Melalui beragam pertimbangan dan persiapan akhirnya kami memutuskan untuk mengadposi emeng. Nah gw yakin banyak orang yang bisa relate dengan cerita diatas, baik yang masih ingin maupun sudah. Gw ingin berbagi pengalaman, kira-kira pertimbangan dan persiapan apa saja yang harus dipikirkan sebelum membawa pulang hewan peliharaan.

Mental: Bisa bertanggung jawab sama well-being si hewan, sanggupkah gw ngerawat emeng dari kecil sampai tua. Akankah gw bisa memperlakukan emeng dengan baik? Komitmen untuk meluangkan waktu bermain, menjaga dikala sakit, pokoknya selayaknya anggota keluarga berkaki dua. Jangan lupa juga untuk bersabar, karena hewan yang kamu bawa pulang mungkin memiliki kebiasaan yang kurang baik misalnya poop sembarangan, aggresive playing, dsb. Please don’t punish your pet but teach your pet how to behave the way you want them to.

Needful things: Gw mulai membuat daftar apa saja sih kebutuhan si emeng. Pertama, tentu saja membuat rumah gw aman buat emeng. Karena balkon apartemen gw hanya tertutup oleh jeruji besi dengan jarak yang cukup lebar sehingga si emeng dengan gampang bisa terjatuh dari lantai 6 apartemen kami. Akhirnya suami gw menutup jarak antara jeruji tersebut. Gw juga membeli beberapa hal seperti tempat tidur, tempat makan, litter box, shampoo khusus hewan, sisir, dan persediaan makanan.

Kesehatan: Gw gak mau dong hewan peliharaan gw mati karena terserang penyakit atau cacingan. Sebaiknya apabila mengadopsi dari jalanan, hewan tersebut langsung dibawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan vaksinasi. Gw mulai cari informasi tentang apa saja vaksin yang diperlukan dan hal lain yang berhubungan dengan kesehatan si emeng. Misalnya, kapan emeng bisa divaksin, minum obat cacing, sterilisasi, tempat grooming dan tentu saja dokter hewan yang baik bagi emeng. Biasanya gw sangat mengandalkan rekomendasi teman yang memiliki hewan peliharaan dan informasi dari internet.

Do your research: Ada baiknya saat baru mengadopsi hewan kita perlu mencari informasi mengenai makanan, makanan apa sih yang baik untuk hewan tersebut? Berapa kali sehari dan seberapa besar porsi yang sebaiknya diberikan. Suami gw dengan semangat do his due diligent untuk mencari informasi tersebut agar gizi si emeng terpenuhi.

 

Gw rasa karena kami sudah melakukan hal-hal diatas, we’re good to go. Beberapa hal memang sulit sekali dilakukan seperti SABAR mengatasi kebiasaan buruk si emeng yang suka “aggresive playing” atau ngeong-ngeong jam 4.30 pagi minta diberi makan. Belum lagi saat si emeng kena infeksi mata, untung suami gw sangat telaten memberikan antibiotik dan vitamin yang diresepkan oleh dokter. Satu hal yang paling penting adalah persiapan memberikan CINTA sebanyak yang bisa diberikan ke hewan peliharaan tersebut. Unconditional love, dari si emeng masih unyu begini sampai (semoga) hingga emeng tua. Bertanggung jawab atas kesejahteraan emeng selayaknya anggota keluarga berkaki dua. Gw harap artikel diatas bisa membantu dan menginsiprasi loe apabila ada keinginan untuk mengadopsi hewan peliharaan, ingat ya sebaiknya jangan membeli karena diluar sana banyak sekali praktek breader yang tidak bertanggung jawab dan masih banyak hewan terlantar yang membutuhkan rumah dan kasih sayang. Please adopt don’t buy, much love from our little family me, my husband and emeng. XOXO.