Maybelline Color Show Nail Polish

A play date with rainbow of colors

Mar 21, 2016 | review | 4 comments

Hi Everyone,

Gw bukan orang yang pemilih dalam hal nail polish, asalkan warnanya cocok dan tentu saja terdaftar di BPOM then I’m game. Kira-kira setahun yang lalu gw menemukan Maybelline Color Show Nail Polish, warna-warna yang ditawarkan cukup unik mulai dari kuning cerah hingga nude. Warna pertama yang membuat gw tertarik adalah Blueberry Ice dan harganya cukup bersahabat di kantong yaitu IDR 30k. Kemudian sekedar untuk menambah koleksi gw membeli 3 warna lainnya yaitu Wine & DineSilk Stockings, dan Downtown Red.

Biasanya gw akan membahas klaim terlebih dahulu, tetapi gw cek di website Maybelline ternyata tidak ada klaim sama sekali. Apakah nail polish ini tahan lebih lama, tidak gampang terkelupas, dsb. It’s good, it means that I don’t have any expectation and I can review it solely based on its performance. Di Indonesia terdapat 30 pilihan warna, 18 lebih sedikit dibandingkan yang release di US dan sayangnya ditiap display di berbagai drugstore ataupun counter pilihan warnanya tidak pernah lengkap. Kalau gw perhatikan paling banyak 8-15 warna saja, jadi kalau suka warna tertentu ya kita harus berburu diberbagai tempat dan online shop.

Packaging: Botol kaca dengan screw cap berwarna hitam, botolnya berukuran kecil setinggi kira-kira jari manis. Jumlah produk yang didapat adalah 6.8ml/0.23 fl oz. Kuas aplikatornya lebih besar dari beberapa merk lain yang gw punya sehingga sedikit lebih sulit digunakan khususnya bagi orang-orang seperti gw yang tidak begitu ahli dengan aplikasi nail polish.

Texture: Sedikit lebih kental daripada nail polish lainnya. Karena gw jarang memakai nail polish jadi biasanya terlupakan dipojokkan vanity namun tekstur tidak berubah (biasanya bila lama tidak terpakai merk lain akan terjadi pemisahan dimana warna dan minyak menjadi dua bagian yang berbeda). Paling hanya terjadi kekeringan di sekitar botol kaca dari produk yang tertinggal jadi menurut gw ini salah satu keunggulan Maybelline.

Scent: Berbau kimia yang cukup menyengat layaknya produk lain tetapi masih sangat kuat baik pada saat aplikasi maupun sesudahnya.

Performance: Karena performance produk ini tidak konsisten dari satu warna ke warna yang lain jadi gw akan bahas sesuai warna yang gw miliki kemudian diikuti dengan overall performance.

  1. 501 Silk stokings: Berwarna nude kecokelatan tetapi tidak flat karena ada partikel shimmer berwarna perak. Gw kaget karena biasanya warna-warna muda cenderung tidak opaque namun ini malah sebaliknya dan tidak streaky. Aplikasi 1 kali saja sudah cukup menutup seluruh permukaaan kuku gw dengan baik.
  2. 403 Bluebery Icegorgeous color! berwarna biru pastel. Warnanya lumayan opaque namun sedikit tidak konsisten (streaky), sehingga diperlukan 2 kali aplikasi. Sayangnya warna ini sudah tidak lagi terdaftar di website Maybelline, gw sendiri mencoba mencari apakah produk ini sudah discontinued tetapi tidak ada informasi yang valid.
  3. 005 Wine & Dine: Walaupun shade-nya berwarna “wine” tetapi menurut gw lebih condong ke hitam dengan sedikit nuansa ungu gelap. Warnanya cantik sekali karena ada partikel microshimmer berwarna-warni diantaranya merah, emas, perak dan biru sehingga menambahkan kesan glossy tetapi tidak berlebihan. Sayang sekali warna ini memiliki pigmentasi yang paling buruk. Sepertinya produk ini benar-benar memerlukan based-coat untuk menempel dengan baik di kuku, mungkin karena partikel micro-shimmer tersebut. Sehingga apabila tanpa based-coat, 1 aplikasi maka tidak akan terlihat pigmentasinya, aplikasi kedua baru produk akan menempel dengan lebih baik dan terlihat opaque. 
  4. 216 Downtown Red: Hands down, the best red nail polish I’ve ever seen! Warna merah klasik yang menurut gw cocok dipakai siapa saja. Seperti layaknya Blueberry Ice warnanya cukup opaque untuk 1 kali aplikasi namun bedanya cukup konsisten (tidak streaky), untuk efek maksimal sebaiknya dilakukan dua kali aplikasi.

Nail polish ini bisa dipakai maksimal 3-4 hari karena walaupun tidak chip (terkelupas) namun memudar khususnya dibagian ujung-ujung kuku. Selain memudar glosiness-nya juga akan sangat berkurang, sehingga gw lebih prefer memakai yang bercampur dengan micro shimmer. Contohnya Blueberry Ice, makin lama dipakai maka warnanya akan terlihat flat namun berbeda dengan Downtown Red yang sepertinya glosiness-nya bertahan cukup lama. Kemudian yang gw perhatikan proses yang dibutuhkan untuk mengering cukup lama, sekitar 30-35 menit. Untuk mempercepat proses pengeringan, gw pernah mencoba dengan teknik merendam di air dingin tetapi malah membuat semakin cepat memudarnya bagian ujung kuku (keesokannya gw perhatikan warna dan glosiness-nya sudah memudar). Proses menghilangkan produk ini cukup mudah, biasanya satu kali swipe kapas ber-acetone sudah cukup

Verdict: Honestly produk ini cukup baik, gw sendiri suka karena variasi warnanya yang cukup banyak sehingga bisa mengakomodir selera individual yang lebih luas. Secara pribadi gw tidak masalah dengan ketahanan pemakaian sekitar 3 hari karena biasanya gw sudah mengganti warna kuku atau sekedar mengijinkan kuku gw untuk bernapas. Menurut gw produk ini cocok bagi kalian yang tidak ingin mengeluarkan uang yang banyak untuk nail polish namun masih ingin bermain dengan varian warna yang cukup beragam. Bagi kalian yang sensitif dengan bau mungkin sebaiknya menghindari nail polish ini karena baunya masih cukup keras dan tidak hilang dalam waktu yang cukup lama.

Bagaimana dengan kalian, apakah worth it membeli nail polish dengan harga yang lebih mahal? Apabila kalian pernah mencoba warna lain dari produk ini, please do share karena mungkin gw akan menambah koleksi. I’ll see you the time dan stay tuned ya karena bulan depan sepertinya akan menjadi lipstick galore on my blog. XOXO