Ofra Long Lasting Liquid Lipstick

A force to be reckoned with or an average joe?

May 13, 2016 | review | 0 comments

Hi Everyone,

Artikel ini seharusnya review ketiga bagian dari #lipstickmonth, I’m sorry for the delay. Sekitar 2 bulan yang lalu teman gw menawarkan untuk sharing Four Shades of Romance set dari Ofra. Harganya sangat reasonable yaitu IDR 390k untuk 4 liquid lipstick ukuran normal. Gw memutuskan mengambil 2 dari 4 shades yang available yaitu Santa Ana dan Paris Rendezvous. Santa Ana masih bisa kalian dapatkan karena merupakan koleksi permanen sedangkan Paris Rendezvous adalah limited edition yang hanya available di set ini saja. Honestly gw belum pernah mendengar Ofra Cosmetics sebelum kolaborasi mereka dengan salah satu youtube-r terkenal. Namun hal ini justru yang membuat gw menunggu lama untuk mencoba produk ini. Gw biasanya skeptis dengan produk yang overhyped dan berasal dari perusahaan yang tidak pernah gw dengar. Anyway, seperti biasa gw akan bahas klaim produk ini sebelum masuk ke bagian review.

Ofra menjelaskan liquid lipstick ini tidak akan menetap di  finelines sehingga tidak perlu menggunakan lip liner. Tekstur yang creamy, lembut dengan formula yang mengandung anti oksidan dan melembabkan bibir. Finish matte dan warnanya tetap akan bertahan sempurna selama 5 jam tanpa makan dan minum. Untuk hasil yang paling baik sebaiknya tidak makan dan minum selama 15 menit setelah aplikasi. Liquid lipstick ini bukan lip stain dan tidak akan sepenuhnya kering tetapi warnanya akan tetap di bibir berjam-jam.

Packaging: Gw kurang suka dengan packaging-nya karena terbuat dari plastik dan terlihat murah. Keterangan warna hanya tertera dari label tempel yang berada dibawah tube dan label merk gampang sekali terhapus . Doe-fot aplikatornya sendiri cukup baik, walaupun tidak pipih namun cukup kecil dan pointy sehingga gampang untuk pengaplikasian di sekitar ujung-ujung bibir. Produk yang didapat lumayan banyak 8gr.

Texture: Tidak terlalu cair tetapi tidak watery, almost mousse-y, ringan dan waktu dioleskan ke bibir terasa sangat tipis hampir seperti mousse.

Scent: Berbau manis seperti permen karamel

Performance: Pada saat aplikasi pertama yang paling utama gw perhatikan adalah bau karamel manis, I have to remind myself that it’s a lipstick not a candy. Santa Ana berwarna berry dengan sedikit nuansa pink sedangkan Paris Rendezvous coral sedikit orange-tone (please forgive my inability to describe color correctly). Pada saat aplikasi pigmentasinya sangat tipis hampir seperti sheer lipstick, gw harus beberapa kali mengulang olesan dibibir gw untuk mencapai pigmentasi yang gw inginkan. Namun gw justru lebih suka karena bisa dengan mudah mengoleskan digaris bibir kemudian baru mengisi bagian tengah. Lipstick ini cukup cepat berubah menjadi matte gw hanya harus menunggu sekitar 20-30 detik. Setelah kering entah kenapa gw merasa pigmentasi warnanya lebih keluar dan teksturnya menjadi agak lengket di bibir. Hasilnya cukup baik karena gw lihat tidak feather outside my lip line (luntur keluar melewati garis bibir). Namun pigmentasi tidak merata, bisa dilihat di foto ada bagian yang terlihat tertutupi dengan baik sedangkan bagian lain tidak. Gw sangat suka karena bibir gw masih terasa lembab dan hampir tidak seperti memakai liquid lipstick. Gw menunggu sekitar +/- 1,5 jam untuk mulai makan dan minum tetapi sayangnya transfer tetap terjadi. Yang paling mengganggu adanya butiran-butiran kecil di sedotan yang berarti lipstick ini crumble. Menu makan siang gw cukup berminyak, nasi campur ala Bali namun gw menggunakan sendok pada saat memakannya. Setelah pemakaian sekitar 8 jam, lipstick settle ke fine lines, crack dan terlihat menggumpal di bibir atas.  Terakhir gw mencoba untuk mengaplikasikan layer kedua, hasilnya cukup baik namun entah kenapa sedikit lebih lama untuk berubah menjadi matte. Gw menunggu sekitar +/- 10 menit. Gw kembali mencoba melihat sebanyak apakah transfer yang dihasilkan, disini gw kecewa karena transfer yang terjadi sangat banyak seperti layaknya memakai creme/satin lipstick walaupun pigmentasi tetap terlihat baik di bibir.

Lebih detil mengenai wear test yang gw lakukan sekitar 8 jam.

Foto 1-2: pemakaian 1, gw sangat senang dengan warnanya yang sangat vibrant.

Foto 3transfer di sedotan yang gw pakai untuk minum, bisa dilihat kan butiran-butiran kecilnya.

Foto 4: setelah pemakaian 8 jam,  bergumpal, masuk ke fine-lines sehingga kerutan dibibir gw sangat terlihat.

Foto 5memakai layer kedua, namun cukup lama untuk berubah menjadi matte dan transfer yang terjadi sangat banyak.

Verdict: Ofra memiliki sekitar 44 shades dari mulai nude, vampy, pink, brown, red, ditambah warna tambahan hasil kolaborasi dengan youtuber. Gw sangat suka dengan warnanya yang vibrant, tidak feather atau keluar dari garis bibir dan sangat nyaman dipakai di bibir. Kekurangan lipstick ini yang gw perhatikan adalah pigmentasinya yang tidak merata, cepat crumble dan retak, menonjolkan kerutan di bibir karena settle into fine lines dan transfer yang cukup banyak. Di klaim memang hanya tertulis bertahan 5 jam saja tanpa makan dan minum dan gw memakainya lebih dari 8 jam. Tetapi rasanya tidak mungkin hal tersebut terjadi karena makan dan minum adalah bagian dari kegiatan normal yang sangat lumrah terjadi apalagi dalam jangka waktu cukup lama seperti 5 jam. Harganya di beberapa online shop berkisar IDR 190k-240k (tidak termasuk ongkir), menurut gw terlalu mahal dengan mutu seperti ini walaupun produk yang didapat lumayan banyak. Produk ini patut dicoba saat ada deal set dengan harga hemat dan apabila gw ingin mencoba warna-warna yang seperti biru elektrik, gold, hijau, perak dan berbagai warna unik lainnya.

Kalian sendiri bagaimana, apakah kalian lebih mementingkan overall performance atau warna yang unik? Do you have favorite color from the brand? Share disini ya, I love discussion maupun masukkan yang berguna bagi perkembangan blog ini. Terima kasih and enjoy your day. XOXO