DHC Renewing AHA Cream

A radiance complexion at an affordable price

May 25, 2016 | review | 5 comments

Hi Everyone,

Setelah kurang lebih 3 bulan memakai DHC Renewing AHA Cream, I finally ready to share my thoughts as promised earlier. Gw menemukan produk ini secara tidak sengaja saat sedang browsing website DHC. DHC adalah rangkaian perawatan kulit dan makeup keluaran Jepang dengan staple products seperti cleansing oil, mascara, dan serum penumbuh bulu mata. Gw tertarik mencoba karena gw kurang puas dengan hasil dari Good Genes Sunday Riley dan harganya yang lebih bersahabat untuk produk yang hampir sama, yaitu chemical exfoliant berbahan dasar AHA (Alpha Hydroxy Acid) secara specific Lactic Acid.

A background and update on my skin. Selama 1 bulan pada waktu gw mencoba produk ini, kondisi kulit gw sangat buruk karena gw tidak lagi mengkonsumsi hormon untuk membantu mengatasi pengaruh hormon androgen. Sehingga kulit gw sangat berminyak tetapi dehydrated dan jerawat kembali muncul. Akhirnya gw memutuskan mengkonsumsi roaccutane dan sekarang sudah memasuki hari ke 36. Salah satu efek sampingnya adalah kulit gw berbalik 180 derajat menjadi sangat kering dengan dry patches di sekitar dagu, dahi dan pipi. Kulit kering membuat kulit gw menjadi lebih bertekstur dan terasa kasar. Yes, basically my skin is a hot mess, the big question does this product help?

Claim & Ingredients: 

Klaimnya sangat sederhana and pretty straight forward yaitu membantu pergantian sel kulit mata sehingga kulit lebih bersinar dan cerah.

3 Bahan utama teratas adalah air, lactic acid dan butylene glycol. Kadar lactic acidnya sebesar 10% namun sayangnya level PH (derajat keasaman) tidak tertera. Padahal tingkat keampuhan AHA untuk melakukan exfoliation tergantung pada level PH dari produk tersebut. Komponen lainnya yang sering menimbulkan kekhawatiran adalah butylene glycol yaitu alkohol organik tidak berwarna. Bahan ini digunakan sebagai slip agent membantu produk untuk dapat dioleskan ke kulit dan berpenetrasi lebih dalam ke dalam kulit sehingga produk dapat bekerja sebagai maksimal. Nah, ada beberapa kontroversi mengenai butylene glycol yang dianggap bisa menyebabkan iritasi kulit (infeksi dan gatal), mata dan saluran pernapasan serta melemahkan protein seperti keratin, elastin, kolagen dan struktur kulit hingga ke level sel kulit. Namun gw pribadi tidak masalah karena dari berbagai sumber bahan ini dinyatakan aman digunakan dalam kosmetik karena jumlah yang digunakan sangat kecil. Bahan ini hanya berbahaya apabila digunakan oleh suatu zat dengan konsentrasi 100%.

How I use it: Gunakan malam hari baik tanpa maupun dengan produk lain (seperti pelembab atau serum). Walaupun hanya disarankan menggunaan 1-2x seminggu, gw merasa tidak cukup sehingga biasanya gw menggunakannya 3-5x seminggu.

Texture & Scent: Teksturnya ringan, sedikit liquid-y. Produk ini tidak menggunakan fragrance tetapi memiliki bau kimia khas krim berbahan dasar AHA (menurut gw berbau seperti lemon)

Packaging: Gw suka banget sama botolnya yang ramping, produk yang didapat sebanyak 1.5 oz/45 ml.

Performance: Waktu pertama kali memakai produk ini gw sedikit terkejut karena terasa sedikit berminyak dan hampir seperti memakai lapisan film (efek seperti memakai putih telur). Sayangnya produk ini tidak gampang menyerap ke kulit, gw harus menunggu hingga 1-2 menit setelah itu pun tetap ada sedikit rasa lengket (tacky). Tentu saja gw merasa produk ini tidak akan cocok karena terasa berminyak not in a good way. Gw tertidur dengan ekspektasi rendah bahwa ini hanya akan menjadi salah satu dud product. Keesokan harinya gw sedikit terkejut mendapati kulit gw terasa lebih hydrated, halus, supple tanpa kekeringan berlebihan di daerah sekitar hidung yang kadang gw alami apabila memakai produk exfoliasi. Pemakaian secara berkala selama 1 bulan gw cukup tertolong di beberapa area yang bermasalah, misalnya jerawat yang baru sembuh atau kering. Biasanya akan sangat terlihat lapisan kulit yang menebal dan kering, pemulihan ini kadang membutuhkan jangka waktu yang lama. Gw perhatikan produk ini cukup membantu untuk mengikis lapisan dan meratakan kembali permukaan kulit. Tentu saja dark spots merupakan problem yang cukup sulit dihilangkan jadi memang gw terima dengan lapang dada tidak ada perubahan yang signifikan. Lain halnya dengan hyper-pigmentation yang disebabkan oleh jerawat, disini gw merasa produk ini do what the it’s claimed to do. Semakin lama gw perhatikan kulit gw less angry dan bekas jerawat semakin menipis. Memasuki Mei-Juni, gw memulai meminum roaccutane untuk mengatasi jerawat gw. Efek sampingnya kulit gw menjadi sangat kecil bahkan di sekitar mulut (belum pernah gw alami sebelumnya) dan daerah seperti dahi, pipi dan dagu menjadi super kering. Gw sedikit takut memakai chemical exfoliant karena tidak ingin menambah kering kondisi kulit gw. Namun ternyata produk ini tetap bekerja dengan baik, dry patches yang menjadikan kulit gw makin bertekstur mampu diatasi dengan baik. Sepertinya malah produk ini mampu lock-in moisture baik yang gw peroleh dari pelembab maupun yang terjadi secara alami.

VerdictI’m glad I found this product, memang ada beberapa kelemahan seperti sedikit berminyak dan tacky sehingga dengan kulit yang sudah berminyak akan terasa sedikit tidak nyaman namun akan hilang dalam beberapa waktu dan dibandingkan dengan kelebihannya it’s a small price to pay. Kelebihannya menurut gw 1). Lock-in moisture, walaupun kulit gw berminyak namun sering sekali gw bangun dengan keadaan kulit kering dan dehydrated apalagi pemakaian AC pada saat tidur. Jadi gw senang pada waktu bangun kulit gw masih terasa lembut dan tidak kering, 2). Does what it claims, gw merasa bekas jerawat gw memudar dan sangat membantu memperhalus permukaan kulit gw yang bertekstur 3). Mid-end range, harganya USD 42.50 untuk 45ml produk so it’s a good deal.

Thank you for tuning-in, kalau kalian punya alternatif lain untuk produk chemical exfoliant bisa share di comment section ya. Sekarang ini gw sekarang sedang mencoba Korean Brand yaitu COSRX yang lebih affordable dan mudah didapat di Indonesia dan beberapa BHA products dari Paula Choice, I’ll report back to you at the soonest. XOXO