Ultima II Beauty Class

An event report & first impression

Hi Everyone,

Hari sabtu tanggal 2 July yang lalu gw menghadiri Ultima II Beauty Class yang diadakan di South Quarter Dome Lebak Bulus. Beauty Class ini diadakan tanpa dipungut biaya dan diselenggarakan bekerja sama dengan Wajah Bunda Indonesia. Gw sendiri belum pernah mencoba produk Ultima II sehingga event ini merupakan kesempatan yang baik bagi gw untuk mencoba beberapa produk unggulan mereka. This is an event report sekaligus mini review/first impression beberapa produk yang gw coba saat itu. Btw, a little disclaimer karena gw tidak memiliki produk yang gw sebutkan maka kalian bisa mencari detil produk yang tersebut di offical website Ultima II.

Event ini dijadwalkan mulai pada pukul 2pm, gw datang sedikit lebih awal dan langsung melakukan registrasi ulang. Setelah itu gw langsung mengambil tempat duduk, kebetulan baris paling depan kosong. Di meja gw melihat sudah ada beberapa produk yang tersusun dengan rapi beserta makeup sponge dan 1 set kuas.

Gw mengira beauty class ini hanya bersifat mengenalkan produk sekaligus membagi tips & tricks namun ternyata peserta juga dilibatkan untuk praktek langsung which is good karena gw bisa merasakan bagaimana performa produk yang diperkenalkan jadi gw bisa membagi kesan gw terhadap produk tersebut. Event ini dimulai dengan memperkenalkan para Beauty Experts yang mengajarkan langkah demi langkah aplikasi produk. Makeup yang diajarkan adalah “Everyday Easy Natural Makeup” yang bisa diaplikasikan dengan mudah dan cepat khususnya bagi pekerja kantoran/mahasiswi/ibu rumah tangga yang mungkin tidak punya banyak waktu di pagi hari namun ingin terlihat polished dan bagi para pemula yang baru memulai belajar memakai makeup. Para beauty experts menjelaskan look yang dipelajari hari itu akan memakai warna-warna soft dan lebih menargetkan pada complexion flawless. 

Beauty experts menyarankan para peserta untuk menghapus makeup dan membersihkan muka terlebih dahulu dengan Going, Going, Gone Makeup Remover. Produk ini memiliki konsistensi agak cair dan bertekstur ringan, basically classic cleansing cream. Yang pertama kali gw rasakan adalah ada sensasi minty atau dingin pada waktu menyentuh kulit sehingga gw tidak berani menggunakannya di daerah sekitar mata. Aplikasi pertama tentu saja untuk menghapus sebagian besar makeup gw saat itu sedangkan aplikasi kedua gw lakukan untuk mengangkat makeup yang masih tersisa. Sayangnya produk ini kurang bisa benar-benar membersihkan semua makeup gw walaupun aplikasi yang dilakukan lebih dari 1x. Di foto bisa dilihat makeup yang masih tersisa setelah 2x aplikasi.

Setelah itu para peserta diminta mengaplikasikan Ultima II CHR (Collagen Hydrating Resource) Specialized Milky Toner. Teksturnya terasa ringan, cukup mudah menyerap ke kulit, dan tidak terasa berminyak. Kulit gw terasa kembali hydrated namun sayang sepertinya produk ini mengandung pewangi dan biasanya gw menghindari wewangian di skin care karena dapat menimbulkan iritasi ke kulit. Perlu diperhatikan toner ini diperuntukkan bagi kulit normal sehingga gw tidak tahu apakah kulit kering dan berminyak akan cocok menggunakan produk ini.

Setelah menyiapkan kulit untuk menerima makeup dengan lebih baik maka langkah selanjutnya adalah menggunakan Under Makeup Moisture Lotion Tint Qualifier yang merupakan color corrector berwarna hijau. Warna hijau bertujuan untuk membantu meredakan atau mengoreksi kemerahan di wajah sehingga warna kulit akan terlihat senada. Gw tidak mengaplikasikan ke seluruh permukaan wajah karena gw merasa tidak memerlukannya, gw hanya memakai pada bagian pipi dimana banyak hyperpigmentation kemerahan. Gw perhatikan pada waktu aplikasi produk tidak menyerap dengan baik dan muka gw terlihat sedikit berminyak. Setelah menunggu kira-kira 5 menit produk baru menyerap ke kulit. Muka gw terlihat lebih segar dan plump namun sayangnya menjadi terlihat ashy (putih dengan tone abu-abu). Gw rasa produk ini akan bekerja dengan baik bagi mereka yang memang memiliki warna kulit lebih terang daripada gw dan tidak terlalu cocok bagi yang memiliki warna kulit medium tan. 

Nah kemudian beauty experts membimbing para peserta ke tahap berikut dengan menggunakan beberapa produk ini:

  1. Delicate Cream Makeup yang merupakan foundation sekaligus bedak padat. Sayangnya shade yang diberikan kepada peserta adalah “universal” shade dalam arti tidak disesuaikan bagi masing-masing warna kulit peserta. Sehingga lagi-lagi warna tersebut terlalu terang bagi gw. Produk ini diaplikasikan menggunakan sponge, gw menggunakan tangan karena alasan yang akan gw terangkan nanti. Kesan pertama yang gw dapatkan adalah produk ini gampang sekali dibaurkan ke kulit, terasa ringan namun coverage-nya sangat sheer. Foundation ini tidak cocok bagi orang yang memiliki kulit bermasalah seperti gw, karena gw mencoba pack it on the product dengan menggunakan pencil brush untuk meningkatkan coverage untuk menggantikan fungsi concealer tetapi tidak bisa menutup hiperpigmentasi gw dengan baik. Sehingga untuk meratakan warna kulit perlu memakai jumlah produk yang cukup banyak yang menimbulkan masalah lain yaitu menonjolkan tekstur kulit dan pori-pori karena layer yang digunakan cukup tebal. Selain itu produk ini melekat pada dry patches sehingga memperparah kulit gw yang bertekstur dimana ada bekas jerawat yang sedang mengering.
  2. Delicate Translucent Face Powder With Moisturizer merupakan produk favorite gw! Teksturnya sangat halus sehingga di kulit tidak terlihat cakey dengan finish satin more on the luminous side (bukan kilat berminyak tetapi seperti glowing from within).
  3. Wonder Wear Pressed Powder menurut gw produk ini akan bekerja bagi mereka yang mempunyai kulit hampir sempurna, karena seperti press foundation diatas gw lihat produk memperjelas tekstur kulit dan pori-pori. Kelebihannya bedak ini bisa sedikit menambah coverage namun tetap tidak bisa membantu bagi mereka yang memiliki banyak hyperpigmentation.
  4. Creamy Powder Blush gw cukup suka dengan produk hybrid antara cream dan powder. Pigmentasinya baik dan apabila diaplikasikan light handed hasilnya ada sedikit kilauan di pipi seperti memakai highlightShimmernya pun cukup halus tidak ada butiran-butiran besar dan sama sekali tidak menonjolkan pori-pori di muka gw tetapi teksturnya agak powdery sehingga ada sedikit kelebihan produk apabila gw menyapukan blush brush, so make sure you tap off the excess before application.
  5. Delicate Lipstick it’s a beautiful lipstick, pigmentasinya baik dan sangat creamy dan hydrating. Karena gw sedang tidak ingin memakai bright red akhirnya gw mengoleskan di punggung tangan kemudian mengoleskan secara tipis-tipis di bibir. Hasilnya cukup baik dan tahan lama, gw makan dan minum setelah beauty class dan di bibir gw masih ada stain. 

To sum upbased product diatas lebih diperuntukkan bagi mereka yang tidak memiliki masalah pada kulit, baik pori-pori besar, bekas jerawat atau sun spot, dan tesktur pada permukaan kulit. Produk ini pada dasarnya mereka bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sudah memiliki wajah flawless karena coverage yang sheer dan kurang buildableBagi mereka yang memiliki warna kulit yang tidak merata harus menggunakan produk yang cukup banyak sehingga menimbulkan masalah baru yaitu pori-pori dan dry patches yang terlihat lebih prominent.

Gw tidak mencoba eyeshadow, eyebrow dan mascara karena gw tidak menghapus eye makeup gw. Peserta disediakan 4 warna eyeshadows yang sempat gw swatch, teksturnya agak kering dan powdery dengan pigmentasinya cukup baik, seingat gw semuanya memiliki satin finish. Untuk yang berwarna cokelat sedikit patchy tetapi masih workable dan blendable setelah mengamati hasil beberapa teman-teman gw. Eyebrow pencil sayangnya telalu “warm” for my taste, gw lebih condong ke warna dengan undertone ashy/gray. Eyebrow pencil ini mempunyai dual function sebagai eyeliner, menurut gw cukup creamy sehingga tidak menarik kulit mata pada waktu aplikasi.  

Voïla it’s a wrap dan kalian bisa melihat finish look yang gw hasilkan dari keseluruhan produk diatas. Please ignore the two shades lighter foundation on my face

Gw sangat menghargai kesempatan yang diberikan oleh Ultima II dan Wajah Bunda Indonesia apalagi beauty class ini diadakan secara gratis. Namun yang menjadi concern utama gw adalah sayang sekali aspek higenis penggunaan alat dan produk terabaikan dan ini bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi para peserta.

Makeup sponge & brushes pertama kali yang gw perhatikan adalah penggunaan makeup sponge bekas para peserta lain, that’s a big no no! khususnya di dunia tata rias profesional. Makeup sponge tidak boleh digunakan secara kolektif walaupun sudah dicuci, peserta seharusnya diberikan makeup sponge baru. Sama halnya dengan makeup brushes yang tidak disanitasi terlebih dahulu, brushes tersebut mungkin dipakai oleh peserta sebelumnya dengan meniup excess product sehingga bakteri menempel pada kuas dan tersebar ke orang berikut yang memakai kuas yang sama tanpa adanya proses sanitasi atau membersihkan kuas.

Produk testergw melihat produk tersebut pasti sudah digunakan baik swatches maupun double dipping (dimana peserta sebelumnya mengambil produk menggunakan brush, kemudian setelah brush menyentuh kulit peserta tersebut, brush kembali menyentuh produk untuk mengambil lebih banyak produk). Dan ini berlaku di semua produk baik based productblush, bahkan lipstick, eyeliner dan mascara. 

Resiko ringan bagi mereka yang berkulit sensitif mungkin hanya akan mengalami jerawat (breakout) namun hal lain yang lebih berbahaya seperti terkena bakteri dari orang lain, infeksi mata dari penggunaan mascara dan eyeliner bekas, bahkan apabila orang tersebut sedang mengalami gejala flu maka hal itu bisa menular. Gw tidak keberatan membawa peralatan pribadi dan bahkan sebelumnya gw sudah bertanya kepada pihak penyelenggara apakah gw perlu membawa makeup brushes sendiri dan feedback yang gw dapat adalah tidak perlu. Mungkin di event selanjutnya apabila penyelenggara tidak dapat menyediakan alat baru maka peserta disarankan untuk membawa peralatan sendiri, apabila peserta tidak memiliki peralatan sendiri baru penyelenggara menyediakan opsi menggunakan alat yang disediakan oleh penyelenggara yang tentu saja bersih. Hal ini gw pikir merupakan solusi yang lebih baik daripada memakai peralatan bekas yang tidak dibersihkan dan digunakan secara bergantian oleh banyak orang.

Well that’s my report of the Ultima II Beauty Class last week. Gw pribadi masih ingin mencoba beberapa produk diatas karena first impression belum tentu menggambarkan bagaimana performa suatu produk secara keseluruhanmungkin dengan teknik dan alat berbeda suatu produk bisa memberikan performa sebagaimana seperti seharusnya produk tersebut berfungsi. Please take my thoughts about the hygiene of tools and product as constructive input for improvement in the upcoming event. I also want to take this opportunity to wish you Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. I hope you enjoy your holiday with loved ones. XOXO