Muji Cleansing Oil

A cleanser I can't live without

Jul 24, 2016 | review | 14 comments

Hi Everyone,

Cari cleanser yang bagus menurut gw gampang-gampang susah, ada yang bisa membersihkan muka dengan baik tetapi bukan all-in-one cleanser, perih dimata, bisa menyebabkan muka terlalu kering atau bisa memenuhi semua kriteria tetapi harganya mahal. Gw dulu tidak begitu mengerti pentingnya pembersih muka, bagi gw cukup dengan eye lips makeup remover kemudian cuci muka pakai sabun pembersih. Hingga gw mulai menggunakan makeup, gw jadi sedikit mengerti pentingnya menghapus sisa-sisa makeup yang gw pakai dan pembersih yang baik bagi muka.

Teman gw memperkenalkan Muji Cleansing Oil, sepulang dinas dari Singapore gw dikasih ukuran 400ml. She is a skincare aficionado jadi gw hanya manggut-manggut pada waktu dijelaskan cara memakainya. Gw tidak khawatir memakai minyak di kulit gw yang berminyak, I fully trust herShe vouched for it, it’s the best cleanser in the world. Okay! Hal ini terjadi 3 tahun yang lalu dan sampai sekarang gw masih setia memakai cleanser tersebut. Bagi gw cleanser ini thick all the boxes and believe me when I say I’ve tried a lot. Kulit gw bisa dibilang acne-proneoily dehydrated jadi gw harus yakin pembersih muka tetap lembut, mampu mengangkat kotoran dan minyak tanpa mengikis lapisan minyak baik dikulit dan benar-benar bisa membersihkan makeup tanpa menyumbat pori-pori. What makes it a good cleanser? 

Claim & Ingredients

Tidak ada klaim bombastis hanya pembersih lembut untuk kulit sensitif.

Produk ini sama sekali tidak menggunakan pewarna buatan, perlu gw highlight bahan yang digunakan 100% vegetables oils, minyak zaitun dan jojoba bukan mineral oils. Mineral oils adalah hasil sulingan minyak bumi yang banyak digunakan sebagai pelembab/pelumas di krim, pembersih muka bahkan di eyeshadow untuk memberi kesan smooth & buttery feeling sekaligus kadang sebagai media untuk mengikat pigment menjadi press eyeshadow. Sayangnya mineral oil ini tidak baik digunakan karena ukuran molekulnya terlalu besar jadi tidak bisa menyerap atau berpenetrasi ke dalam kulit jadi melapisi kulit bagian atas bayangkan seperti memakai plastik. Hal ini mengganggu kemampuan alami kulit untuk bernafas, menyerap kelembaban alami dan menyumbat pori-pori. Bagi mereka yang memiliki kulit acne-prone memicu tumpukan kotoran dan minyak berlebih dan menghasilkan jerawat, whiteheads dan blackheads.

Bahan-bahan yang lain adalah pelumas, pelembab, Vitamin E, fatty acid, surfaktan yang disuling dari kelapa sehingga tidak sekeras SLS, emulsifyer (bahan pengikat yang digunakan pada bahan yang mengandung dua unsur yang berbeda) dan pengawet (Propylparaben, Butylparaben). Jadi bagi mereka yang keberatan dengan paraben di dalam kosmetik maupun skincare then this product is not for you.

Texture & Scent: Sama sekali tidak berbau karena memang dipasarkan sebagai no-fragrance product. Teksturnya tentu saja cair tetapi tidak terlalu padat seperti minyak pada umumnya namun tidak seringan face oil. Minyak ini akan berubah jadi milky apabila dibasuh dengan air.

How I use it: Kalau kebetulan sedang ada water based cleanser biasanya gw gunakan setelahnya. Apabila gw sedang tidak ingin membersihkan wajah dengan 2 cleanser berbeda maka gw akan membersihkan wajah 2x dengan cleansing oil ini. Sesuai petunjuknya biasanya gw akan pakai antara 1-2 pump untuk muka, termasuk mata, bibi dan leher kemudian dibilas dengan air.

PackagingGw suka karena ada indikator ml jadi keliatan kapan gw harus restock selain itu pump-nya juga dilengkapi pelindung sehingga aman gw bawa kemana-mana. Sudah cukup sering gw bawa traveling dan tidak pernah isinya tumpah di koper. Ada dua macam ukuran, yang besar berisi produk 13.56 oz/400 ml dan 6.76 oz/200ml.

Performance: Sebelum pakai cleanser ini biasanya rutinitas gw adalah menghapus makeup mata dan bibir memakai remover khusus kemudian menggunakan VCO untuk membersihkan mascara dan eyeliner waterproof yang biasanya susah sekali dihilangkan. Kemudian baru mencuci muka dengan sabun pembersih. Sehabis cuci muka biasanya gw merasa kulit seperti tertarik dan kering. Sering juga setelah itu mata menjadi panda eyes karena masih ada sisa-sisa mascara dan eyeliner jadi sering harus bersihin ulang pakai makeup remover dan cotton bud. Lain cerita dengan Muji Cleansing Oil, biasanya gw pakai water based cleanser terlebih dahulu. Yang utama gw angkat adalah base makeup baru kemudian membersihkan daerah mata. Setelah itu gw gunakan cleanser ini khususnya di daerah sekitar mata, biasanya mascara waterproof buatan Jepang sangat susah diangkat dan karena gw suka tight-lining biasanya banyak banget sisa eyeliner yang masih ada diantara bulu mata. Tidak ada rasa perih atau mata gw menjadi merah dan sisa-sisa makeup dengan mudah bisa dibersihkan. Gw juga biasa mencuci muka 2x tanpa menggunakan water based cleanser sebelumnya. Kuli terasa fresh bersih dari semua makeup namun tetap terjaga kelembabannya. Selain itu teksturnya yang licin membuat gw bisa melakukan face massage tanpa takut menarik kulit terlalu keras. BTW I put a short demo how I use it to clean all my makeup off.

Verdict: Produk ini adalah semua yang gw butuhkan dalam 1 pembersih wajah. All-in-one cleanser jadi tidak harus memakai beberapa macam produk, aman dan lembut dipakai di mata maupun bibir. Bahan-bahannya cukup baik dan gw tidak pernah merasa kulit gw kering maupun mengalami breakout. Harganya bersahabat SGD 14 untuk 200ml dan SGD 20 untuk 400ml. Sayangnya hampir tidak ada online shop yang menjual produk ini jadi gw selalu nitip apabila ada teman yang traveling ke Singapore atau Manila (di kedua negara ini harganya paling murah).

Ini post pertama gw yang menggunakan media video, what do you think about? Gw akan sangat menghargai masukkan untuk improvement sebagai content creator. My advise to you, if you happen to be in SG or have access you should try this cleanser. You won’t be sorry. XOXO