Living With PCOS

A daily struggle I have yet to win

Hi Everyone,

Grab a snack and a cup of your favorite drink, this is gonna be a long post. Ketika gw berbicara tentang PCOS ternyata banyak teman gw yang bertanya, apa sih PCOS? Gw kesulitan menjelaskan dan jujur saja sedikit terkejut karena banyak teman cewek gw yang bahkan belum pernah mendengar hal tersebut. Statistik menunjukkan 5-10% wanita usia produktif bereproduksi mengidap sindrom ini dan dari jumlah tersebut hanya sekitar 50% yang terdiagnosa. Sindrom ini dijuluki “silent killer” karena pengidap memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap resistensi insulin, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, darah tinggi dan penyakit jantung. So what is PCOS and how it effect my life?

What is PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

In a nutshell, ketidakseimbangan hormon yang bisa menyebabkan haid tidak teratur, tumbuhnya rambut didaerah yang tidak diinginkan, dan jerawat. That doesn’t sound so bad, hhhhmm wrong! You’re basically *c*ed karena hormon seperti pelumas yang membantu mesin bekerja dengan baik. Jadi bayangkan kalau mobil/motor tidak diberikan pelumas yang tepat, nah itulah yang terjadi dibadan gw. Hormon adalah signal mekanis yang memerintah organ untuk bekerja dengan semestinya.

So basically, siklus menstruasi dimulai pada waktu kelenjar pituitari yang ada di otak mengirimkan sinyal untuk hormon Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) ke ovarium. Gelombang hormon LH adalah sinyal yang memerintahkan ovarium untuk berovulasi atau melepaskan sel telur. Kemudian sel telur tersebut akan turun ke tuba falopi dan ke dalam uterus. Nah hormon lain yaitu progesteron dari ovarium kemudian menyebabkan dinding rahim menebal. Apabila sel telur tidak dibuahi maka dinding tersebut akan rontok. Inilah yang dinamakan haid. Pengidap PCOS tidak mendapatkan sinyal yang tepat dari kelenjar pituitari sehingga sel telur tidak bisa berovulasi (proses pelepasan telur yang telah matang tersebut dari dalam rahim untuk kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi). That’s being said, PCOS bisa menyebabkan wanita susah untuk mempunyai anak, kanker rahim karena dinding uterus akan menebal, kadar hormon laki-laki tinggi yang menimbulkan badan banyak berbulu seperti kumis dikenal dengan istilah hirutisme, rambut rontok, dan jerawat. Selain itu proses lain yang ikut berperan ialah tingginya kadar insulin. Pada penderita PCOS, organ tubuh kurang peka terhadap insulin (insulin resistance), akibatnya pankreas harus memproduksi insulin lebih banyak. Resiko gw menderita diabetes tipe II semakin tinggi, hipertensi dan jantung koroner.

The Symptoms 

My body has been showing symptoms at a very young age around 14-15. Beberapa gejala tersebut sangat terlihat dan mempengaruhi penampilan fisik gw tumbuh sebagai remaja. Hal ini mempengaruhi kepercayaan diri sebagai remaja dan akibatnya gw tumbuh sebagai pribadi yang kurang percaya diri. Gejala-gejala yang gw alami dan secara umum banyak dialami penderita PCOS:

Pizza Face; Kecurigaan gw berawal dari episode jerawat yang tidak pernah hilang. Berawal dari gw remaja, memasuki tahun terakhir SMP jerawat mulai tumbuh. Gw hanya berharap dalam hati setelah lewat masa remaja jerawat perlahan-lahan akan membaik. I was DEAD WRONG! It gotten pretty worse over the years. I literally have been spending millions of Rupiah and a regular visit to dermatologist since I was 20, trying countless of home remedies, and over the counter products with zero success.

The Obese Kid in the Family; I was always “the chubby” ones. Everyone kept telling me I’m fat and I need to carefully look at what I was putting in my body. Memang sih secara umum kita perlu menjaga konsumsi makanan baik porsi maupun jenisnya, gw selalu merasa porsi makan normal tetapi berat badan terus-menerus naik. Kurangnya informasi pada masa itu membuat gw memilih diet yang tidak sehat tanpa hasil (crash diet). Kondisi ini berlanjut hingga dewasa, setelah kira-kira 4 tahun yang lalu gw mulai aktif berlari secara perlahan-perlahan berat badan mulai turun menjadi normal.

Male Pattern Baldness; rambut gw mulai rontok seperti layaknya kebotakan pada pria. Rambut rontok dimana batas rambut didahi atas kanan dan kiri menunjukan bentuk segitiga, bentuk dari “receding hair” (rambut rontok di dahi atas).  Rambut di bagian atas muka  mengalami kerontokan yang lebih dari biasanya dan terlihat lebih menipis.

Irregular Haid; sejak pertama kali haid gw ingat sekali periode coming month ini tidak pernah teratur. Dari mulai tertunda sampai 3 bulan, 6 bulan bahkan hingga 9 bulan baru gw mendapat haid. Gw bolak-balik ke dokter kandungan dan sama sekali tidak ada yang pernah menyebut PCOS. Dikatakan hanya stress karena terlalu banyak pikiran (?). Not once the doctor (s) even look for the possibility or tried to conduct test to look further into it.

The Test and Confirmation

Years have past dan beberapa hal mulai terlihat “normal”, haid gw sudah mulai normal dengan siklus sebulan sekali. Gw sudah bisa menerima bahwa I’d never be thin and my acne won’t go away. Until a couple months ago, gw berhenti pergi ke dermatologist. Gw perhatikan tanpa obat-obat dokter kondisi kulit gw semakin parah dan setelah mencoba berbagai macam produk over the counter yang ada kondisi gw tidak membaik. Kemudian haid gw stop datang hampir 3 bulan, gw sempat berpikir mungkin karena stress. Gw mendapatkan pekerjaan yang menyita waktu dari bulan Juli-September sehingga tidak sempat berolahraga dan makan ala kadarnya. Kondisi ini tidak berubah setelah kegiatan gw kembali normal diikuti dengan episode rambut rontok yang berlebihan dan jerawat.

Akhirnya gw melakukan “riset” sendiri di berbagai forum seperti acne.org mencari diskusi mengenai penyebab jerawat pada orang dewasa. Di berbagai forum yang ada di situs ini menyebut-nyebut salah satu penyebabnya adalah PCOS. Gw pun mencari berbagai macam artikel yang berkaitan dengan PCOS, salah satu informasi lengkap pertama yang gw dapat bersumber dari mayoclinic.com

Gw langsung berkonsultasi dengan obgyn dan memaksa untuk melakukan pemerikasaan secara tuntas. Melalui USG di rahim sama sekali tidak tampak ada penebalan rahim dan kista (sel telur yang tidak dibuahi yang tidak luruh) but I’m determined to get to the bottom of this. Akhirnya gw pun melakukan serangkain tes hormon (LH, FSH, Estradiol, Prolaktine, Esterogen dan AMH). Setelah itu gw melakukan test Free Testosteron Index untuk mengecek kadar hormon testosteron gw. Setelah hasilnya keluar dokter akhirnya mengkonfirmasi bahwa gw mengidap PCOS.

Medication

Sebelum memberikan pengobatan yang tepat ada 1 test lagi yang harus gw lalui yaitu melihat kadar insulin dan glukosa. Untung masih dalam kadar normal dan tidak ada indikasi gw terkena diabetes tipe 2. Sebenarnya tidak ada obat untuk menyembuhkan hanya untuk membantu menyeimbangkan hormon saja. Dokter memberikan gw pil KB. Efeknya not pleasant at all! Selama kira-kira 3 bulan yang gw alami hanya pusing dan mual. Hampir tiap hari gw lalui dengan muntah dan hal ini sangat tidak nyaman. Setelah 3 bulan dokter hanya memeriksa jadwal haid gw dan harus kembali lagi setelah 6 bulan. Sayangnya dokter tidak memberikan nasehat bagaimana hal ini bisa diatasi secara holistik sampai gw pun harus mencari informasi dari berbagai sumber. Berdasarkan beberapa bahan bacaan ada gw simpulkan pola hidup sehat (berolahraga secara teratur untuk menjaga berat badan tetap stabil) dan menghindari beberapa jenis makanan seperti makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, diet bebas susu, bebas gluten, makanan cepat saji, dll.

Bagi gw sangat sulit untuk menjalankan pantangan makan karena I LOVE FOOD! dan sepertinya gw menjalani a losing battle. I feel like it’s so unfair, gw sudah menjalani hidup sesehat mungkin heck I ran a marathon and I’m not obese which is a stereotype for women with PCOS. Dari dulu gw percaya bahwa gw menjalankan hidup yang seimbang karena berat badan yang normal, i eat some but i work out. Some days I feel completely OK but other days I hate the helpless feeling of having something I cannot control happen in my body. I don’t like the way I look in the mirror because acne is keep on coming back, people stares at it and judging because I wear too much makeup or I don’t clean my face properly. It’s sad to see my hair keeps falling and there’s nothing I can do about it! Sekarang gw hanya bisa menjalani hidup senormal mungkin, I struggle with my diet because there’s just too much stuff I cannot have, berolahraga sebisa mungkin dan try not to be bother with my acne. So my advice if you have a friend, daughter, sister who seems to have these symptoms please ask her to check herself to obgyn. Or if you see people with acne or overweight please don’t say anything because you probably don’t know what she is going through, maybe it’s something she cannot control. For ladies out there who experience the same thing, be strong! Get support from your loved ones, honestly I don’t think I can get through this if it weren’t for the support from my husband. XOXO