Squeaky Clean Pores and Smoother Skin Surface with COSRX

An affordable Korean skin care worth to try

Sep 12, 2016 | review | 16 comments

Hi Everyone,

I guess by now you’ve probably known that I prefer Chemical Exfoliant rather than Physical Exfoliant. Gw kebetulan mencari Chemical Exfoliator BHA (Beta Hydroxy Acid) yang memang lebih diperuntukkan bagi mereka yang memiliki masalah pori-pori tersumbat, blackheads, jerawat dan pori-pori membesar. Walaupun jerawat sudah mulai mereda namun blackheads masih sangat terlihat khususnya di hidung dan di sekitar pipi. Gw perlu produk yang ampuh untuk mengangkat blackheads tanpa membuat kulit gw iritasi dan tidak abrasive (kasar).

Pada waktu pertama kali membeli produk ini kulit gw sedang mengalami masa “transisi” dari sangat berminyak menjadi kering kemudian kombinasi. Namun ada 1 hal yang tetap sama yaitu dehydrated, sedikit dry patches di bagian pipi dan pori-pori yang besar khususnya hidung dan pipi. Blackheads terlihat cukup jelas di hidung dan pipi namun area lain seperti dagu dan rahang dengan masalah kulit bertesktur yang cukup menganggu. Setelah membaca berbagai forum akhirnya tertarik mencoba produk COSRX karena harganya sangat affordable.

This is a long post karena gw benar-benar tertarik menyelidiki lebih lanjut salah satu klaim dari produk ini yaitu penggunaan AHA/BHA alami.

COSRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner

Claim & Ingredients:

Toner yang mengandung AHA alami (Pyrus Malus Apple Fruit Water 10%) dan BHA alami yang di kemas dalam air mineral (jeju samdasu) dapat membantu meningkatkan fleksibilitas kulit dan mengangkat lapisan kulit mati. Toner ini efektif digunakan di kulit yang flaky (bersisik) yang disebabkan kurangnya kelembaban dan tumpukkan kulit mati serta membantu pencegahan timbulnya whiteheads dan blackheads.

Bahannya terdiri dari: Mineral Water, Salix Alba (Willow) Bark Water, Pyrus Malus (Apple) Fruit Water, Butylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Sodium Lactate, Glycolic Acid, Water, Betaine Salicylate, Allantoin, Panthenol, Ethyl Hexanediol.

Beberapa blog yang gw baca sering disebutkan bahwa penggunaan Salicylic Acid dilarang bagi produk kosmetik over the counter (OTC) di Korea Selatan. Gw mencari beberapa informasi namun tidak mendapat konfirmasi yang pasti apakah penggunaan Salicylic Acid hasil proses kimiawi yang tidak diperbolehkan sedangkan yang alami tidak apa-apa karena setahu gw banyak OTC produk Korea yang menggunakan Salicylic Acid misalnya Innisfree Bija Trouble Spot Essence dan Etude House AC Clinic Intense Pink Powder Spot. Namun gw tidak tahu secara pasti jenis yang dipakai (alami atau proses)

Salix Alba (Willow) Bark Water adalah ekstrak tumbuhan yang mengandung salicin, zat yang pada waktu dikonsumsi secara oral akan dirubah menjadi salicylic acid (BHA) pada saat proses pencernaan. Proses merubah Salicin di willow bark membutuhkan enzim yang cukup kompleks dan salicin seperti salicylic acid hanya stabil pada kondisi asam. Kemungkinan kulit pohon willow Salix Alba (Willow) Bark dalam jumlah kecil yang digunakan dalam kosmetik dapat meniru efek dari asam salisilat masih dipertanyakan, dan kemungkinan tidak mungkin. Namun, kulit pohon willow memang memiliki beberapa manfaat misalnya menenangkan kulit.

Gw melihat 2 unsur AHA yaitu Pyrus Malus (Apple) Fruit Water dan Glycolic Acid, dari ingredient lists gw lihat Glycolic Acid bukan merupakan bahan yang memiliki komposisi tinggi, yang lebih menonjol adalah Pyrus Malus (Apple) Fruit Water.

Bahan pengawet yang digunakan adalah 1,2-Hexanediol sedangkan Sodium Lactate digunakan untuk mengatur kadar pH. Betaine Salicylate adalah salicylic acid yang diekstrak dari gula dalam tumbuhan dan memiliki sifat exfoliator yang lembut dan dapat membersihkan pori-pori bahkan setelah dibasuh. Selain itu juga merupakan fatty acid sehingga bisa melembabkan dan menyejukkan kulit. Skin soothing ingredients juga terdapat di Allantoin. Panthenol digunakan untuk menyerap dan menahan kelembaban. Ethyl Hexanediol biasa digunakan sebagai pewangi maupun solvent (pelarut) semua bahan-bahan diatas.

How I use it: Maksimum 5x seminggu hanya malam hari, gw alternate dengan toner yang lebih melembabkan menggunakan kapas. Gw pakai setelah mencuci muka dan akan menunggu hingga muka gw kering baru kemudian top it off dengan produk lain.

Packaging: kurang suka dengan packagingnya yang berbentuk spray karena AHA/BHA tidak diperuntukkan untuk seluruh permukaan wajah seperti bagian kelopak mata/dibawah mata. Sehingga spray terasa berlebihan dan malah membuat aplikasi tidak praktis. Gw harus menyemprotkan produk ke kapas baru dibaurkan ke permukaan wajah. Botol terbuat dari dari plastik transparan jadi gampang dilihat isi yang tersisa. Produk yang didapat sebanyak 150ml.

Texture & Scent: basically it’s water sedikit berbau kalau gw buka tutupnya dan benar-benar mencium, tetapi begitu di spray ke kapas langsung hilang. I cannot tell the smell of it karena memang tipis sekali.

Performance: Kira-kira 2-3 minggu setelah menerima produk ini, gw langsung mengaplikasikan sesuai petunjuk pemakaian, yaitu dipakai setiap hari baik pagi maupun malam. Gw sudah cukup sering menggunakan chemical exfoliator sehingga tidak berpikir akan mengalami purging. Ternyata gw salah, gw mulai mengalami purging khususnya di dagu dan pipi. Kemudian kulit menjadi terlalu kering dan whiteheads & blackheads masih terihat jelas. Akhirnya gw mengurangi fekuensi pemakaian, selang seling selama seminggu setiap pagi dan malam hingga purging gw mulai reda. Sayangnya pemakaian setiap pagi dan malam malah membuat kulit terlalu kering. Akhirnya gw hanya memakainya hanya setiap malam, frekuensinya tergantung dari kondisi kulit, apabila gw melihat komedo mulai bermunculan maka frekuensi akan lebih sering. Sebaliknya apabila gw merasa kulit menjadi terlalu kering, gw akan mengurangi pemakaian dan lebih banyak memakai hydrating toner. Satu hal lagi yang gw perhatikan, produk ini tidak mengurangi timbulnya blackhead & whiteheads, diperlukan produk tambahan yang sifatnya lebih ampuh seperti produk selanjutnya yang akan gw bahas.

Verdict: Produk ini bukanlah must-have product di skincare routine gw karena gw lebih memilih toner yang tidak mengandung unsur chemical exfoliant. Gw tidak melihat adanya perubahan signifikan hilangnya whiteheads & blackheads dan sedikit membuat kulit terasa kering. Namun bukan berarti tidak patut untuk dicoba karena dihari gw merasa ada bagian muka yang sedikit flaky dan melihat munculnya komedo, gw sering kembali menggunakan toner ini untuk mencegah timbulnya komedo baru. Kemudian pada waktu gw menggunakannya dengan BHA Blackhead Power Liquid hasilnya menambah keampuhan produk tersebut. Saran gw apabila kalian ingin mencoba sebaiknya gunakan seminimal mungkin dan secara bertahap gunakan sesuai dengan frekuensi yang kalian inginkan, go slow! Gw sendiri tidak mau menggunakannya di pagi hari karena terlalu sering melakukan exfoliasi menyebabkan kekeringan kulit yang berlebihan. Harga produk ini terjangkau antara IDR 195K – IDR 220K diberbagai online shop.

BHA Blackhead Power Liquid

 Claim & Ingredients:

Komponen BHA Alami, Betaine Salicylate 4% menyingkirkan sel kulit mati dan blackheads yang terakumulasi di dalam pori-pori dan mencegah oksidasi minyak di kulit sebelum berubah menjadi blackheads, memiliki tekstur ringan sehingga membuat kulit menjadi halus dan berkilau (Glossy). Produk ini sebenarnya juga dipasarkan sebagai pelembab sesuai keterangan di packaging tetapi gw lebih melihat sebagai leave-on exfoliator.

Bahan-bahan yang digunakan: Salix Alba (Willow) Bark Water, Butylene Glycol, Betaine Salicylate, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Arginine, Sodium Hyaluronate, Xanthan Gum, Ethyl Hexanediol.

Gw terkesan dengan variasi bahan yang digunakan, selain BHA juga terdapat antioxidants seperti Arginine dan Niacinamide yaitu vitamin B3 dan asam nicotinic yang sangat efektif membantu pemulihan kulit dengan berbagai keuntungan untuk peremajaan kulit. Selain itu juga membantu mencerahkan dan mengembalikan tekstur kulit yang sehat. Kemudian juga terdapat Sodium Hyaluronate yaitu garam yang merupakan bahan dari hyaluronic acid yang lebih efektif dikulit. Sisanya adalah emulsi dan emollient.

How I use it: Gw biasanya menggunakan 3 pumps untuk seluruh wajah dengan menggunakan jari tangan setelah menggunakan toner. Gw tidak suka menggunakan kapas sesuai dengan saran pemakaian karena tidak ingin menggosok kulit layaknya menggunakan scrub.

Packaging: dikemas di botol plastik menggunakan pump yang bekerja dengan baik, produk yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan juga tidak keras pada saat ditekan. Produk yang didapat sebanyak 100ml.

Texture & Scent: Hampir sama seperti air tetapi lebih kental, seperti layaknya essence dan sama sekali tidak memiliki bau tertentu.

Performance: Gw membeli produk ini kira-kira sebulan setelah toner, awalnya skeptis karena menilai performance toner yang sedikit Meh. I made an easy start pertama gw hanya memakai 1x seminggu dan secara bertahap naik hingga 4x seminggu pada malam hari. Pada saat aplikasi bisa gw rasakan teksturnya yg sedikit lebih padat daripada air, butuh waktu untuk menyerap tetapi tidak lama. Dan seperti sulap, blackheads gw jauh berkurang walaupun di sekitar pipi memang lebih sulit untuk dibersihkan jadi gw tidak terlalu mempermasalahkan. Setelah gw amati sekarang blackheads dihidung hampir tidak ada dan hanya sedikit yang tertinggal di pipi. Gw sedikit tidak suka melihat dahi (bagian yang paling tidak bermasalah) yang memang terlihat glossy seperti klaim produk ini, sehingga gw mengurangi pemakaian maksimal 3x seminggu. Kulit gw tidak menjadi terlalu kering, permukaannya menjadi cukup halus dan memperbaiki tekstur kulit. Jangan gunakan apabila kalian punya open wounds alias jerawat yang baru saja terkelupas, karena rasanya akan perih.

Verdict: Kalau kalian memiliki blackheads yang membandel, masalah permukaan kulit gw sarankan mencoba produk ini. Gw sangat puas dengan kemampuannya mengatasi kedua masalah tersebut dan harganya jauh lebih murah daripada produk berbasis BHA lainnya, IDR 210K – IDR 240K. Gw menaruh foto berkembangan selama pemakaian, foto pertama diambil sekitar 1 bulan pemakaian dan sebelah kanan diambil kemarin (kira-kira 3 bulan pemakaian), what do you think?

Enough with the long review, I’m so happy that I decided to try the products dan hasilnya memuaskan. Kedua produk ini memiliki bahan-bahannya yang baik, harga yang terjangkau dan khasiatnya bisa dilihat secara kasat mata ditambah dengan akses untuk mendapatkannya cukup mudah. Walaupun toner tidak terlalu memuaskan tetapi BHA leave-on exfoliant now has a place in my skin care routine. Gw juga tertarik untuk mencoba berbagai produk lain dari COSRX. I hope you enjoy the review and thanks for reading. Please come back soon! XOXO