Bioderma Hydrabio Brume & Tonique

An underwhelming line of skin care from Bioderma

Sep 17, 2016 | review | 8 comments

Hi Everyone,

Gw adalah salah satu pengguna setia Avene Thermal Water namun entah kenapa akhir-akhir ini sepertinya produk tersebut hilang dari peredaran *sobs* sehingga gw mencari alternatif lain. Setelah berkeliling di dunia pusat perbelanjaan di Kuningan akhirnya gw menyerah dan memutuskan mencoba Bioderma Hydrabio Brume dan sebagai pelengkap gw juga membeli Hydrabio Tonique.

Facemist gw pakai sebagai penambah hidrasi bagi kulit saat berada di kantor, ruangan ber AC rasanya menyerap segala kelembaban yang ada di kulit. Sedangkan toner, well gw merasa COSRX toner yang gw miliki tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari sehingga gw harus memiliki toner lain yang bersifat hydrating dan lembut.

Hydrabio Brume

Claim & Ingredients:

Secara singkat ada 5 klaim utama yaitu mengurangi sensasi terbakar dan gatal (terbakar matahari, silet dan luka pasca operasi), menyegarkan secara instan, membantu menghapus makeup dan menjamin toleransi sempurna (gw sama sekali tidak tahu apa artinya klaim yang terakhir. Non comedogenic, hypo allergenic, fragrance free, preservative free.

Bahan yang digunakan: aqua/water/eau, zinc sulfate, mannitol, xylitol, rhamnose, fructooligosaccharides, potassium phosphate, magnesium sulfate, sodium citrate, calcium chloride, sodium bicarbonate, sodium chloride, citric acid, disodium phosphate, potassium chloride, nitrogen.  [BI 472]

Bahan-bahan diatas berfungsi sebagai thickening agent (lubrikan dan memberikan rasa lembab), emulsifier (meyatukan dua zat dengan sifat berbeda), slip agent (untuk membantu meratakan produk di permukaan kulit), pengontrol dan penyeimbang tingkat PH sehingga tidak basa, anti oksidan, humectant (untuk mempertahankan kelembaban) dan surfactant (membantu air membersihkan kulit dan mencegah partikel-partikel kotoran menempel di kulit).

Sayangnya ada 2 bahan yang cukup membuat gw khawatir yaitu:

Zinc sulfate digunakan sebagai astringent untuk mengecilkan pori-pori dan menghilangkan minyak berlebih sekaligus antimikroba adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dan memiliki berbagai peran misalnya penyembuhan luka, biasanya zat ini digunakan sebagai bahan utama suplemen zinc. Sayangnya tidak ada penelitian yang benar-benar menunjukkan manfaatnya saat digunakan secara topikal (memberikan obat secara lokal di kulit). Namun apabila dikonsumsi secara oral (minum) manfaatnya cukup banyak yaitu anti oksidan untuk melindungi dari kerusakan radikal bebas dan mengontrol produksi minyak berlebih. Secara topikal dikatakan zinc bisa membantu regenerasi, memperbaiki kulit serta meredakan peradangan. Namun sumber lain mengatakan zat ini bisa menyebabkan kulit menjadi sensitif, menyebabkan iritasi di permukaan kulit dan menyebabkan reaksi kimia yang buruk bagi kulit (membuat kulit berminyak semakin berminyak dan kulit kering semakin kering).

Sodium bicarbonate digunakan sebagai pH buffer yang berfungsi untuk menetralkan keasaman suatu produk atau mempertahankan pH pada nilai yang hampir konstan dalam berbagai campuran bahan kimia lainnya. Bahan ini adalah baking soda, yeap baking soda! dikatakan salah satu zat yang paling murah untuk menghasilkan kulit yang bersih dan lembut. Bahkan banyak yang menggunakan sebagai scrub yang lembut untuk mengikis sel-sel kulit mati dengan cara mencampur dengan sedikit air. Namun gw melihat dari PH level, baking soda terlalu basa dengan level PH 8-9 dan sedangkan PH balance kulit adalah antara 4.5-6.5. PH terlalu tinggi alias basa bisa menghancurkan acid mantle kulit. Acid mantle adalah pelindung fisik dan kimia yang ada di kulit kita yang terbentuk dari minyak dan keringat yang merupakan lapisan pelindung kulit paling atas dari bahan kimia keras, bakteri, polusi (radikal bebas) dan menjaga kelembaban alami kulit. Apabila dibuat terlalu basa maka bisa terganggu atau bahkan strip it from our skin. Update, setelah membaca kembali berbagai referensi, baking soda memang sensitizing apabila digunakan sebagai adonan D.I.Y contohnya masker diatas. Tetapi di produk ini, sodium bicarbonate digunakan untuk menyesuaikan kadar pH sehingga tidak terlalu asam ataupun basa yang merupakan kegunaan yang sangat umum dan biasanya tidak berbahaya bagi kulit

How I use itSpray keseluruh permukaan wajah kemudian gw keringkan dengan gerakan menepuk-nepuk. Walaupun disarankan untuk tidak melakukan hal tersebut karena formula isotoniknya sehingga cairan bisa dibiarkan kering dengan sendirinya tanpa mengangkat kelembaban dari kulit.

 

Packaging: Semacam kaleng aluminium dengan spray aerosol yang cukup baik mendistribusikan produk. Gw membeli travel size dengan jumlah produk 50ml.

Texture & Scent: cair dan tidak memiliki bau sama sekali

PerformancePertama kali gw notice ada sedikit rasa asin (yang gw yakin akibat dari penggunaan potassium chloride). Yang kedua adalah sensasi yang berbeda setelah produk gw angkat dengan tisu, biasanya tidak ada perasaan muka seperti kencang tetapi hal ini gw rasakan setelah menggunakan Hydrabio Brume. Paginya gw melakukan hal bodoh yaitu tidak membaca label, gw mencoba gunakan sebagai makeup setting spray dan my makeup instantly melt off (leason learnt ya READ THE LABEL!). Well at least klaim bahwa face mist ini bisa membantu membersihkan muka benar. Kemudian yang menurut gw paling menganggu adalah rasa muka yang kencang yang menurut gw tanda bahwa minyak alami muka gw has been stripped  dan seperti ada residu setelah pemakaian. Gw juga sudah mencoba aplikasi seperti yang disarankan oleh label yaitu spray dan diamkan mengering sendirinya, hal ini membuat perasaan mengering/ketat di kulit gw bertambah parah.

Verdict: Gw termasuk orang praktis yang tidak suka memiliki banyak produk dengan fungsi berbeda-beda, produk ini tidak bisa gw gunakan sebagai makeup setting spray dan kurang ampuh membantu membersihkan muka. Memang banyak ingredients baik tetapi gw adalah salah satu penentang penggunaan baking soda sebagai skin care walaupun dalam komposisi sedikit (dan hal ini juga menjelaskan kenapa banyak bahan-bahan yang digunakan untuk menyeimbangkan level pH) karena bersifat terlalu basa bagi kulit. Terbukti bahan tersebut membuat lapisan minyak alami gw hilang (rasa muka kencang berlebihan) dan it doesn”t quench my skin thirst, gw juga tidak suka dengan produk berasa disemprotkan ke kulit wajah. Gw beli seharga IDR 99k, sayangnya produk ini is a miss and I won’t repurchaseMy feeling remains unchange karena gw memang merasa kulit tidak menjadi lembab dan muka terasa seperti kesat setelah memakai produk ini. 

Hydrabio Tonique

Claim & Ingredients:

Memberikan sensasi segar, mengencangkan kulit dan melembabkan setelah membersihkan makeup dengan tekstur cair dan bertekstur ringan.

Bahan-bahannya: Aqua/Water/Eau, Glycerin, Polysorbate 20, Mannitol, Xylitol, Rhamnose, Fructooligosaccharides, Niacinamide, Allantoin, Pyrus Malus (Apple) Fruit Extract, Hexyldecanol, Disodium Edta, Sodium Hydroxide, Citric Acid, Cetrimonium Bromide, Fragrance (Parfum). [BI 523)

Umum ditemukan di toner untuk bahan-bahan menjaga menarik kelembaban dari udara dan dari lapisan terdalam kulit untuk hydrate your skinemollient, menjaga keseimbangan level pH dan antioksidan. Ada 2 bahan yang kegunaannya baru gw dengar yaitu disodium edta sebagai chelating agent, digunakan untuk mencegah bahan-bahan lain tercampur dengan mineral yang terdapat dalam air. Satu lagi adalah cetrimonium bromide, menurut gw kegunaannya cukup unik mencegah reaksi statis di rambut sehingga wajah terasa lebih halus.

Why oh why toner ini memiliki wewangian karena hal ini bisa menyebabkan iritasi dan gw memiliki prinsip skin care tidak perlu wangi, i fully understand a certain ingredients pasti akan berbau tidak enak dan itu tidak masalah. Menambahkan parfum/fragrance malah bisa menyebabkan muka iritasi, sekali lagi iritasi bisa terjadi tidak secara kasat mata melainkan terjadi di bawah lapisan permukaan kulit. Penggunaan skin care dengan bahan wewangian tambahan baik bersifat sintesis maupun alami secara terus menerus akan mengakibatkan iritasi yang bisa menyebabkan kerusakan pada produksi kolagen kulit yang mengakibatkan kulit bisa menjadi lebih cepat keriput (kolagen berfungsi menjaga kekenyalan kulit) so this is a big no no!

How I use it: gw pakai baik pagi dan malam bergantian dengan COSRX AHA-BHA Clarifying Toner, tuangkan sedikit di kapas ke seluruh permukaan wajah kecuali mata. Karena produk ini menggandung wewangian (fragrance) sehingga gw takut terjadi iritasi.  

Packaging: dikemas dalam botol plastik dilengkapi tutup yang lumayan travel friendly. Produk yang didapat sebanyak 250ml.

Texture & Scenttekstur seperti air dan memang memiliki wewangian yang cukup kuat seperti floral scent.

PerformanceSebenarnya gw sangat suka dengan produk ini karena memang benar-benar memberikan kelembaban ekstra bagi kulit dan tidak ada sensasi pada saat aplikasi, seperti layaknya mengusapkan air, tidak ada residu, tidak ada rasa lengket dan tidak membuat kulit terasa tertarik. Kulit gw terasa lebih lembut dan karena sudah well hydrated aplikasi makeup pun jadi terasa lebih mudah karena berkurangnya dry patches. 

Verdict: Gw pribadi tidak akan lagi membeli toner ini karena I want to play save dan gunakan produk yang tidak memiliki tambahan wewangian. Bagi kalian yang tidak keberatan, go ahead karena memang toner ini sangat membantu melembabkan kulit tetapi gw sangat tidak menyarankan apabila kalian memiliki kulit sensitif karena resiko iritasi yang cukup besar. Harganya sekitar IDR 250k-264k.

Sebagai penutup gw akan menanggapi isu penggunaan paraben di semua produk Bioderma. Berawal dari posting blogger BeautyAsti1, dia mendapati di kemasan tulisan paraben free ditutup dengan kertas putih sehingga dia tidak yakin apakah benar produk ini tidak mengandung paraben. Setelah itu beredarnya rumor bahwa BPOM mengadakan tes dan ternyata produk tersebut mengandung paraban dan karena tidak sesuai klaim maka tulisan paraben free harus ditutup (walaupun banyak terjadi inkonsistensi, produk yang gw beli sama sekali tidak berstiker). Akhirnya gw menghubungi Bioderma dan jawaban yang diberikan cukup memuaskan, dikatakan bahwa aturan BPOM mengatakan informasi paraben free tidak boleh dikomunikasikan oleh perusahaan kosmetik kepada konsumen (please see pic for complete respond from Bioderma Indonesia).

Bioderma Sensibio H2O akan selalu menjadi micellar water favorit gw namun sayangnya beberapa produk Bioderma yang lain terpaksa gw tinggalkan karena adanya penambahan parfum seperti Photoderm AKN Mat SPF 30 dan Hydrabio Tonique padahal keduanya adalah great product, gw harap kedepannya parfum akan dihapuskan sebagai bahan produk Bioderma. As for the face mistI don’t care about that product. Bahan-bahannya mengkhawatirkan dengan baking soda dan zinc sulfate dan gw juga merasa produk tersebut malah mengeringkan kulit dan gw tidak perlu produk skin care yang memiliki rasa. Seperti yang dijelaskan diatas, gw tidak lagi khawatir dengan penggunaan baking soda yang memang perlu untuk menyesuaikan atau menyeimbangkan kadar pH. XOXO