Train to Busan

A zombie apocalypse thriller worth watching

Sep 19, 2016 | blog rahayu savitri | 6 comments

Hi Everyone,

I just wanna let you guys know that there is only a little spoiler ahead. Fairly said that if you haven’t watch the movie, you can still safely read this post. Gw suka dibikin ketakutan apalagi dengan zombie, vampire, ghost ditambah lots of gore (the bloodier the merrier) tetapi plot yang baik tetapi menjadi faktor utama yang menentukan whether or not I would smile at the end of a movie or curse why I spend 1.30 hrs of my life to watch a shit*y movie. I’ve been living under a rock and I’ve never heard the buzz about Train to Busan. I had nothing to do on Sunday and was scrolling aimlessly at a list of movie in an online platform that offerred a list of movies to watch for free. Pas baca deskripsi singkat, gw langsung skeptis, Korean making a zombie movie? that’s gotta be laughable considering all the cheezy and soppy K-drama are. After 118 minutes glued on the screen, I feel like I owe an apology to the entire Korean movie Industry, this sh*t is awesome!

YOU NEED TO WATCH THIS MOVIE! seriously, film ini memiliki beberapa strong core values ditambah dengan beberapa pemanis (tsah!) yang membuat film ini berbeda dan patut ditonton.

 

Plot/Story Line

What is the first thing that comes to mind when you hear about zombie apocalypse movie? pasti kekacauan dimana orang-orang pada berubah jadi zombie trus ada group of survival yang tiba-tiba punya combat skill as effective as a train navy seal officer and save the day! That’s just plain boring. Plotnya berjalan cukup cepat tidak bertele-tele namun tidak terlalu cepat sehingga apa yang mau disampaikan tidak tertangkap oleh audience. Kejadian-kejadian penting dirunut dengan baik bersamaan dengan pengenalan para tokoh. Gw bisa menangkap kira-kira apa yang menyebabkan bencana terjadi, kejadian-kejadian penting, siapa tokoh-tokohnya, bagaimana perjuangan para tokoh tersebut berusaha survive di kekacauan yang sedang terjadi. Suspend yang dibangun juga sangat baik, emosi gw cukup dipermainkan antara tegang, sedih, terharu, dan marah. Oh ya bagi yang tidak begitu suka blood and gore, pasti senang menonton film ini karena sangat minimal bahkan hampir tidak ada. Ada sih scene dimana zombie mengigit manusia, yang diperlihatkan hanya darah tidak ada sama sekali daging di gigit dari leher atau usus bertebaran dimana-mana. Film ini tidak perlu lagi menonjolkan hal tersebut karena sudah cukup mencekam. Unsurnya bukan hanya si jagoan yang dengan gagah berani memberantas zombie and walk towards the sun tetapi bagaimana bertahan hidup dengan peralatan seadanya, kemampuan menganalisa situasi serta hubungan antar satu karakter dengan lainnya.

Cast & Characters

Banyak banget karakter menarik yang ada di film ini diperankan cukup baik oleh para pemainnya. Gw sangat suka dengan evolusi dari berbagai karakter tersebut, misalnya dari pria ego sentris yang tidak peduli dengan orang lain menjadi pahlawan, si grumpy yang ternyata sweet dan bijaksana yang menurut gw the real hero in this movie, dua kakak beradik perempuan yang saling menyayangi, homeless man, dua pasangan mau tapi malu yang sangat cute and of course the asshole who stirs things up and make everything 1000x worst . Disini gw bisa melihat hubungan dari berbagai spektrum yang berbeda, father and daugther relationship, sibling, a loving couple, bahkan teen love. Sedikit pengenalan karakter ya.

  • Seok-woo adalah seorang ayah yang sudah bercerai dari istrinya dan sepertinya sharing custody dengan mantan istrinya yang tinggal Busan. Anak perempuannya bernama Soo-an. Seok-woo adalah tipikal upper management yang sibuk sehingga tidak sempat memperhatikan anaknya, bahkan ulang tahun anaknya pun dia lupa membelikan kado dan tidak datang ke school performance anaknya. Sifat karakternya egois macam corporate slave yang pokoknya gw yang harus maju dan tidak peduli dengan orang lain.
  • Soo-an, aduh pasti jatuh cinta deh kalian. Dibesarkan oleh neneknya karena ayah sibuk bekerja dan Ibu tinggal di provinsi lain. Akting dari aktris cilik Kim Su-an ini benar-benar memikat hati karena dia bisa membuat audience jatuh hati dengan perannya sebagai anak baik yang sopan, a little bit sad karena situasi kedua orang tuanya (kecewa dengan ayahnya yang sibuk & rindu akan ibunya yang tinggal di Busan).
  • Sang-hwa dan Sung-Kyung, pasangan yang sedang menunggu kelahiran anak pertama. Sang-hwa ini grumpy tetapi sweet and protective dengan istrinya Sung-Kyung. Sering ngomong ceplas-ceplos dan agak polos. Di cerita ini tokoh Sang-hwa tidak terlalu akur dengan Seok-woo namun lama-lama mereka bekerja sama and rise to the challenge.
  • Homeless man, dengan speech impediment dan kakinya sedikit pincang. Hatinya baik banget karena di film ini dia menyelamatkan dua tokoh diatas dari serangan zombie.
  • Young-gook dan Jin-Hee. Pasangan remaja yang membuat gw berkata aaaawwwwww, tipikal banget atlit sekolah populer dengan “pacar”nya.
  • Yong-suk. I thought I can never hate a character this much, wrong! I hate this man to the bone. Pembuat onar yang hanya berpikir tentang keselamatannya sendiri.

Masih banyak lagi karakter yang menarik bahkan peran-peran yang kecil pun menambah keseruan cerita dan menyumbang kejutan di film ini (watch out for the siblings in this movie).

A shocking ending

Pernah berpikir kalau akhir film zombie a tear jerker? rasanya mustahil kan. Nah seperti gw bilang disini emosi dibuat benar-benar diaduk dengan akhir cerita yang cukup mengejutkan. Bisa gw katakan, it’s one of the most beautiful scene at the end a movie. Adegan klimaks biasanya penyelamatan terakhir alias the final showdown dimana jagoan bertempur dengan ratusan zombie. Di film ini diganti dengan adegan bagaimana seorang bapak mengingat dengan jelas saat-saat anaknya dilahirkan. Perasaan yang mungkin tidak bisa digambarkan saat melihat dan memegang anak untuk pertama kalinya dan pengorbanan yang dilakukan demi anak yang dicintai. Di adegan terakhir ini gw benar-benar merasakan kesedihan mendalam dari Soo-an. Kemudian juga digambarkan sisi lain dari si antagonis, alasan kenapa ia ingin buru-buru cepat sampai ke Busan tanpa memedulikan orang lain.

Daripada penasaran dan gw akhirnya tidak sengaja memberikan spoiler lebih baik kalian menonton sendiri filmnya. It’s worth your time and your money (kalau masih ada di bioskop ya). Film ini mampu bercerita dengan baik, terlihat realistis tanpa melupakan sisi humanis para karakternya. Walaupun unsur blood and gore yang sangat minimal tetapi tidak mengorbankan unsur ketegangan yang menjadi ciri khas thriller. Hats off  untuk industri perfilman Korea yang mampu menyumbangkan their own take on this theme and genre tanpa meniru orang lain dan menambahkan niche tersendiri.  XOXO

Picture credit:

http://www.theindymiss.com

http://www.bbc.com