Pixy Lip Cream

A new release for liquid lipstick addict

Nov 6, 2016 | review | 12 comments

Hi Everyone,

Liquid lipstick absolutely takes beauty industry by storm, balik lagi dengan review salah satu keluaran terbaru dari Pixy Indonesia. Pixy berbaik hati mengirimkan 4 dari 6 varian warna yaitu chic rose, classic red, fun fuschia dan party red. Shade lainnya yang tersedia adalah bold maroon dan edgy plum. Gw melengkapi review kali ini dengan short video jadi kalian bisa melihat sendiri warna dan hasil akhir di bibir gw.

Klaimnya sederhana dan pretty straight forward, dipasarkan sebagai lip cream matte yang memiliki tekstur lembut dan tahan lama. Sayang tidak dikatakan secara spesifik berapa jam, formulanya ringan dan tidak kering di bibir.

Packaging: tube akrilik dengan tutup berwarna pink, gw suka karena merk tidak hanya berupa sticker namun embedded di tube tersebut dan dilengkapi dengan karton boxTwisted cap berbunyi klik menandakan produk sudah tertutup rapat, bagian bawah tube transparan sangat handy karena bisa melihat warna tanpa membuka kemasan. Good job, Pixy! Aplikator doe-foot standar dengan salah satu sisi slanted dan tidak terlalu besar. Produk yang didapat sebanyak 4gr.

Texture: memiliki tekstur yang tipis, sedikit cair dan creamy hampir seperti lipstick yang dilelehkan pada saat aplikasi.

Scenti love the smell! sweet karamel tetapi tidak bikin mual dan dengan baik menyamarkan bau bahan kimia lainnya.  

Performance: Sebelum membahas satu persatu, let me give you swatches dan pembahasan warna secara umum. Kalian juga bisa melihat live swatches dan first impression di video singkat yang gw siapkan.

03-Classic Red berwarna merah dengan nuansa oranye. Sayang sekali pigmentasinya tidak cukup opaque sehingga warna bibir gw masih peeking through, terlihat dibalik warna lipstick tersebut. Hasilnya juga sedikit uneven, gw sudah coba mengaplikasikan beberapa layer namun tetap saja tidak mampu menutup seluruh permukaan bibir dengan baik.

02-Party Red adalah blue-based red, gw rasa warna ini lebih cocok dinamakan classic red. Persoalan yang sama dengan pigmentasi yang tidak terlalu opaque dan tidak buildable sehingga sulit untuk benar-benar menutup seluruh permukaan bibir.

04-Fun Fuschiasesuai dengan namanya berwarna fuschiaI wish warnanya sedikit lebih bold karena ini gw melihat unsur warna putih sehingga sedikit terlihat seperti pastel tetapi gw tetap suka dengan warnanya. Kali ini walaupun aplikasi pertama sedikit uneven dan pigmentasi tidak terlalu opaque namun buildable sehingga seluruh warna bibir lumayan tertutup dengan baik.

01-Chic Rose berwarna dusty rose mauve yang merupakan warna sempurna MLBB buat mereka yang memiliki skin tone seperti gw. Dupe alert adalah Bourjois Rouge Velvet Edition shade 07-Nudeist (IDR 188k) tetapi sedikit lebih gelap. Gw berikan side by side swatches di bawah, kalian bisa melihat it’s almost identical. Sama seperti Fun Fuschia butuh 3x mengambil produk sebelum gw puas dengan opaqueness yang gw inginkan.

Seperti biasanya gw melakukan wear test 8 jam dilengkapi dengan footage. Namun pertama gw harus mengakui kesalahan terlalu cepat menilai sesuatu, yes and that’s why always test something for a full day before stating your opinion (toyor diri sendiri).

Salah satu kekurangan produk ini adalah di pigmentasi, 1 usapan sama sekali tidak menutup seluruh permukaan bibir dengan baik dan kurang buildable. Seperti terlihat di live swatches warna bibir gw masih terlihat walaupun sudah berkali-kali swipe. Warna classic red dan party red gw harus dip in the tube sebanyak 3 kali dan akhirnya menyerah karena it just doesn’t go fully opaque. Jadi saran gw, netralkan dulu warna bibir kamu dengan foundation/concealer yang tertinggal di kuas atau sponge. Masalah transfer, ternyata produk ini memang akan transfer apabila belum set jadi pada waktu aplikasi mungkin akan transfer di gigi tetapi setelah set gw bisa bilang pretty damn budged proof!

Gw memilih chic rose untuk wear test kali ini. Shade ini lumayan buildable walaupun tetap memerlukan 3 kali swipe namun aplikasi terlihat lebih sempurna menutup bibir. Gw senang sekali karena walaupun ada fragrance tambahan tetapi tidak bercampur dengan bau kimia. Begitu diaplikasikan bau tersebut akan hilang. Sama sekali tidak ada sensasi apa-apa dibibir, tidak ada rasa minty ataupun tingling sensation. Lipstick juga tidak feather keluar garis bibir. Gw harus menunggu kira-kira 30 detik untuk menunggu berubah menjadi full on matte. Sesuai klaimnya sangat ringan, has a lot of slip bukan creamy namun tidak slide off the product pada waktu gw mengaplikasikan beberapa layer. Gw mencoba menjilat bibir hanya ada seperti lapisan wax tipis, selain itu tidak tidak terlalu lengket kecuali gw mengatupkan bibir dengan keras.

Pemakaian 4 jam, gw sudah makan dan minum, transfer ke gelas sangat minimal bahkan hampir tidak ada. Bibir gw juga tidak merasakan kekeringan, rasanya lebih moisturizing daripada liquid lipstick yang lain. Sayangnya sedikit crack dan crumble.

Pemakaian 8 jam, lagi-lagi tidak ada kekeringan yang berlebihan dan crack masih bisa terlihat. Gw mencoba touch up dan kembali ada sedikit area yang crumble tetapi tidak terlalu menganggu tampilan lipstick di bibir, lapisan kedua masih terlihat cukup halus. Gw melakukan kesalahan dengan melakukan kiss test terlalu cepat, crumbly bits menempel di punggung tangan. Akhirnya gw menunggu kira-kira 30 detik dan kembali melakukan kiss test dan sama sekali tidak ada transfer. 

Verdict: Kekurangan produk ini hanya 1, pigmentasinya. Kalau saja dibuat lebih opaque maka produk ini akan sempurna. Jadi mungkin produk ini bukan buat mereka yang menyukai super opaque pigmentation. Apabila kalian memutuskan mencoba seperti saran gw diatas, gunakan foundation/concealer untuk membantu menyeragamkan warna bibir sebelum memakai produk ini. HoweverI give props for Pixy karena sesuai klaimnya long wearing, ringan dan cukup creamy dengan bonus crack hanya sedikit dan crumble pada waktu touch up bisa diatasi dengan “blot” kedua hal ini pun bisa dibilang barely noticeable. Harganya affordable IDR 45k. Gw rasa akan cepat habis karena butuh 2-3 kali aplikasi sebelum mendapatkan opaqueness yang diinginkan. Gw berharap Pixy membuat lebih banyak shade dan lebih mudah didapat karena jujur saja I don’t know where you can get this product, jarang sekali konter Pixy terlihat di pusat-pusat perbelanjaan.

Sepertinya gw harus mencoba lebih banyak liquid lipstick lokal untuk membandingkan produk ini. Sekarang gw penasaran karena banyak sekali indie brands lokal yang berlomba-lomba mengeluarkan liquid lipstickSo which brand I should try next? XOXO.