Paula’s Choice Daily and Weekly BHA Exfoliant

An effective tag team combo for healthier looking skin

Dec 30, 2016 | review | 8 comments

Hi Everyone,

Never ending story, balik lagi dengan duo chemical exfoliant, yup karena produk sejenis ini banyak sekali dipasaran dengan range harga yang beragam. Gw sudah pernah membahas produk serupa dari COSRX yang lebih ramah dikantong dan sering dibandingkan dengan produk Paula’s Choice. Namun apakah benar produk tersebut comparable dan bisa menjadi alternatif dari Paula’s Choice Skin Perfecting 2% BHA Liquid. Bagi yang memiliki kulit acne-prone, berminyak dan memiliki masalah pori-pori membesar biasanya membutuhkan produk dengan konsentrasi lebih besar seperti Resist Weekly Retexturizing Foaming Treatment 4% BHA.

Sebelumnya let’s talk about my current skin condition. Setelah kira-kira 1 bulan setelah lepas dari roaccutane, kulit gw menjadi kombinasi dengan bagian berminyak didaerah ­t-zone dan kering dipipi. Selain itu jerawat juga mulai berdatangan tetapi sangat jauh berkurang dibandingkan dengan sebelum mengkonsumsi roaccutane. Gw lihat hanya 1-2 disekitar pipi dan hidung, tidak terlalu besar dan lebih mudah diatasi. Oleh karena itu, gw merasa perlu terus menggunakan chemical exfoliant berbahan dasar asam salisilat (salicylic acid/BHA) untuk mempercepat pergantian sel kulit mati dan dapat berpenetrasi hingga ke pori-pori untuk melarutkan minyak yang menyumbat pori-pori.

Paula’s Choice Skin Perfecting 2% BHA Liquid

Claim & Ingredients 

Skin Perfecting 2% BHA Liquid cocok bagi semua jenis kulit khususnya mereka yang mengalami tanda-tanda penuaan dengan kulit kombinasi cenderung berminyak yang rentan dengan masalah pori-pori tersumbat dan jerawat. Produk ini bersifat lembut, tidak abrasif, dapat digunakan tanpa dibilas untuk membantu pengelupasan kulit mati, memperkecil pori-pori, memperbaiki skin tone sehingga kulit menjadi halus, bercahaya dan lebih kencang, memperhalus kerutan halus diwajah tanpa menimbulkan kekeringan yang berlebihan.

Bahan-bahannya: Water (Aqua), Methylpropanediol, Butylene Glycol, Salicylic Acid, Polysorbate 20, Camellia Oleifera Leaf Extract, Sodium Hydroxida, Tetrasodium EDTA.

Methylpropanediol digunakan untuk membantu peneterasi bahan aktif dari produk ini yaitu salicylic acid. Produk ini menggunakan alkohol namun bukan simple alcohol melainkan fatty alcohol yang memiliki sifat menambahkan kelembaban bagi kulit yaitu Butylene Glycol. Camellia Oleifera Leaf Extract atau yang dikenal dengan green tea adalah anti oksidan dan juga berfungsi untuk menenangkan kulit. Sodium Hydroxide digunakan sebagai penyeimbang tingkat pH, untuk mengurangi efek iritasi pada kulit, pH level produk dengan kandungan BHA biasanya berkisar antara 3-4 untuk bekerja secara efektif. Sedangkan Polysorbate 20 dan tetrasodium EDTA yang berfungsi untuk menstabilkan campuran dua bahan yang memiliki sifat yang berbeda sekaligus memperpanjang shelf life (masa berlaku) suatu produk.

How I use it: Sesuai dengan petunjuk pemakaian, gw menggunakan 2x sehari, malam dan pagi hari sehabis menggunakan toner. Tuangkan produk ke kapas dan disapukan keseluruh wajah dan leher menghindari area bawah mata (dibawah bulu mata). Baru dilanjutkan dengan face oil dan pelembab di malam hari atau pelembab dan tabir surya di pagi hari.

Texture and Scent: sedikit lebih kental dan lebih berat daripada air. Karena tidak menggunakan pewangi sintesis, tercium bau khas kimia layaknya produk BHA lain yang pernah gw coba. Gw sama sekali tidak terganggu karena tidak mencium apapun pada waktu produk diaplikasikan ke kulit

Packaging: botol plastik dengan tutup screw lid, cukup aman dan nyaman khususnya untuk traveling. Produk yang didapat sebanyak 118ml.

Performance: gw sedikit khawatir akan terjadi kekeringan berlebihan menggunakan produk ini sesuai ajuran pemakaian yaitu 2x sehari. Untung saja, hal ini sama sekali tidak terjadi. Teksturnya yang sedikit kental seperti memberikan hidrasi tambahan bagi kulit gw. Saat aplikasi akan terasa seperti ada lapisan produk di wajah, butuh waktu 10-15 menit sebelum meresap ke kulit. Tidak ada perubahan drastis mengecilkan pori-pori tetapi sangat terasa permukaan wajah menjadi lebih lembut apabila diraba. Blackhead sangat berkurang khususnya didaerah hidung. Skin tone gw perlahan-perlahan menjadi sedikit lebih rata dan memang terlihat complexion yang lebih radiant atau bercahaya. Kerutan yang paling prominent diwajah gw saat ini adalah dibawah mata dimana produk ini tidak bisa digunakan sehingga gw tidak bisa memberikan penilaian yang berkaitan dengan kerutan halus diwajah. Keunggulannya sama sekali tidak ada sensasi apapun pada saat diusapkan ke wajah, kulit wajah menjadi memerah, dan gw tidak mengalami purging.

Verdict: Yes, it’s a good product! Klaimnya tidak berlebihan, blackhead jauh berkurang, skintone menjadi lebih rata dan bercahaya, dan permukaan wajah lebih halus. Hal ini terjadi tanpa melalui proses purging dan tidak ada sensasi seperti panas, perih diwajah. Tetapi pertanyaan 1 juta dollar-nya adalah, apakah worth it dengan harga sekitar IDR 480-IDR 500k per botol. Menurut gw tidak. Gw melihat efek yang sama dengan menggunakan COSRX Blackhead Power Liquid dengan harga yang jauh lebih murah serta bahan-bahan yang juga baik.

RESIST Weekly Retexturizing Foaming Treatment 4% BHA

Claim & Ingredients: exfoliant mingguan yang berbahan dasar BHA dapat secara membantu memperbaiki tekstur di wajah, memperkecil ukuran pori-pori dan membantu melawan tanda-tanda penuaan (keriput) dan kerusakan akibat sinar matahari hanya dalam 1x pemakaian. Cocok bagi mereka yang memiliki kulit normal cenderung berminyak dan kombinasi.

Bahan-bahannya: Water (Aqua), Butylene Glycol, Salicylic Acid, Cocamidopropyl Dimethylamine, Polysorbate 20, Camellia Sinensis (Green Tea) Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Sodium Ascorbyl Phosphate, Dipotassium Glycyrrhizate, Adenosine, Allantoin, Glycerin, Vitis Vinifera (Grape) Seed Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Salix Nigra (Willow) Bark Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Borage Officinalis (Borage) Extract, Ulmus Fulva (Slippery Elm) Bark Extract, Lamium Album (White Nettle) Flower Extract, Arctium Lappa (Burdock) Root Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Boerhavia Diffusa Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Carthamus Tinctorius (Safflower) Seed Oil, Polysorbate 80, Disodium EDTA, PEG/PPG-17/6 Copolymer, Aminomethyl Propanol, Potassium Sorbate, Ethylhexylglycerin, Phenoxyethanol.

Produk ini tidak menggunakan paraben sebagai pengawet melainkan potassium sorbate, ethylhexylglycerin, dan phenoxyethanol

BHA yang digunakan tidak hanya terdapat di salicylic acid, gw juga melihat ada kandungan salix alba (willow) bark extract, salix nigra (willow) bark extract.

Terdapat fatty alcohol, butylene glycol yang digunakan untuk membantu menciptakan tektur produk yang ringan dan bersifat melembabkan kulit. Produk berbahan dasar BHA biasanya memang cenderung membuat kulit menjadi kering sehingga untuk mengimbangi banyak sekali bahan-bahan yang membantu menjaga dan memberikan kelembaban bagi kulit seperti peg/ppg-17/6 copolymer, glycerin, allantoin, chamomilla recutita (matricaria) flower extract atau yang biasa disebut German Chamomile, khususnya carthamus tinctorius (safflower) seed oil memiliki kemampuan mencegah penguapan air di kulit wajah hingga 85% dan kaya akan linoleic acid (omega-6) yang merupakan fatty acid untuk membantu memperbaiki fungsi alami perisai kulit contohnya acid mantle.

I’m quite impress with the ingredients. Belum pernah gw melihat banyak sekali anti oksidan dan skin soothing di dalam suatu produk seperti camellia sinensis (green tea) leaf extract, glycyrrhiza Glabra (licorice) root extract, avena sativa (oat) kernel extract, borage officinalis (borage) extract, ulmus fulva (slippery elm) bark extract, lamium album (white nettle) flower extract, vitis vinifera (grape) seed extract, arctium lappa (burdock) root extract, boerhavia diffusa root extract, aloe barbadensis leaf extract atau lidah buaya, olea europaea (olive) fruit oil, sodium ascorbyl phosphate, dipotassium glycyrrhizate, dan adenosine. Bahan-bahan yang bersifat skin soothing baik bagi mereka yang memiliki kulit yang sensitif bahan-bahan karena tidak memicu iritasi dan banyak diantaranya yang memiliki manfaat lain seperti membantu meratakan warna permukaan kulit, menangkal kerusakan akibat radikal bebas dan matahari.

Selebihnya terdapat cleansing agent yang mayoritas berasal dari kelapa baik yang bisa diproduksi secara alami maupun sintesis seperti cocamidopropyl Dimethylamine, cukup aman digunakan di produk water-based apabila digunakan dalam jumlah sedikit. Ada juga polysorbate 20 dan polysorbate 80 berfungsi sebagai emulsi digunakan agar dua bahan yang berbeda sifat dapat bercampur seperti air dan minyak. Disodium EDTA adalah chelating agent, bahan yang mencegah trace element (mineral mikro) yang terdapat di dalam air terikat dengan bahan lainnya yang ada disuatu produk. Aminomethyl propanol digunakan sebagai pengatur tingkatan pH.

Packaging: botol berwarna biru opaque dilengkapi dengan pump. Sayangnya entah kenapa seperti beberapa produk Paula’s Choice lain yang menggunakan pump sering sekali berembun yang artinya ada produk yang terbuang. Padahal gw lihat pump dispensernya sudah tertutup cukup rapat. Karena bentuknya yang kecil dan terbuat dari plastik maka cukup travel friendly. Produk yang didapat sebanyak 45ml.

Texture & Scent: foam atau busa yang kemudian menjadi cairan tidak berwarna dengan konsistensi sedikit lebih kental daripada air biasa. Pada saat berubah dari foam ke cairan akan terdengar bunyi fizzing seperti soda yang baru dituang. Tidak lengket pada saat baru dikeluarkan dan terasa ringan. Banyak sekali yang terganggu dengan baunya, gw bahkan menemukan salah satu pengguna yang mengatakan baunya seperti dog p**p. Namun gw hanya mencium bau kimia yang tidak terlalu menyengat kecuali gw sengaja ingin mencium dan hilang setelah diaplikasikan ke kulit.

How I use it: gw menggunakan secara rutin 2x seminggu pada malam hari sehabis mencuci muka dan menggunakan toner. Dikeluarkan di telapak tangan yang bersih dan sapukan ke seluruh permukaan wajah dan leher. Cukup 1 pump untuk penggunaan di muka dan leher. Baru setelah itu dilanjutkan dengan face oil dan pelembab.

Performance: Produk ini bisa dibilang penyelamat pada saat a bad skin day. Pada saat kulit terlihat kusam, seperti “berat” karena kotoron menumpuk dalam pori-pori sehingga pori-pori terlihat membesar 10x lipat. Penggunaan 2x seminggu seperti meremajakan kembali kulit gw. Selama 2 minggu mencoba, gw tidak mengalami purging, kulit memerah dan perih pada saat penggunaan produk. Di pagi hari setelah malamnya menggunakan leave-on exfoliant, gw merasakan kulit lebih halus, sedikit lebih kenyal dan bercahaya. Kemudian produk ini baik sekali bekerja mengeringkan bakal jerawat dan jerawat yang mulai muncul dikulit seperti segera membantu mengeluarkan bakteri dan kotoran yang tersumbat di pori-pori tanpa membuat kulit menjadi terlalu kering. Cukup masuk akal karena walaupun asam salisilat memiliki sifat yang mengeringkan tetapi dikompensasikan dengan bahan lainnya yang bersifat melembabkan. Hasilnya blackhead menjadi sangat berkurang walaupun masih terdapat white heads khususnya di bagian sisi kanan dan kiri hidung. Pori-pori terlihat lebih rapat karena tidak ada kotoran dan minyak yang tersumbat. Walaupun tidak terlihat perbaikan yang signifikan di hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari tetapi lain halnya dengan acne scar. Gw benar-benar melihat hiperpigmentasi akibat jerawat semakin memudar dan kulit wajah yang lebih merata. Ada sedikit tacky feeling saat produk diaplikasikan dan sayang sekali membutuhkan waktu a solid 20 minutes sebelum produk benar-benar menyerap. Secara teori kita tidak perlu menunggu menggunakan produk lain setelah aplikasi BHA tetapi gw lebih memilih untuk menunggu sampai produk terserap ke kulit.

Verdict: Bagi mereka yang memiliki kulit bermasalah seperti gw dengan pori-pori yang cukup besar, bertekstur, minyak berlebih sehingga mudah menyumbat pori-pori menjadi blackhead, whitehead dan jerawat, this is a highly recommended product! on a skin bad days pada saat kulit gw terasa kusam dan pori-pori terlihat makin membesar, setelah aplikasi produk ini memang terlihat efek yang cukup instan bagaimana kulit menjadi lebih bercahaya, pori-pori kembali merapat, dan tekstur muka yang lebih halus. Bahan-bahannya juga sangat baik, kaya akan anti oksidan, skin soothing sehingga tidak ada namanya rasa menyengat, kulit menjadi merah dan tidak menggunakan simple alcohol yang bersifat mengeringkan kulit. Sayang sekali harganya cukup mahal antara IDR 499rb-610rb di berbagai online shop.

Overall impression kedua produk patut untuk dicoba karena ingredients-nya cukup baik, keduanya tanpa menggunakan paraben, tidak menggunakan pewarna maupun pewangi sintesis yang biasanya menyebabkan iritasi pada kulit. Tetapi apabila kalian on a budget, menurut gw Skin Perfecting 2% BHA Liquid bisa diganti dengan COSRX BHA Blackhead Power Liquid. Keduanya memiliki bahan-bahan dengan anti oksidan dan skin soothing properties sehingga dikulit gw sendiri tidak ada sama sekali down time; kemerahan, pengeluapasan kasat mata, dan perih. Gw melengkapi my before and after, dokumentasi selama 2 minggu pemakaian pertama. Foto paling kanan adalah before, ditengah hasil selama 1 minggu pemakaian dan yang terakhir 2 minggu setelah pemakaian.

That’s all for today’s review. Perlu gw ingatkan apabila kalian memutuskan menggunakan produk mengandung BHA jangan lupa gunakan tabir surya, minimal SPF 30++ (apabila tidak banyak akan melakukan aktifitas luar ruangan) karena penggunaan BHA membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap paparan sinar UV. I wish for prosperous year ahead and bless with abundance good fortune, Happy New Year 2017. See you next year, XOXO.