Hanaka Beauty Sheet Mask

A mask for every common skin' needs

Jan 11, 2017 | review | 4 comments

Hi Everyone,

Hanaka Beauty, brand skincare dari Taiwan ternyata sudah bisa didapat di Indonesia. Gw sendiri belum pernah mendengar merk ini tetapi ternyata lumayan populer khususnya masker karena memiliki berbagai macam varian dengan packaging menarik. Beberapa minggu yang lalu gw dikirimkan 4 varian sheet masks untuk mengatasi berbagai masalah kulit yaitu Hydration+, Whiteness+, Resiliency+ (anti-aging), dan Oil Control yang di-infused berbagai macam keunggulan yang berasal dari alam.

Gw memilih Hydration+ karena akhir-akhirnya ini my dry patches is going cray cray, di dagu, sisi hidung dan dibeberapa bagian di dahi. So yeah I need that extra hydration. Pilihan kedua jatuh kepada Resiliency+ (anti-aging) karena memasuki usia 35 tahun tentu saja elastisitas kulit semakin berkurang sehingga sudah muncul beberapa kerutan halus di wajah.

Hydration+ (Marine Mud & Seaweed) Botanic Treatment Reviving Facial Mask

Claim & Ingredients:

Sayangnya tidak ada website resmi dari Hanaka Beauty sehingga gw tidak bisa tahu klaim yang diusung produk ini. Informasi yang tertera di-packaging menyebutkan produk ini adalah sheet mask yang menggunakan kain rayon hitam yang memiliki kapasitas menampung air yang sangat baik dan tidak mudah robek. Bentuknya menyesuaikan dengan kontur muka dan memiliki permukaan yang lembut. Masker ini memberikan kelembaban yang sangat baik sehingga kulit wajah terlihat lebih bersinar.

Bahan-bahannya: Water, Glycerin, Dipropylene Glycol, Propanediol, Glycereth-26Xanthan GumDipotassium GlycyrrhizateNiacinamideChlorphenesinChondrus Crispus (Carrageenan), Citric AcidProplyene GlycolHoney ExtractProplyene GlycolCarbomerSodium HyaluronateIodopropynyl ButylcarbamatePhenoxyethanol, Peg-40 Hydrogenated Castor OilFragranceLeuconostoc/Radish Root Ferment FiltrateSaccharomyces/Sea Silt Ferment.

Highlight berwarna hijau adalah bahan yang sama dengan komposisi yang berbeda (jumlah bahan yang digunakan) dan kemungkinan untuk fungsi yang berbeda.

Bagi mereka yang menjalankan gaya hidup vegan hindari produk ini karena mengandung honey extractSecara singkat ingredients yang umum digunakan digunakan untuk melembabkan kulit dengan mengambil air dari udara, mencegah penguapan air dari kulit dan dari lapisan-lapisan kulit, serta keuntungan lain seperti menjadikan kulit lebih bercahaya, melawan radikal bebas, menyeragamkan warna kulit, dsb. Glycerin (humektan),  Anti oksidan ditemukan di niacinamide, dan sodium hyaluronate. Saccharomyces/sea silt ferment dan dipotassium glycyrrhizate adalah skin conditioning agent 

Salah satu anti oksidan yang mulai populer sekarang adalah chondrus crispus (carrageenan) dan juga emollient (biasanya gw terjemahkan bebas sebagai pelembab), when it actually is bahan menyerupai lilin yang akan membuat lapisan pelindung di kulit untuk mencegah penguapan air. Chondrus crispus (carrageenan) atau yang lebih dikenal dengan ganggang merah atau Irish Moss. Masih ingat face mist yang super populer di Youtube yang digadang-gadang bisa membuat kulit menjadi dewy dan bercahaya, Nah salah satu bahannya adalah red algea sebagai active-ingredients yang identik dengan zat yang dihasilkan kulit secara alami yaitu polysaccharides yang memang berfungsi untuk melembabkan, mempertahankan air, dan juga penting untuk memperbaiki dan memperbarui kulit.

Propanediol, solvent yang berfungsi untuk membantu penetrasi bahan-bahan lainnya. Dipropylene glycol, slip agent memudahkan essence masker untuk menyebar pada saat aplikasi dan berpenetrasi ke dalam kulit. Propylene glycol juga digunakan untuk membantu penetrasi bahan-bahan lainnya dan apabila disatukan bersama ingredient glycols dan glycerol bisa berfungsi juga sebagai humektan untuk menjaga kulit tetap lembab. Glycereth-26 adalah glycerin sintesis yang berfungsi sebagai thickening agent/emulsifier berperan untuk mengatur tekstur atau konsistensi suatu produk apakah ingin menjadi cair dan thin atau creamy. Fungsi yang sama juga dilakukan dengan xanthan gum dan carbomer.

Citric acid adalah AHA yang bisa digunakan sebagai exfoliant atau pH adjuster. AHA sendiri dapat membantu mempercepat pergantian sel kulit mati dengan mengangkat lapisan sel kulit mati dipermukaan paling atas kulit dan membantu kulit mempertahankan air sehingga menjaga kelembaban di wajah.

Peg-40 hydrogenated castor oil, angka 40 menandakan besar kecilnya molekul. Semakin besar maka semakin sulit suatu bahan untuk berpenetrasi ke kulit. Bahan ini biasanya tidak menimbulkan iritasi atau sensitizers namun jangan sekali-kali digunakan di kulit yang luka misalnya jerawat yang baru pecah. Biasanya digunakan untuk membantu berbagai macam ingredients untuk larut di dalam pelarut (solvent) yang biasanya tidak akan mudah untuk larut. Walaupun tidak menyebabkan iritasi atau sensitizer namun bahan ini mampu meningkatkan kemampuan suatu bahan yang berpotensi sebagai iritan, misalnya fragrance atau pewangi tambahan.

Gw menemukan multiple number of preservatives diantaranya chlorphenesin yang aman digunakan di produk tanpa bilas dengan konsentrasi maksimal 0.3% dan phenoxyethanol yang sudah disetujui penggunaannya bagi produk water-based dengan konsentrasi maksimal sebanyak 1%. Pengawet sintesis lain yang digunakan adalah iodopropynyl butylcarbamate, biasanya jumlah yang digunakan hanya 0.1% dan harus dicampur dengan pengawet lain di produk berbasis air. Leuconostoc/radish root ferment filtrate, anti microba alami yang sebenarnya adalah alternatif dari paraben dan phenoxyethanol yang berfungsi sebagai pengawet. Entah kenapa kedua bahan ini digunakan secara bersamaan.

Bahan yang menjadi concern gw adalah pewangi tambahan atau fragrance. Penggunaan fragrance secara terus menerus memiliki efek negatif terhadap kulit, bahkan ada yang bisa terlihat secara langsung seperti dermatitis kontak. Apalagi bagi mereka yang memiliki masalah seperti roscea atau kulit yang sensitif bisa memicu reaksi pada kulit.

Packaging: dikemas dalam pastik yang berwarna opaque sehingga tidak bisa terlihat produk yang ada didalamCukup baik mengingat bahan-bahan yang mengandung anti oksidan akan berkurang khasiatnya apabila terpapar oleh oksigen dan sinar. Didalamnya terdapat sheet mask dan berisikan essence, cairan sebanyak 22ml.

Tekstur & Scent: kain yang digunakan adalah sutra buatan atau rayon, khusus produk ini kainnya berwarna hitam. Gw tidak mendapatkan informasi yang pasti mengapa kain sengaja diwarnai hitam, dugaan gw adalah agar sesuai dengan namanya yaitu Marine Mud alias lumpur. But why? Padahal yang penting adalah kandungan didalam essence-nya. Satu hal lagi, entah mengapa tidak ada stiker di sheet mask sehingga sedikit sulit untuk memisahkan lembaran-lembaran kain sebelum menempelkan di muka. Kainnya sangat tipis dan lembut. Essence-nya berupa cairan dengan konsistensi yang lebih padat dan berat daripada air dengan bau khas astringent yang cukup menyengat.

How I use it: gw menggunakan setelah wajah dicuci bersih, biasanya dengan mendiamkan selama paling cepat 20 menit dan maksimal 1 jam (apabila gw memiliki waktu lebih). Namun hal ini tidak gw lakukan karena alasan yang akan gw sebutkan dibawah.

PerformanceThis is sort of first impression review karena gw tidak pernah mencoba produk dari Hanaka Beauty. Saat membuka kemasan dan menempelkan masker ke wajah, kesan pertama adalah wanginya yang tajam. Padahal fragrance adalah bahan ketiga terbawah jadi seharusnya konsentrasinya sangat kecil tetapi masih tercium bau yanag cukup tajam. Bahan masker yang digunakan mempunyai tekstur lembut tetapi tidak terlalu pas di muka, khususnya dibagian dagu. I tried to stick it to my upper chin tetapi tetap saja slide off kebawah. Selain itu terlihat sekali hilangnya daya lekat sehingga ada ruang antara muka dan sheet mask. Hal ini bisa dilihat jelas di foto gw menggunakan masker Resiliency+ karena berwarna putih.

Ritual maskeran biasa gw lakukan hari minggu sehingga kulit bisa menyerap sebagian besar essence dan membantu untuk relaksasi. Oleh karena itu, gw selalu suka memakai lebih dari waktu yang dianjurkan, minimal 20 menit. Selain wanginya yang tajam ternyata ada sensasi minty setelah 1-2 menit sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Rayon yang digunakan seperti membuat essence yang sudah menempel menguap dengan cepat, hanya dalam waktu 10 menit gw sudah merasakan masker menjadi sedikit kering. Untung 22ml adalah jumlah yang lumayan banyak sehingga essence yang tersisa bisa dengan mudah diusapkan kembali ke sheet mask. Sayang rasa tidak nyaman terus berlanjut, so I was relieved when the timer hit the 15mins mark. Mungkin karena sudah terbiasa menggunakan berbagai jenis skin care yang tidak memiliki pewangi tambahan baik alami maupun sintetis maka kulit gw menjadi lebih sensitif terhadap pewangi tambahan. Hasilnya gw tidak melihat ada hidrasi tambahan tetapi juga tidak membuat kulit menjadi kering. Seperti biasa, foto before after, sehingga kalian bisa menilai sendiri.

Verdict: Walaupun terdapat beberapa bahan-bahan yang baik seperti anti oksidan, memberikan tambahan hidrasi dan menjaga kelembaban kulit tetapi sejujurnya gw sedikit khawatir dengan banyaknya pengawet yang digunakan di produk ini. Gw sangat mengerti bahwa pengawet memang perlu dipergunakan untuk mencegah produk rusak tetapi karena jumlah prosentase yang digunakan tidak secara spesifik dicantumkan dan jenis yang digunakan sangat banyak membuat gw tidak nyaman. Kembali lagi ke preferensi pribadi, gw tidak menyukai produk yang ditambahkan pewangi tambahan yang mungkin menyebabkan rasa minty pada kulit. Efeknya pun tidak terlalu terasa bagi kulit sehingga tidak ada trade off yang membuat gw bisa menerima beberapa ketidaknyamanan produk ini.

Resillience+ Royal Jelly Q10 Botanic Treatment Reviving Facial Mask 

Claim & Ingredients:

Secara signifikan meningkatkan elastisitas dan mengencangkan kulit. Sheet-nya dibuat di Jepang dan berasal dari 100% serat kayu alami di Jepang dan dapat diuraikan secara alami oleh alam.

Bahan-bahan: Water, Butylene Glycol, Dipropylene Glycol, Glycerin, Niacinamide, Glycerin, Glyceryl Polymethacrylate, Methylparaben, Propylene Glycol, Propylparaben, PMV/MA Copolymer, 2-Phenoxyethanol, Xanthan Gum, Chlorphenesin, Dipotassium Glycyrrhizate, Carbomer, Iodopropynyl Butylcarbamate, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Geranium Robertianum Extract, Sodium Hyaluronate , C10-18 triglycerides, Sucrose, Ubiquinone, Zea Mays (Corn) Starch, Peg-40 Hydrogenated Castor Oil, Fragrance, Glycerin, Honey, Honey Extract, Peg-40 Hydrogenated Castor Oil, Propolis Extract, Propylene Glycol, Royal Jelly

Bahan yang digunakan hampir sama seperti Hdyration+ namun dengan beberapa perbedaan yang cukup menonjol seperti penggunaan paraben dan royal jelly. Highlight hijau menandakan bahan yang sama digunakan dengan komposisi berbeda. Gw akan membahas bahan yang di highlight biru karena bahan yang lain sudah dibahas sebelumnya. Produk ini tidak diperuntukkan bagi mereka yang vegan karena mengandung honey, honey extract, propolis extractdan royal jelly.

Lagi-lagi gw melihat cocktail of preservatives, yang gunakan banyak sekali diantaranya methyparabenpropylparabeniodopropynyl butylcarbamate, dan 2-phenoxyethanol.

Butylene glycol adalah fatty alkohol yang digunakan sebagai humektan (pelembab) dan juga solvent (pelarut) yang berguna untuk melarutkan atau memecah bahan lain, seperti gas, untuk membentuk larutan/solusi.

Banyak terdapat anti oksidan seperti propolis extract dan ubiquinone. Ubiquinone atau coenzyme Q10 adalah pendatang baru di dunia skin care. Pada dasarnya adalah zat yang memang diproduksi secara alami oleh tubuh kita. Digunakan sebagai anti oksidan karena membantu menetralkan radikal bebas yang merupakan salah satu sebab penuaan.

Honey, honey extractdan royal jelly digunakan sebagai pelembab. Royal jelly adalah zat yang dikeluarkan oleh lebah madu pekerja bagi ratu lebah madu yang memiliki kandungan gizi tinggi yang berguna bagi manusia. Penggunaan secara topikal bagi kulit memang bisa menambahkan kelembaban, melindungi kulit dari dehidrasi, karena memiliki kandungan air yang sangat tinggi sekitar 60-70% apabila dalam keadaan segar dan mengurangi peradangan bagi kulit. Walaupun bahan alami bukan berarti aman bagi semua orang, bisa memicu reaksi alergi bagi beberapa orang, memperparah infeksi kulit adalah beberapa diantaranya. Pelembab lainnya adalah sucrose yang mengandung monosaccharide yang bersifat melembabkan.

Selain pewangi tambahan atau fragrance, hal lain yang menarik perhatian gw adalah penggunaan triethanolamine sebagai penyeimbang kadang pH. Bahan ini banyak ditemukan di eye shadow, mascara, eyeliner, minyak wangi, foundation dan concealer untuk membantu penyebaran produk sehingga tidak cake-y. Produk yang menggunakan triethanolamine sebaiknya tidak diperuntukkan bagi produk yang bersifat leave-on atau harus dibilas karena bisa berakibat buruk bagi kulit khususnya di daerah sekitar mulut dan mata.

Sisanya adalah glyceryl polymethacrylate dan zea mays (corn starch) adalah bahan yang digunakan untuk mengatur tekstur suatu produk (viscocity control), apakah ingin berbentuk krim yang tebal atau liquid-y dengan tekstur tertentu. PMV/MA Copolymer adalah (anti static) digunakan agar tidak terjadi friksi dengan bulu-bulu halus apabila diaplikasikan di wajah. Geranium robertianum extract mengandung anti bakteri, baik sebagai astringent bermanfaat untuk membersihkan kulit dari kotoran dan minyak berlebih. C10-18 triglycerides (solvent, emollient) adalah campuran dari fatty acid triglycerides dan sebagian kecil dari fatty acid glycerides yang membantu membuat kulit menjadi halus dan kenyal dan melindungi kulit dari oxidative stress misalnya paparan sinar matahari.

Packaging: kedua varian ini memiliki kemasan yang sama namun jumlah essence yang didapat bisa berbeda dan pelindung pada rayon yang digunakanUntuk Resiliency+ essence yang didapat sebanyak 30ml dan di rayonnya terdapat stiker seperti sheet mask pada umumnya, sehingga dengan mudah bisa dikelupas untuk memasang sheet mask dimuka.

Tekstur & Scent: bahan yang sama digunakan tetapi varian ini berwarna putih. Entah mengapa, rayon di masker ini lebih rentan sobek daripada yang lainVarian ini juga memiliki bau astringent yang sama namun yang paling tidak menyengat diantara varian yang lain.

How I use it: sama seperti cara gw menggunakan masker Hydration+

Performance: Hal pertama yang gw pikirkan adalah, thank god baunya tidak terlalu tajam. Karena sheet mask sulit untuk menempel akhirnya selama pemakaian gw berkali-kali mencoba menempelkan dan meratakan ke wajah sampai akhirnya sheet mask-nya sobek. Sensasi minty masih terasa tetapi tidak seperti varian Hydration+ sehingga gw mampu memakai cukup lama, sekitar 20 menit. Essence yang diberikan lebih banyak daripada sheet mask lain yang pernah gw coba, 30ml. Sehingga walaupun bahan sheet mask membuat essence menjadi gampang menguap, masih tersisa essence yang cukup banyak untuk gw gunakan dibagian tubuh lain seperti leher dan dada. Setelah pemakaian kulit menjadi lebih lembut dan plump. 

Verdict: Apabila kalian tidak keberatan dengan penggunaan fragrance di skin care dan ingin mencoba Hanaka Beauty mask untuk pertama kalinya, gw sarankan mencoba varian Resiliency+. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif dan tidak menyukai sensasi apapun dan wangi-wangian di produk skin care, kalian akan menyukainya karena kedua hal ini lebih mild dibanding varian Hydration+. Hasilnya pun bisa dirasakan secara langsung, kulit menjadi halus dan plump pada saat dipegang.

Sheet mask ini dibanderol seharga IDR 22k tetapi jangan khawatir karena sering diadakan beberapa promosi seperti beli 5 gratis 1, gratis ongkir, dsb. Untuk pembelian kalian harus melakukan melalui line. Katalog barang dan promosi yang sedang berlangsung bisa kalian lihat langsung di Hanaka Beauty instagram account. Andaikata produk-produk lainnya tidak menggunakan pewangi tambahan dan tidak ada sensasi minty, gw akan tertarik mencoba varian lain seperti macaroon mask dan jar mask.

Disclaimer, produk ini dikirimkan untuk di review dan tulisan diatas berdasarkan penilaian pribadi. Ini bukan sponsored/paid review (alias gw tidak menerima sejumlah uang untuk melakukan review sehingga sangat mungkin pendapat gw menjadi bias). Namun perlu diingat bahwa produk mungkin akan bekerja berbeda-beda tergantung kondisi kulit dan personal preference masing-masing individu. XOXO