L'oreal Micellar Water

An average cleansing water with hefty price tag

Mar 8, 2017 | review | 8 comments

Hi Everyone,

Setelah Nivea dan Garnier kali ini giliran L’oreal mengeluarkan micellar waterI’m curious but hestitate to buy it because of the hefty price tag for drugstore cleanser. Kesempatan datang karena kebetulan micellar water gw sudah habis dan sedang ada 35% diskon untuk pembelian in-store. So I grabbed both version dan sudah mencoba kurang lebih 2 minggu, waktu yang cukup untuk memberikan opini terhadap kedua produk ini. Let’s dive in!

L’oreal Micellar Water Moisturizing (Pink Cap)

Claim & Ingredients:

Di-infused dengan ekstrak air mawar yang berasal dari Perancis membuat kulit terasa lembab, menenangkan sekaligus membersihkan kulit. Diformulasikan tanpa minyak, pewangi dan Ethanol. Cocok bagi kulit normal cenderung kering dan sensitif.

Bahan-bahan: Aqua/Water, Hexylene Glycol, Glycerin, Rosa Gallica Water, Sorbitol, Poloxamer 184, Disodium Cocoamphodiacitate, Disodium EDTA, Propylene Glycol, BHT, Polyaminopropyl Biguanide (F.I.L. B183438/2)

Bahan dan komposisi dari produk ini 90% sama dengan Garnier Micellar Water, 3 bahan teratas memiliki komposisi yang sama yaitu aqua/water, hexylene glycol, dan glycerin. Bahan yang gw highlight biru adalah bahan yang sama dengan Garnier Micellar Water sedangkan dengan highlight ungu adalah bahan yang sama dengan komposisi yang berbeda, gw sarankan kalian lihat review Garnier Micellar Water untuk mengetahui lebih detil mengenai ingredients tersebut.

4 Bahan yang berbeda adalah rosa gallica water yang ditambahkan agar sesuai dengan klaim, propylene glycol, sorbitol dan BHT.

BHT adalah anti-oksidan, rosa gallica water adalah air mawar yang dibuat dengan cara cold infusion kelopak mawar yang memiliki keuntungan sebagai anti bakteri, astringent, dan tonik untuk membersihkan kulit. Air mawar juga banyak digunakan sebagai pewangi di produk-produk skin careAda yang mengatakan bahwa hal ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit tetapi menurut gw tidak, karena wangi tersebut bersifat alami yang memang bawaan. Bukan merupakan campuran dari berbagai bahan yang walaupun alami yang sengaja dicampur untuk digunakan sebagai fragrance atau pewangi. Keuntungan lain dari air mawar adalah membantu menyeimbangkan pH kulit dan mengontrol minyak berlebih, anti radang, dan memberikan hidrasi, menyegarkan sekaligus menyegarkan kulit. Propylene glycol adalah alkohol yang terbuat dari glycerin yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan apabila digabungkan dengan glycols dan glycerin memiliki sifat hydrating (humektan atau pelembab) dan dapat membantu bahan-bahan skin care untuk berpenetrasi ke dalam kulit. Sedangkan sorbitol memiliki manfaat yang hampir sama seperti glycerin bersifat hydrating, bahan ini adalah alkohol yang berasal dari gula yang berasal dari buah-buahan, jagung, dan rumput laut dan bisa juga diproduksi secara sintesis. Sorbitol juga sering digunakan sebagai slip agent yaitu bahan untuk membantu aplikasi produk agar mudah dibaurkan dan berpenetrasi di kulit.

How I use it: PM – sebagai 1st cleanser sebelum menggunakan cleansing oil untuk mengambil makeup dan kotoran seperti debu dan keringat. Sering kali juga untuk menghapus fall out eye shadow atau membetulkan aplikasi eyeliner yang salah.

Texture & Scent: layaknya air dan sama sekali tidak memiliki bau yang khas.

Packaging: dikemas dalam botol plastik yang cukup bulky karena bentuknya kotak dengan tutup flip cap berwarna pink. Produk yang didapat sebanyak 250ml.

Moving on ke produk yang kedua, L’oreal Micellar Water Refreshing (Blue Cap)

Claim & Ingredients:

Klaim yang sama seperti produk diatas.

Bahan-bahan: Aqua/Water, Hxyelene Glycol, Glycerin, Poloxamer 184Disodium Cocoamphodiacetate, Disodium EDTA, BHT, Polyaminoproyl Biguanide, (B1629194).

Bahan yang sama dengan produk sebelumnya tetapi tidak menggunakan rosa gallica water, sorbitol, propylene glycol, dan BHT. Produk ini bahkan memiliki 99% kesamaan bahan dan komposisi yang digunakan di Garnier Cleansing Water (tutup pink) dengan perbedaan hanya menukar poloxamer 184 dari konsentrasi lebih kecil menjadi lebih besar dan menambahkan BHT. 

How I use itTexture & Scent: sama seperti produk sebelumnya.

Packaging: sama seperti produk sebelumnya hanya menggunakan tutup berwarna biruProduk yang didapat sebanyak 250ml.

Performance: untuk mempersingkat reviewperformance dan verdict gw gabung karena pada dasarnya keduanya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Gw mencari referensi bagaimana cara yang paling baik menggunakan produk ini. Kebetulan di IG get the look ID ada sebuah video dimana diperagakan cara untuk menghapus riasan mata. Skenarionya, apabila kita sedang malas mencuci muka maka tempelkan saja kapas yang sudah dituangkan produk ini selama 5 menit dikelopak mata. Setelah itu diusapkan untuk mengangkat seluruh riasan mata. Jadi, gw mencoba metode ini. Menempelkan kapas yang dibasahi produk selama 5 menit dan memang mengangkat hampir seluruh riasan mata. Tetapi gw melihat masih cukup banyak sisa riasan mata khususnya mascara dan eyeliner. Sedangkan untuk membersihkan seluruh riasan wajah, gw mengusapkan 4-6x hingga dikapas sama sekali tidak terlihat sisa-sisa make up. Pada saat menggunakan sama sekali tidak ada rasa kesat, kekeringan berlebihan di wajah, dan terasa lumayan lembab khususnya L’oreal Micellar Water tutup pink. Tidak ada rasa tidak nyaman apabila digunakan disekitar area sensitif seperti bibir atau mata (tidak perih dan panas).

Walaupun terlihat semua sudah terangkat dan secara kasat mata wajah sudah terlihat sudah bersih ternyata masih banyak make up yang tersisa. Hal ini terlihat pada saat gw melakukan 2nd cleanse menggunakan cleansing balm atau oil. Pada saat muka gw bersihkan menggunakan handuk kecil bisa terlihat sisa-sisa make up yang terangkat oleh cleansing balm atau oil. Simulasi seperti rutinitas gw sehari-hari, ditangan gw gunakan primerfoundationconcealerlip glosseyeshadowblush, pensil alis, eyeliner, dan mascara. Gw membutuhkan 4-5x usap dan dipermukaan memang terlihat bersih. Namun pada saat gw sapukan handuk basah bahkan tanpa cleansing oil bisa terlihat sisa-sisa produk yang masih ada.

Verdict: diformulasikan tanpa menggunakan pewangi tambahan, paraben, simple alcohol yang mengeringkan, dan tidak ada sensasi tidak nyaman pada saat aplikasi. Keduanya menurut gw produk ini hanya cocok digunakan sebagai 1st cleanser karena tidak bisa benar-benar membersihkan semua sisa make upThis definitely won’t clean your face in less than a minute, apalagi hanya untuk membersihkan riasan mata gw harus menunggu selama 5 menit dimana dengan waktu kurang dari itu gw bisa benar-benar membersihkan seluruh makeup dengan cleansing oil. Perbedaan keduanya, L’oreal Micellar Water tutup pink memang terasa lebih melembabkan daripada yang tutup biru.

Satu hal yang perlu gw informasikan, kedua produk ini memiliki 90-99% bahan dan komposisi yang sama dengan Garnier Micellar Water. Hal ini tentu saja akan memberikan hasil yang hampir sama. Memang ada beberapa bahan tambahan lain seperti rose gallica water, sorbitol, dll yang menurut gw tidak terlalu menambahkan kelembaban bagi kulit atau memberikan keuntungan lainnya. Lagipula gw tidak akan bergantung pada micellar water atau cleanser untuk hal ini. I think what comes after cleansing is more important and beneficial to address your skin concern, misalnya toner, pelembab, dan skin care lainnya. Untuk gw, L’oreal Cleansing Water (both versionis a pass harganya IDR 129k untuk 250ml. Sedangkan produk dengan bahan dan komposisi yang sama bisa gw dapatkan seharga IDR 30k untuk 125ml yang berarti IDR 60k untuk 250ml, jauh lebih murah dengan manfaat dan keefektifan yang sama. Memang ada beberapa bahan tambahan seperti rosa gallica water tetapi menurut gw tidak terlalu menambahkan kelembaban di kulit. Tentu saja apabila kalian merasa L’oreal Micellar Water memang memiliki keuntungan yang lebih than by all means, YOU DO YOU tetapi gw tidak akan membayar 2x lipat untuk produk yang sama terlihat dari bahan, komposisi, dan bagaimana produk tersebut “perform”. I’m sorry L’oreal but I don’t recommend nor repurchase these micellar waters. XOXO