The Ordinary Caffeine Solution 5% + EGCG

A serum to diminish dark circle and de-puff your eyes

Apr 24, 2017 | review | 16 comments

Hi Everyone,

When I first started into skin care, ada keharusan untuk membeli krim wajah dan mata. I frequently ask why and what’s the difference tetapi tidak mendapat alasan yang jelas. Setelah mencari tahu lebih lanjut ternyata karena kondisi kulit diarea wajah dan mata berbeda. Kulit disekitar mata memiliki pori-pori 10x lebih kecil sehingga krim mata harus diformulasikan dengan bahan-bahan bermolekul lebih kecil sehingga active ingredients yang memiliki manfaat bisa terserap dengan baik, lebih lembut karena kulit disekitar mata 3-5x lebih tipis, lebih halus, dan sensitif daripada area lain diwajah. Tetapi bagi gw produk yang dijual kebanyakan memiliki bahan yang sama dengan krim wajah yang dipasarkan dengan trik marketing dengan klaim berlebihan, essentially you get 1/3 of product with more expensive price ditambah dengan packaging dalam bentuk jar yang membuat bahan-bahan antioksidan berkurang khasiatnya karena dengan mudah terekspos oleh oksigen. So what the heck, I just use my face cream around the eye area.

Tren yang gw amati penggunaan kafein di krim mata yang dikatakan efektif untuk mengatasi dua masalah utama yaitu dark circle atau perubahan warna sekitar mata menjadi lebih gelap dengan mencerahkan sekaligus de-puff atau mengurangi pembengkakan. Kedua masalah ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor dari mulai gaya hidup hingga reaksi alergi. I don’t have prominent dark circle or discoloration around the eyes, yang paling terlihat hanya warna disekitar kelopak mata hingga crease yang menjadi lebih gelap. Puffiness hanya kadang-kadang terjadi apabila gw kurang tidur tetapi sangat jarang terjadi. The Ordinary Caffeine 5% + EGCG dibanderol dengan harga $6.70, cukup reasonable dibanding produk krim mata lainnya. Gw pikir tidak ada salahnya untuk mencoba, if it works then it’ll help a lot of people with more severe discoloration yang memang sangat mengganggu.

Claim & ingredients:

Serum dengan tekstur ringan dan diformulasikan dengan konsentrasi tinggi kafein sebesar 5% dan Epigallocatechnin Gallatyl Glucoside (EGCG) dimurnikan dari daun teh hijau untuk mengurangi pigmentasi dan puffiness didaerah mata. Dengan pH 4.5-5.0 dengan formulasi bebas alkohol, minyak, silikon, dan kacang, vegan, dan cruelty free.

Bahan-bahanAqua (Water), Caffeine, Propanediol, Maltodextrin, Glycerin, Epigallocatechin Gallatyl Glucoside, Gallyl Glucoside, Hyaluronic Acid, Oxidized Glutathione, Glycine Soja (Soybean) Seed Extract, Polypodium Vulgare Rhizome Extract, Cetraria Islandica Thallus Extract, Sphagnum Magellanicum Extract, Urea, Hydroxyethylcellulose, Polyacrylate Crosspolymer-6, Xanthan gum, Lactic Acid, Citric Acid, Dehydroacetic Acid, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Propyl Gallate, Dimethyl Isosorbide, Ethoxydiglycol, Benzyl Alcohol, 1,2-Hexanediol, Phenoxyethanol, Caprylyl Glycol.

I appreciate the formulation karena tidak mengandung alkohol dan pewangi karena kulit disekitar mata lebih tipis dan sensitif daripada area lain diwajah, kedua kandungan diatas berpotensi tinggi menyebabkan iritasi. Before we discuss the ingredients in detail, perlu di highlight bahwa produk ini tidak akan bekerja untuk “dark circle yang disebabkan oleh kontur alami mata, produksi melanin yang berlebihan dan puffiness yang disebabkan karena adanya timbunan lemak yang terdapat diarea bawah mata.

Kafein dikatakan memiliki kandungan antioksidan untuk melindungi sel-sel melawan radiasi UV dan memperlambat proses photoaging, perubahan kulit baik secara tekstur dan warna karena terus menerus terpapar sinar matahari dan anti peradangan untuk mencegah pembengkakan sehingga meredakan kemerahan pada kulit. How caffeine works, kafein adalah vasokonstriktor, agen yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang penggunaannya secara topikal bisa mengurangi tampilan puffiness dan dark circles yang disebabkan oleh vasodilasi. Vasodilatasi adalah pelebaran diameter pembuluh darah yang terjadi ketika otot-otot di dinding pembuluh darah mengendur (rileks). Tetapi perlu diingat kafein juga bersifat diuretik yang akan membuat kulit dehidrasi dan membuat tampilan kulit lebih halus. Oleh karena itu diperlukan bahan lain untuk melawan dehidrasi dan secara umum membantu menyehatkan kulit seperti Vit C, antioksidan lain untuk melindungi kulit dari radikal bebas, peptides yang membantu meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi tampilan garis-garis halus dan kerutan, Vit A & E yang mendorong pertumbuhan sel sehat dan membantu kulit mempertahankan kelembaban karena hasil yang diberikan oleh kafein tidak bersifat permanen. Satu lagi kelemahan dari kafein adalah kemampuannya penetrasi yang lama, kecepatannya hanya berkisar antara 2 microgram per cm2 per jam sehingga belum tentu kafein yang terdapat dalam suatu produk bisa terserap secara cepat untuk bekerja mencapai hasil yang diinginkan.

Epigallocatechin gallatyl glucoside, ekstrak teh hijau memiliki banyak keuntungan bagi kulit khusunya sebagai anti aging untuk membantu mengatasi kulit yang kendur dan kerutan karena kandungan polifenol yang merupakan antioksidan, membantu menenangkan kulit, dan secara signifikan mampu memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Polifenol yang terkandung dalam teh diklasifikasikan sebagai katekin. Teh hijau mengandung enam senyawa katekin utama: catechin, gallaogatechin, epicatechin, epigallocatechin, epicatechin gallate, dan apigallocatechin gallate (juga dikenal sebagai EGCG). EGCG adalah komponen polifenol yang paling banyak dipelajari pada teh hijau dan yang paling aktif. Sebagai senyawa polifenol utama dalam teh hijau yang bertanggung jawab atas penyembuhan dan kekuatan pelindungnya, EGCG sangat manjur dengan 25 sampai 100 kali kekuatan antioksidan vitamin A, C dan E. Epigallocatechin gallate (EGCG) bukan hanya bermanfaat bagi penggunaan secara topikal tetapi juga apabila dikonsumsi secara oral.

Propanediol digunakan untuk meningkatkan penyerapan bahan lainnya. Additive lainnya memiliki beberapa fungsi seperti bahan-bahan pengawet yaitu dehydroacetic acid, benzyl alcohol, 1,2-hexanediol, phenoxyethanol, dan caprylyl glycol. Banyaknya kandungan antioksidan memerlukan pengawet khusus untuk mencegah atau memperlambat proses penurunan kualitas antioksidan yang disebabkan oleh reaksi paparan oksigen dan akumulasi radikal bebaspropyl gallateSifat kafein yang diuretik menyebabkan dehidrasi dan The Ordinary made a smart move by adding lots bahan yang bekerja sebagai humektan, bersifat emollient, yang dapat menjaga dan menambah kelembaban bagi kulit seperti glycerinhyaluronic acid, urealactic acid, dan kombinasi dari 4 ekstrak tumbuhan yang terkenal dengan khasiat pelembab anti-aging yaitu glycine soja (soybean) seed extract, polypodium vulgare rhizome extract, cetraria islandica thallus extract, dan sphagnum magellanicum extract. 4 ekstrak tumbuhan ini memiliki kemampuan mempertahankan dan kemampuan NMF (natural moisturizing factor), kompenen yang terdapat di lapisan teratas kulit, stratum cornemum yang bertugas menjaga kadar cairan pelembab kulit. Maltodextrin sebagai binding agentoxidize glutathione berkhasiat sebagai whitening dan antioksidan. Antioksidan lainnya adalah gallyl glucosideUntuk membantu semua bahan-bahan tersebut digunakan dimethyl isosorbide yang juga membantu agar tekstur tidak menjadi berat atau bisa dibilang menjadikan bentuknya tetap cair. Hydroxyethylcellulose untuk membuat tekstur produk menjadi seperti gel dan mengatur konsistensinya. Polyacrylate crosspolymer-6, xanthan gum sebagai emulsion stabiliyzing dan viscocity controlling. Ethoxydiglycol sebagai solvent, trisodium ethylenediamine disuccinate sebagai chelating agent dan terakhir citric acid sebagai pengatur level pH.

Packaging: karena EGCG adalah bahan yang sensitif terhadap sinar maka dikemas dalam botol kaca dengan perlindungan terhadap sinar UV. Aplikatornya pipet dan produk yang didapat sebanyak 30ml.

Texture & Scent: sedikit kental tetapi tidak “seberat” Niacinamide 10% + Zinc 1% serum yang mudah bisa diratakan. I cannot describe the scent, there is a chemical feel to it tetapi akan hilang begitu diaplikasikan. Produk yang didapat sebanyak 30ml.

How I use it: AM – setelah toner gw hanya mengaplikasikan dibawah mata. PM – setelah toner, aplikasi ke bawah mata dan kelopak mata. Biasanya gw menggunakan cukup generous, 1-2 tetes.

Performance: karena teksturnya yang berupa cairan produk ini dengan mudah bisa diaplikasikan ke daerah mata tanpa menarik kulit mata. Hati-hati karena apabila aplikasi terlalu dekat ke daerah mata, produk dengan mudah bisa berpindah dan masuk ke mata, it burns my eyes! Produk ini membutuhkan waktu lama untuk benar-benar menyerap, kira-kira 5 menit. I love that once it absorbs, area mata tetap terlihat matte, kadang krim mata memiliki tampilan sedikit greasy. Gw harus menunggu produk untuk benar-benar terserap sebelum menggunakan concealer, apabila tidak maka concealer akan terlihat crack dan cake-y.

Adanya perubahan warna lebih dominan terjadi dikelopak mata bukan dibawah mata, ada seperti halo berwarna cokelat dikelopak mata gw. Foto progress yang gw gunakan kurang jelas karena tidak terlalu terlihat discoloration disekitar kelopak mata (seharusnya gw ambil dengan mata tertutup). Sedangkan masalah diarea bawah mata lebih berupa garis-garis halus dan beberapa kerutan yang terlihat sangat dominan. Ekspektasi gw adalah mengatasi garis-garis halus, membuat kulit sedikit plump dan tentu saja membuat warna kelopak mata seragam dengan warna kulit lainnya. Sayangnya menurut gw tidak ada perubahan untuk discoloration disekitar kelopak mata, serum ini hanya membantu melembabkan dan membuat kulit dibawah mata lebih plump sehingga dan garis-garis halus menjadi tidak terlihat. It’s kinda like a primer before I apply my concealer, karena kulit yang plump membuat permukaan menjadi lebih halus. Untuk masalah puffinessit does a good job apabila terjadi pembengkakan apabila gw kurang tidur. Gw memang bisa melihat efeknya secara langsung, kantung mata dan mata sembab teratasi dengan baik.

 

Verdict: serum diformulasikan dengan baik, campuran dari berbagai antioksidan, anti peradangan dan soothing agent. Untuk counteract efek dehidrasi dari kafein juga banyak digunakan bahan-bahan yang bersifat mempertahankan dan melembabkan kulit, tetapi sayangnya tidak mampu mengatasi discoloration yang bahkan tidak terlalu dominan dikelopak mata gw, jadi tidak akan memuaskan mereka yang memiliki discoloration yang dominan. Serum ini baik untuk mengatasi puffiness yang disebabkan oleh kurang tidur dan memberikan tampilan fresh eyes. Gw cukup puas dengan kelembaban yang diberikan tetapi tidak greasy sehingga kulit terlihat lebih plump dan garis-garis halus menjadi less visible. Bagi gw ini bukanlah must-haves khususnya bagi pemilik dark circle dan puffiness yang cukup berat dan yang sudah memiliki krim mata yang bekerja dengan baik. For me, efek melembabkan bisa gw dapat dengan menggunakan a simple moisturizer atau bahkan cold pressed face oilMy advice, kalau memang area bawah mata sering terlihat sembab lakukanlah pijatan gerakan memutar sekeliling mata dengan lembut atau masker mata yang sudah disimpan dikulkas secara rutin. Sering kali area tersebut menjadi sembab karena sirkulasi darah tidak lancar apalagi dengan adanya mitos memijat area tersebut akan menyebabkan keriput, just be gentle dan gunakan media yang mampu memberikan sedikit slip atau licin sehingga kulit tidak tertarik. Harga diberbagai online shop sekitar IDR 150-250k.

Terima kasih sudah membaca and I’m open for discussion, tinggalkan pertanyaan, komen atau hal lainnya yang bahkan tidak berkaitan dengan produk ini. I love to gain and share knowledge. XOXO