Felicela Brush

A venture to Japanese Drugstore Brush

May 12, 2017 | review | 6 comments

Hi Everyone,

Gw adalah seorang brush hoarder dan senang mencoba berbagai jenis kuas tetapi gw tidak pernah mencoba kuas buatan Jepang karena walaupun bermutu tinggi biasanya harganya sangat mahal dan terbuat dari bulu natural seperti Suqqu, Chikuhodo, dan Hakuhodo. Felicela (baca fe reh-Sera) mulai dipasarkan pada tahun 2014, Japanese drugstore brush yang terbuat dari bahan sintesis, nilon yang bristle-nya berukuran 0.05mm sehingga sangat halus pada saat disentuh. Variannya tidak banyak, face brush hanya terdiri dari 6 varian eye brush dan 1 lip brush.

Kuas sintesis biasanya dicat untuk menyerupai warna rambut alami namun banyak juga yang menyerupai plastik dan dikatakan cocok untuk untuk produk krim dan carian karena tidak memiliki pori-pori layaknya rambut alami yang menyerap produk sehingga jumlah produk yang digunakan lebih banyak dan membuat aplikasi menjadi lebih sulit. Kuas sintesis biasanya bristle-nya tidak gampang mencuat atau berubah bentuk atau tetap datar sehingga aplikasi yang membutuhkan ketepatan seperti eyeliner lebih mudah dilakukan, gampang dibersihkan, dan cepat kering sehabis dicuci. Gw mencoba 4 kuas dari 2 kategori yang tersedia, Felicela Pro Foundation Brush, Felicela Pro S Eyeshadow Brush, Felicela Pro L Eyeshadow Brush, dan Felicela Pro Liner Brush. I think I can give you hints should you decide to try this brand. Gw akan membahas kuas individually sebelum memberikan review keseluruhan on the general impression of these brushes.

Felicela Pro Foundation Brush

Tidak seperti foundation brush ala western brand yang biasanya bentuknya besar, kuas Felicela memiliki bentuk khas seperti layaknya kuas Jepang lainnya dengan karakteristik kecil dan sangat padat. Berbentuk dome shape, ujung yang membulat dengan bristle yang pendek. Hal ini memungkinkan aplikasi foundation secara bertahap dibagian kecil permukaan wajah, work by section sebelum meratakan keseluruh permukaan wajah. Tetapi bukan berarti tidak bisa melakukan tugas seperti kuas foundation lainnya, kuas ini juga dengan mudah bisa meratakan foundation keseluruh permukaan wajah dengan cepat. Keunggulannya karena bentuknya kecil, kuas ini dengan mudah dapat meratakan produk didaerah sempit seperti sisi hidung, dagu, dan smile linesBristle-nya padat namun sangat halus membuat foundation terlihat seamless dan aplikasi bisa disesuaikan untuk mendapatkan coverage yang diinginkan. Gw butuh sedikit adaptasi dan learning curve, tetapi begitu gw terbiasa menggunakannya gw sangat suka dengan aplikasi yang rata dan mampu menjangkau area-area kecil diwajah. Harganya IDR 295k.

Felicela Pro S Eyeshadow Brush

Bentuknya tapered alias runcing diujungnya dan pipih, gw berharap kuas ini bisa menjadi versi kecil dari MAC 217 untuk melakukan hal-hal yang lebih detil seperti meratakan eyeshadow dibagian lipatan mata (crease). Bristle-nya memang halus tetapi sangat kaku tidak fluffy sehingga tidak menghasilkan bauran yang halus. Walaupun kuas sintetis dikatakan tidak menghasilkan hasil maksimal untuk produk berbasis bubuk namun kuas ini bekerja sangat baik untuk mengambil eyeshadow shimmer, cocok sekali untuk pack on the eyelids pada saat aplikasi layaknya kuas yang rata atau flat shadow mungkin karena shimmer memiliki tekstur sehingga bisa “dipegang” diantara bristle yang terbuat dari nilon. Apabila kalian memiliki eyeshadow krim dan tidak suka untuk mengaplikasikan dengan jari-jari tangan, kuas ini sangat baik untuk mengaplikasikan sekaligus meratakan krim eyeshadow dikelopak mata. Harganya IDR 135k

Felicela Pro L Eyeshadow Brush

Awalnya gw membeli kuas ini karena bentuknya yang tapered diujung, fat karena bristle-nya yang padat, sehingga cocok untuk membaurkan aplikasi smokey eyes. Masalah yang sama dengan Felicela Pro S Eyeshadow Brush, walaupun bristle-nya sangat halus tetapi terlalu kaku apalagi dibuat dengan sangat padat sehingga tidak bisa membaurkan eyeshadow dengan baik untuk membuat meratakan ujung-ujung eyeshadow disekitar kelopak mata menjadi seamless. Bristle yang terlalu padat dan kaku membuat sangat sulit mengontrol aplikasi dan membatasi gerakan hanya menjadi kedepan kebelakang (window whipper motion), tidak bisa gw guakan untuk circular motion atau gerakan memutar. Akhirnya gw lebih sering menggunakan untuk meratakan concealer dibawah mata dan untuk contour berbasis krim ditulang pipi, it works well karena aplikasi menjadi lebih halus dan presisi. Harganya IDR 165k.

Felicela Pro Liner Brush

I love this brush! memiliki ujung melengkung, bristle halus tetapi tidak terlalu padat tetapi cukup kaku untuk melakukan aplikasi presisi didaerah-daerah yang kecil atau sempit. Kuas ini lumayan multi-tasking, diantaranya untuk membaurkan eyeshadow digaris bawah mata, aplikasi highlight disudut mata, membentuk cut creasesmudge untuk membentuk soft wing liner, dan untuk mengaplikasikan eyeshadow diatas wing liner yang gw buat dengan gel untuk tampilan lebih soft. Kuas ini worth it apabila kalian sering melakukan aplikasi eyeshadow seperti diatas. Harganya IDR 135k.

Secara umum kuas Felicela memiliki gagang yang kuat dan it has weight to it, sama sekali tidak ada kesan murah atau kopong sehingga mudah rusak. Panjang gagang hanya berkisar 13cm, lebih pendek dari kebanyakan kuas,  dengan design yang sleek berwarna hitam dengan ferulle dan merk berwarna emas, secara pribadi hal tersebut bukan merupakan masalah. Bristle-nya halus tetapi sayang karena warnanya putih sehingga susah dibersihkan apalagi bahan nilon yang digunakan sepertinya menyerap produk terlalu banyak dan memerangkap produk sehingga sulit sekali dibersihkan. On a positive notebristle tidak rontok ketika dicuci, bisa kembali kebentuk semula dengan mudah, dan cepat kering, hanya kalian harus put your elbow grease in cleaning these brushes dan terkadang harus puas walaupun masih ada noda yang tersisa. Gw menyukai kuas foundation yang gw miliki dan tidak akan ragu untuk membeli jenis yang lain seperti blush brush, highlight brush karena pada waktu gw sentuh terasa fluffy dan tidak terlalu padat. Menyentuh subjek ini, gw tidak menyarankan kuas eyeshadow seperti Pro S Eyeshadow Brush dan Pro L Eyeshadow Brush karena bristle-nya terlalu padat sehingga tidak bisa membaurkan eyeshadow dengan baik kecuali kalian akan menggunakan kuas tersebut untuk aplikasi eyeshadow berbasis krim dan untuk pack on shimmer color dikelopak mata. Untuk detailed brush, seperti Pro Liner Brush bisa dicoba apabila kalian melakukan banyak aplikasi yang memerlukan presisi atau ketepatan didaerah yang sulit dijangkau dengan kuas berukuran besar. Gw sendiri ingin mencoba Felicela Eyebrow Brush karena bisa digunakan untuk aplikasi eyeliner dimana gw menyukai kuas yang sedikit kaku.

Walaupun drugstore sayang harganya bisa dibilang cukup mahal dibandingkan kuas drugstore lainnya. Seperti saran gw diatas, kuas wajah lebih patut untuk dicoba dibandingkan kuas mata. Apabila kalian ingin mencoba secara khusus Felicela Pro Foundation Brush, kalian bisa menggunakan kode Sociolla* gw untuk mendapatkan potongan IDR 50k. You should be qualified karena harganya diatas IDR 250k. XOXO