NIOD Sanskrit Saponins

A deep cleaning routine with Ayurvedic philosphy

May 30, 2017 | review | 0 comments

Hi Everyone,

Selain The Ordinary, gw juga mencoba the core regimen dari NIOD (Non-Invasive Option in Dermal Science) dan beberapa support regimen seperti Sanskrit Saponins. Beberapa tahun belakangan, apalagi dengan populernya metode 10 steps Korean Skin Care, penggunaan chemical exfoliation khususnya AHA dan BHA menjadi lebih dominan daripada mechanical scrub yang bertujuan agar menyingkirkan sel-sel kulit mati, resurfacing lapisan kulit baru, mengurangi kerutan hingga membersihkan pori-pori tersumbat sehingga tampilan kulit menjadi lebih halus, cerah, mengurangi blackhead whiteheads, dan banyak keuntungan lainnya. Filosofi NIOD sangat berbeda, founder-nya Brandon Truaxe tidak menyarankan penggunaan acids karena dikatakan menyebabkan inflamasi atau radang yang pada akhirnya malah menyebabkan penuaan dini. Produk-produk NIOD diciptakan sebagai alternatif perawatan kulit tanpa acid yang baik bagi kesehatan kulit secara keseluruhan.

Jujur saja, I was anxious pada saat mendengar no acid treatments karena selama 1 tahun ini gw menggunakan AHA, BHA dirutinitas perawatan kulit dan It works like a charm. Kulit gw jauh lebih baik dan jerawat yang muncul hanya hitungan jari, hampir tidak ada blackheads khususnya dihidung. Acid toner merupakan andalan untuk membersihkan kotoran dan minyak berlebih dari dalam pori-pori dikulit acne prone gw. Bagaimana gw harus melakukan deep cleansing tanpa BHA? This is where Sanskrit Saponins (SS) comes in. Pembersih yang diformulasikan menggunakan “resep” Ayurweda, pengobatan tradisional holistik yang menggunakan bahan alami, dengan menggunakan surfaktan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dengan konsentrasi tinggi, tanpa diproses, tidak mengandung sulfat, ester, minyak, dan teknologi micellarLet’s go through the detail tentang konsep dan ingredients-nya.

Claim & Ingredients:

Selain klaim, gw akan menceritakan sedikit latar belakang Sanksrit Saponins. Produk ini diformulasikan bebas alkohol, minyak, silikon, vegan, dan cruelty free yang mengandung air dan kacang-kacangan dengan pH 7-7.5. SS adalah cleaning balm dengan tekstur kental yang dikemas bentuk “suspensi” asam amino dan mengandung saponins dari tanaman Ayurweda shikakai dan sapundus mukorossi dan tanpa menggunakan teknologi pembersih modern.

Pembersih yang banyak dipasaran pada saat ini ditujukan lebih kepada membersihkan makeup bukan membersihkan kulit, dari kotoran, kulit mati, dan minyak. Banyak sekali produk yang efektif melakukan hal ini namun kebanyakan tidak membersihkan kulit dan pori-pori dari bakteri, kotoran, dan minyak. Produk “pembersih makeup” membuat lapisan yang harusnya terbuang menjadi tetap menempel walaupun sudah dibersihkan dengan baik, mendorong kulit untuk tidak bekerja seperti secara maksimal seperti seharusnya. Solusi alternatif dari “gentle” cleanser digunakanlah asam yang agresif, alkohol, dan exfoliant dengan pendekatan ekstrim yang berlawanan dari “gentle“. Produk semacam ini berinteraksi dengan ikatan kulit untuk mengelupas permukaannya dan bersifat mengeringkan karena mengangkat minyak sebanyak-banyaknya. Permukaan kulit memang menjadi bersih tetapi juga menyebabkan peradangan dan mendorong paparan yang berlebihan terhadap lapisan kulit bawah terhadap lingkungan yang akhirnya menyebabkan penuaan dini.

Saponins membersihkan permukaan kulit dari sel-sel kulit mata tanpa mengelupas atau meluruhkan, membersihkan dari kotoran, dan pori-pori secara menyeluruh. SS juga menyingkirkan minyak kulit, minyak yang ada di kulit sebagai hasil sekresi sebum, berlawanan dengan teori yang sekarang ada bahwa kita tidak boleh menyingkirkan minyak yang merupakan pelindung alami kulit. Prinsip SS, kulit adalah organisme yang berfungsi untuk memproduksi minyak pelindung. Tidak membersihkan minyak pelindung ini malah discourage atau menghambat siklus daur ulang kulit secara alamiah, jadi bisa dikatakan membuat kulit tidak lagi melakukan kegiatan seperti yang seharusnya. Dan menghilangkan minyak ini secara berlebihan akan menyebabkan kulit menjadi kering atau sebaliknya terlalu berminyak sebagai kompensasi minyak yang dihilangkan. Penggunaan SS secara rutin akan meluruhkan sel-sel kulit mati yang menumpuk, blemish, pori-pori tersumbat dan kotoran. Setelah penggunaan pertama, SS akan membuat pori-pori kulit mengecil dan kulit menjadi bersih sehingga kulit terlihat bercahaya dari dalam. Cocok bagi semua jenis kulit.

Bahan-bahannya: Aqua (Water), Sapindus Mukurossi Fruit Extract, Stearic Acid, Arginine, Glycerin, PPG-26-buteth-26, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Polysorbate 60, Sodium Polyacrylate, Acacia Concinna Fruit Extract, Balanites Aegyptiaca (Desert Date) Fruit Extract, Gypsophila Paniculata Root Extract, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Sorbic Acid, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Phenoxyethanol, Chlorphenesin.

Sapindus Mukurossi Fruit Extract yang lebih dikenal dengan soapnut memiliki kandungan saponin yang tinggi. Ekstrak tumbuhan lain yang juga mengandung saponin adalah Balanites Aegyptiaca (Desert Date) Fruit Extract, dan Gypsophila Paniculata Root ExtractSaponin adalah surfaktan non-ionic yang tidak terpengaruh oleh perubahan kadar pH dan juga memiliki beberapa keunggulan disamping kandungan antioksidan dan anti peradangan seperti menenangkan kulit, menghaluskan dan sebagai emollient. Surfaktan jenis ini tidak memiliki kemampuan membentuk busa seperti surfaktan lainnya sehingga lebih lembut bagi kulit. Acacia Concinna Fruit Extract atau Shikakai selain mengandung saponins juga kaya akan vitamin C, A, D, E, dan K dan antioksidan lainnya. Selain itu mengandung antimikroba sehingga sering digunakan untuk membantu melindungi kulit dari infeksi jamur.

Arganine adalah asam amino non esensial, yang artinya tubuh kita memproduksi jumlah yang cukup dan tidak hanya diperoleh melalui diet atau bersumber dari makanan. Terkait dengan skin care, bahan ini mengandung anti oksiden yang membantu dalam produksi kolagen dan banyak digunakan di produk anti-aging seperti lotion, krim malam, dan serum. Namun belum ada penelitian yang membuktikan manfaat penggunaan arganine secara topikal terhadap regenerasi kulit.

Glycerin sangat umum digunakan sebagai humektan yang secara alami berasal dari minyak tumbuhan namun bisa juga diproduksi secara sintetis, zat yang sangat efektif dapat mengikat molekul air untuk meningkatkan kadar air di kulit. Jenis-jenis humektan lain termasuk gula (glukosa, fruktosa, sukrosa, madu), proten, asam amino, elastin, dan kolagen. Humektan umumnya menarik air kedalam kulit dari 2 tempat yang berbeda, dari lingkungan yang lembab dan meningkatkan penyerapan kulit dari lapisan kulit paling luar. PPG-26-buteth-26, emulsifier untuk menyatukan 2 jenis zat yang pada umumnya tidak bisa bersatu seperti minyak dan air. Hampir sama dengan PEG-40 Hydrogenated Castor dan polysorbate 60, keduanya adalah surfarktan yang berguna sebagai emulsifier. Sodium polyacrylate adalah thickening agent yang digunakan untuk menambah kekentalan di senyawa berbasis air yang akhirnya meningkatkan stabilitas pada formula suatu produk. Stearic acid, asam lemak jenuh yang digunakan sebagai emollient, meningkatkan kadar air dengan efek melembutkan dan sebagai emulsifier, membantu berbagai macam bahan untuk tercampur dengan baik. Selain itu stearic acid juga telah dibuktikan dapat melindungi permukaan kulit terhadap hilangnya air dan memperkuat lapisan perlindungan kulit. Trisodium Ethylenediamine Disuccinate adalah chelating agent yang mencegah formulasi yang terdiri dari berbagai bahan terikat dengan trace elements (khususnya mineral) yang ada didalam air, mencegah kontaminasi atau perubahan warna. Sorbic acid, potassium Sorbate, sodium benzoate, phenoxyethanol, chlorphenesin adalah pengawet yang digunakan.

Packaging: seperti odol jaman dulu, tabung pencet yang terbuat dari seng (?). Sayangnya kadang produk mengalir terus tanpa dipencet, jadi gw harus selalu buru-buru menutup. Produk yang didapat 90gr.

Texture Scent: mirip bumbu dapur, bayangkan bumbu pecel di supermarket yang tinggal diberikan air. Nah seperti itu hanya saja teksturnya lebih lembut, menurut gw tidak terlalu kental dan sedikit mousse-y, warnanya juga kecokelatan. Aromanya juga mirip campuran berbagai bumbu dapur, kunyit, lengkuas, kacang, tapi tanpa aroma pedas.

How I use itAM – sehabis olahraga untuk membersihkan wajah dan leher dari sisa keringat dan minyak. PM – sehabis 1st cleanser dan gw tidak lagi menggunakan 2nd cleanser yang biasa gw gunakan. Walaupun petunjuk pemakaian menganjurkan membasahi kulit sebelum memakai produk, gw tidak pernah melakukan hal tersebut. Produk yang gw gunakan sebanyak 1 buku jari telunjuk, basahi dengan sedikit air dan usapkan di wajah dan leher yang kering. Apabila gw merasa kulit perlu ekstra cleaning, gw gunakan sebagai masker dengan cara mendiamkan selama 5 menit sebelum membasuh wajah dan leher. Jangan diusapkan ke area mata.

Performance: seperti yang dijelaskan diatas, cleanser ini tidak ditujukan untuk mengangkat makeup tetapi untuk membersihkan kulit. Gw harus menghapus makeup terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Pada waktu gw pertama kali memakai, I was a bit taken aback by the smell karena tidak terbiasa dengan aroma dari tumbuh-tumbuhan alami seperti itu. Benar-benar seperti mengoleskan bumbu dapur ke muka, tetapi aroma tersebut akan menipis apabila dicampur dengan air dan diusapkan ke kulit wajah. Lama-lama gw cukup terbiasa dengan aromanya dan sekarang tidak lagi terganggu.

Konsistensi mousse-y, sedikit pekat atau kental walaupun sudah dicampurkan dengan air sehingga membentuk adonan bumbu kacang berwarna cokelat seperti masker lumpur. Saat terkena kulit sama sekali tidak ada rasa perih dan rasa tidak nyaman lainnya. Produk dengan mudah dibasuh dengan air tanpa meninggalkan residu apapun dikulit. Bedanya dengan cleanser lain yang setelah dibasuh kulit terasa tetap lembab, terasa sekali semua minyak menjadi terangkat hingga permukaan kulit menjadi halus tetapi tidak kesat. Setelah hampir 2 minggu gw memakai, pori-pori terlihat tetap terjaga, refined seperti apabila gw menggunakan acid toner secara rutin. Walaupun minyak terangkat dari permukaan kulit tetapi ternyata produksi minyak tidak menjadi berlebihan sebagai kompensasi minyak yang sudah dibersihkan. Hanya saja, gw memperhatikan beberapa blackheads mulai muncul dibatang hidung dan bermunculan jerawat disekitar pipi. Untungnya SS tidak memperburuk kondisi jerawat sehingga menjadi meradang tetapi SS juga tidak terlalu membantu mencegah timbulnya jerawat.

Verdict: I enjoy this product tetapi ini hanya tambahan yang baik apabila gw sedang ingin benar-benar membersihkan kulit secara menyeluruh, misalnya sehabis melakukan aktifitas outdoor. Sanksrit Saponins juga bisa menggantikan masker deep cleaning yang biasa digunakan 2-3x. Pori-pori terlihat refined tetapi sayang SS tidak bisa menggantikan acid toner mengandung BHA yang sangat bermanfaat bagi pemilik wajah acne proneI was completely blackheads free with only few acnes here and there when I used BHA based acid toner. Munculnya blackheads dan jerawat menurut gw bukanlah purging atau breakout karena tidak cocok akan salah satu ingredients, hanya sekresi minyak atau sebum yang lebih banyak dari orang normal, I have oily/combo skin sehingga tentu jumlah minyak yang kemudian bercampur dengan kotoran juga lebih banyak. It’s simply a sign bahwa kulit gw perlu sesuatu yang lebih ampuh untuk membersihkan kotoran dan minyak yang menyumbat pori-pori. BHA benar-benar bekerja hingga kedalam pori-pori untuk melarutkan dan unclogging my pores. Apabila kalian memiliki budgetit’s always good to have this sort of product in your arsenal tetapi jika kalian on a budget tidak ada gunanya membeli produk yang sifatnya hanya tambahan. Harga berkisar antara IDR 370-480k.

Untungnya jerawat gw sekarang sudah mulai mereda, I’ll be a tropper and continue to try NIOD core and support regimen sebelum kembali menulis mengenai skin care line ini. I love you have a bless Ramadhan and I’ll see you soon. XOXO