Clinique Take The Day Off Cleansing Balm

An acne-prone friendly cleansing balm

Jun 8, 2017 | review | 2 comments

Hi Everyone,

Masih seputar oil based cleanser, kali ini gw merambah ke cleansing balm. Sebelum membeli Clinique Take The Day Off Cleansing Balm, sebenarnya gw sudah mencoba mencari alternatif yang lebih murah. Sayang kebanyakan produk affordable mengandung 2 bahan yang gw hindari yaitu mineral oil dan shea butterFun fact, bagi pemilik acne-prone skin sebaiknya menghindari penggunaan shea butter karena tingginya kandungan oleic acid hingga 70%. Kulit acne-prone biasanya memiliki presentase linoleic acid yang rendah dan tinggi akan oleic acid diminyak alami yang dihasilkan oleh kulit. Rendahnya kandungan linoleic acid dikatakan sebagai salah satu menyebab jerawat. Pada waktu kulit kita kekurangan linoleic acid, minyak alami yang dihasilkan oleh kulit menjadi pekat dan lengket sehingga menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat. Jadi gw sangat berhati-hati untuk tidak menggunakan minyak yang memiliki kandungan oleic acid yang tinggi. Bagi pemilik kulit yang cenderung berjerawat yang ingin menggunakan oil based product gunakanlah produk dengan kandungan linoleic acid yang tinggi misalnya safflower oil, rosehip oilgrapeseed oil, dll. Minyak ini biasanya memiliki konsistensi  lebih ringan dan dapat membantu merawat, melindungi, sekaligus menyeimbangkan kadar fatty acids tanpa resiko menyumbat pori-pori yang menyebabkan timbulnya jerawat.

Claim & Ingredients:

Makeup remover dengan tekstur ringan yang mampu dengan cepat melarutkan makeup dan sunscreens, membersihkan dengan baik tanpa meninggalkan residu. Secara lembut menyingkirkan polusi yang menyebabkan kulit menjadi stress untuk tampilan yang lebih muda. Tidak berminyak dan membuat kulit kering, cocok bagi semua jenis kulit.

Bahan-bahan: ethylhexyl palmitate, carthamus tinctorius (safflower seed oil), caprylic/capric triglceride, soberth-30 tetraoleate, polyethylene, peg-5 glyceryl triisosteatate, water, tocopherol, phenoxyethanol.

Gw menemukan 3 minyak yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan yang disertai bahan additive lainnya.

Lipid secara teknis adalah molekul kimia atau senyawa yang tidak larut dalam air. Senyawa lemak seperti lemak hewan dan minyak tumbuh-tumbuhan terbuat dari lipid. Ada berbagai jenis lipid salah satunya adalah asam lemak. Ethylhexyl palmitate adalah ester yang berasal dari campuran asam lemak jenuh (saturated fatty acid) yang merupakan komponen utama dari minyak yang berasal dari kelapa dan kelapa sawit (palmitic acid) dan fatty alcohol yang banyak digunakan sebagai emollient dan texture enhancer karena teksturnya yang mirip silikon untuk mempermudah mengaplikasikan produk secara merata dikulit. Bahan ini dikatakan memiliki rating comedogenic yang tinggi karena berasal dari kelapa dan kelapa sawit. Namun perlu diingat bahan ini hanya bersifat emollient tetapi tidak occlusive (suatu zar yang membentuk lapisan film tipis dikulit dan mencegah hilangnya air dikulit untuk menjaga kelembaban). Bahan-bahan yang memiliki sifat occlusive yang baik dapat menyumbat minyak dan kotoran dipori-pori karena lapisan film yang dibentuk sehingga memicu timbulnya jerawat. Comedogenic rating dapat berubah apabila suatu bahan sudah melalui proses penyulingan dimana terjadi proses penggabungan dengan zat lainnya yang kemungkinan besar akan menghilangkan atau merubah zat yang dikatakan menyebabkan komedo.

Carthamus tinctorius (safflower seed oil) berfungsi sebagai lubrikan dipermukaan kulit untuk memberikan tampilan kulit yang lebih lembut dan halus. Minyak yang berasal dari tumbuhan safflower ini adalah minyak tumbuhan yang tidak memiliki aroma dan memiliki asam lemak atau fatty acid dengan kandungan utama linoleic acid. Minyak ini biasa digunakan sebagai emollient dan mengandung antioksidan.

Caprylic/capric triglceride atau juga disebut kaprilat/kaprat trigliserida adalah suatu ester campuran dari asam lemak kaprilat dan kaprat berasal dari minyak kelapa dengan gliserin. Minyak adalah emollient yang baik karena menahan hilangnya kelembaban dan memiliki campuran asam lemak yang digunakan oleh kulit untuk memperbaiki permukaannya. Caprylic/capric triglyceride juga berfungsi sebagai dispersing agent, membantu meningkatkan penyerapan vitamin dan active ingredients lain. Teksturnya yang berminyak membantu tekstur produk menjadi lebih kental dan memberikan slipperiness, tekstur menjadi licin dan halus sehingga membantu kemampuan produk untuk diratakan dan kulit terasa tetap lembut. Minyak kelapa murni adalah salah satu bahan comedogenic dan karena caprylic/capric triglyceride berasal dari minyak kelapa maka banyak yang takut menggunakan produk yang mengandung bahan ini. Namun dari beberapa artikel yang gw baca mengatakan karena sudah melalui proses khusus untuk mengambil manfaat dari ester asam lemak yang spesifik dan kemudian disempurnakan untuk menghilangkan residu asam lemak untuk menghasilkan ester murni sehingga tidak lagi memiliki sifat comedogenic layaknya minyak kelapa murni.

Polyethylene digunakan sebagai viscocity controlling untuk mengatur kekentalan dari suatu produk. Soberth-30 tetraoleate dan Peg-5 glyceryl triisosteatate adalah surfaktan yaitu bahan yang dapat mencampurkan dua cairan yang umumnya tidak saling bercampur seperti minyak dan air, karena menurunkan tegangan permukaan cairan. Oleh karena itu sering digunakan sebagai emulsifier yang berfungsi agar campuran dari bahan-bahan dalam kosmetik tetap stabil dalam jangka watu yang sangat lama. Kedua bahan ini dapat lebih optimal mengangkat makeup daripada hanya mengandalkan minyak dan juga membantu agar produk lebih mudah untuk dibasuh, walaupun terkadang akan meninggalkan lapisan film yang tipis. Water atau air digunakan sebagai solvent yaitu melarutkan semua bahan-bahan menjadi satu. Tocoperol vitamin e alami yang biasanya berasal dari minyak nabati, kandungan antioksidannya membantu menjaga kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dan kerutan. Anti oksidan berguna untuk menghilangkan atau memperlambat proses oksidasi dengan cara menetralkan atau menghilangkan radikal bebas dikulit. Apa sih oksidasi? Reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas yang memicu reaksi berantai sehingga dapat merusak sel. Phenoxyethanol digunakan sebagai pengawet

Packaging: dikemas dalam jar yang cukup kokoh (jatuh berkali-kali tetapi tidak pecah) dengan tutup ulir karena. Gw tidak terlalu menyukai packaging semacam ini karena takut produk menjadi terkontaminasi oleh air dan bakteri, sebelum menggunakan pastikan tangan sudah bersih dan kering atau gunakan spatula. Produk yang didapat sebanyak 125ml.

Texture & Scent: memiliki tekstur hampir mirip glysolid dengan konsistensi lebih tipis dan lebih ringan. Beraroma layaknya minyak goreng. Saat diratakan ke kulit, aromanya akan sedikit tercium tetapi hilang setelah produk larut dikulit.

How I use it: AM – sangat jarang, hanya apabila gw ingin melakukan face massage. PM – sebagai 1st cleanser, gw menggunakan diseluruh wajah, mata, bibir, leher, dan décolletage. Ambil produk secukupnya dan ratakan dikulit yang kering, pijat dengan lembut untuk membersihkan wajah. Gw lebih suka menggunakan handuk kecil dengan air suam-suam kuku untuk menghapus produk dari wajah sekaligus sebagai untuk meluruhkan sel-sel kulit mati secara halus.

Performance: pada waktu pertama kali melihat, gw khawatir melihat konsistensi yang seperti terlalu kental sehingga susah diratakan ke kulit. Tetapi ternyata lembut dan memiliki konsistensi yang tidak terlalu tebal dan cukup mudah terurai dan gampang sekali diratakan ke kulit. Gw kaget karena tidak terlalu greasy layaknya oil cleansing biasa, lebih terasa seperti dry oil tetapi masih cukup licin sehingga tidak menarik kulit pada saat melakukan gerakan untuk meratakan produk kepermukaan wajah. Gw menggunakan keseluruh wajah termasuk mata dan bibir, leher, hingga pangkal leher dengan gerakan memutar.Makeup luntur dengan cepat tanpa perlu susah payah memijat atau menarik kulit wajah secara agresif. Biasanya walaupun lipstick sudah gw hapus menggunakan micellar water terlebih dahulu tetap ada sisa yang masih terperangkap diantara kerutan. Selain sisa produk, gw juga melihat kulit mati dibibir diangkat dengan lembut layaknya menggunakan lip scrub. Untuk bagian mata, produk ini mengalami sedikit kesulitan khususnya untuk mascara hingga gw harus memijat diantara bulu mata agar mascara tidak tertinggal, tetapi hal ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Untuk membasuh gw lebih memilih handuk sekaligus sebagai gentle mechanical exfoliation, jangan menggosok terlalu keras. Walaupun dibersihkan dengan air juga sudah cukup, produk ini sama sekali tidak meninggalkan residu minyak. Gw tidak mengalami breakout selama hampir 3 bulan pemakaian secara rutin

Verdict: Sesuai dengan klaimnya, produk ini cocok bagi semua jenis kulit, tidak terlalu “berat” bagi acne-prone skin sehingga menyumbat pori-pori dan memberikan kelembaban yang cukup bagi mereka yang memiliki kulit kering. Ingredients baik walaupun ada 2 yang masuk comedogenic, yaitu ethylhexyl palmitate dan caprylic/capric triglceride karena berasal dari kelapa dan kelapa sawit yang sudah melalui berbagai proses penyulingan dan tergantung berapa presentasenya dalam suatu produk. Diformulasikan tanpa pewangi tambahan, cocok bagi pemilik kulit sensitif dan tidak menggunakan paraben bagi mereka yang sensitif atau menghindari produk yang diformulasikan dengan paraben. Gw tidak perlu menggunakan micellar water ataupun makeup remover lainnya untuk menghapus makeup. Produk semacam selain menghemat waktu tetapi juga benar-benar membersihkan wajah dengan baik. I literally need 2 minutes to wipe off all my makeup, bukan hanya seperti demo marketing in some product *micellar water, uhuk*. Hanya saja harganya mahal, IDR 500k. Disatu sisi memang lebih hemat karena tidak harus menggunakan berbagai macam cleanser tetapi disisi lain masih ada produk lain yang lebih murah dan bekerja seefektif cleansing balm ini.

Gw berharap adanya varian cleansing balm affordable apalagi buatan lokal tanpa mengandung shea butter tetapi untuk sekarang agaknya harus berpuas diri menggunakan Clinique Take The Day Off Cleansing Balm. Manfaat cleanser yang baik benar-benar membantu kulit gw menjadi lebih sehat dan rutinitas double cleanse dengan oil based cleanser dan diikuti gel atau krim menjadi pilihan yang paling baik untuk saat ini. XOXO