Aplikasi Antrean Paspor

An efficient way to get your passport done

Jun 26, 2017 | blog rahayu savitri | 6 comments

Hi Everyone,

This is quite an unusual post, kali ini gw mau cerita sedikit tentang betapa mudahnya mengurus dokumen perjalanan yang paling utama, paspor. Gw selalu menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengurus dokumen seperti ini karena MALAS, yeap malas berhadapan dengan birokrasi dan antri berjam-jam dari subuh belum lagi dokumen yang harus diserahkan juga tidak jelas. I ain’t got no time for that bulls**t. A friend of mine who happens to work for Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memberitahu kemudahan mengurus paspor sendiri hanya dengan menggunakan apps. Basically, apps ini membantu kita untuk mendapatkan jadwal yang pasti kapan harus datang untuk menyerahkan dokumen dan diambil data-data biometric yang dibutuhkan khususnya bagi yang menginginkan e-paspor. I was sceptical, is it really that easy? I had to take that leap of faith because well I need to renew it for my next trip. Ternyata, it worked perfectly dan tanpa memakan waktu lama paspor baru gw bisa diambil.

Gw akan jelaskan sedikit ya step by step karena masih banyak yang ternyata belum mengetahui secara detil caranya sekaligus berbagi pengalaman.

Step 1: Download aplikasi di Google Play Store.

Yeap, tentu saja kamu harus download aplikasi antrean paspor. Sayang banget aplikasi ini hanya tersedia di Android. Entah kenapa tidak tersedia bagi mereka yang menggunakan iPhone. Oh ya, mekanisme ini hanya berlaku di Jakarta saja which is such unfortunate. Gw menunggu layanan ini di-expand sampai seluruh Indonesia.

Step 2: Pilih kantor imigrasi yang ingin kamu datangi dan isi jadwal yang dikehendaki.

Disini bagian yang paling memudahkan dan merubah wajah pelayanan imigrasi! Gw bisa memilih hari/tanggal yang diinginkan. Ditahap ini juga diharuskan untuk mengisi data-data seperti no. KTP, e-mail, telepon, dsb. Gw tinggal menunggu e-mail konfirmasi yang akan memberikan informasi kapan tepatnya gw harus datang (apakah hari yang gw pilih kosong sehingga aplikasi gw bisa diproses).

Step 3: Check your e-mail dan print jadwal konfirmasi.

E-mail konfirmas akan dikirimkan untuk memberitahu jam berapa kehadiran kamu diharapkan di kantor imigrasi pilihan kamu. Jangan telat ya, pastikan hadir minimal 15 menit sebelum jadwal yang diberitahu.

Sebelum datang ke kantor Imigrasi, pastikan dulu dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Gw mengikuti instruksi yang tertera di halaman resmi Direktorat Jendral Imigrasi, tidak kurang dan tidak lebih.

Step 4: Datang tepat waktu, bawa dokumen lengkap, dan lakukan pembayaran.

I actually came earlier than scheduled, 1 jam sebelum jadwal yang ditentukan. Ternyata gw tidak harus menunggu sampai jam 1pm sesuai jadwal. It’s 1st come 1st serve basis. Gw tinggal mengambil nomor antrian, mengisi formulir yang diberikan secara gratis kemudian prosesnya sudah beres, foto dan biometric sudah di dokumentasikan. Diperlukan waktu sekitar 40 menit. Pembayarannya bagaimana? Gampang banget, tinggal bayar di Bank BRI yang terletak di lantai dasar kantor Imigrasi. Biaya tergantung dari paspor apa yang gw inginkan. Untuk e-paspor dengan 48 halaman, IDR 650k. Setelah itu, gw hanya perlu menunggu 3 hari kerja terhitung setelah pembayaran untuk datang kembali dan mengambil paspor tersebut. Jangan lupa menyimpan tanda terima, disana tertera nomor pemohon untuk memeriksa apakah paspor sudah jadi.

Step 5: Cek melalui Whatsapp Group! 

Tidak usah bingung untuk cek apakag paspor siap diambil. Untuk memudahkan memeriksa gw tinggal whatsapp ke nomor resmi +62 81381710123 dan mencantumkan nomor permohonan. Langsung dijawab dengan sangat detil kapan gw bisa datang dan mengambil paspor.

Step 6: Your passport is ready.

Tinggal datang ke kantor imigrasi, scan barcode yang tertera di bukti pembayaran. I got mine in just 5 minutes, yey. Tidak sempat datang, no problemo. Sertakan surat kuasa bermaterai dan kamu bisa meminta anggota keluarga lain/teman untuk mengambil.

See how easy it is! Gw kagum dengan perubahan seperti ini, tidak perlu lagi menyewa orang lain atau menghabiskan waktu seharian untuk mengurus paspor. Efisien, murah, dan tidak lagi berbelit-belit. Informasi yang gw dapat cukup cepat dan singkat, kapan, dimana, apa saja yang dibutuhkan, pembayaran and it’s all under one roof.

Long story short, I’m beyond impressed dan bangga dengan perubahan birokasi semacam ini. Gw hanya berharap lebih mengakomodir semua pihak, misalnya pengguna iPhone dan bagi mereka yang berdomisili diluar Jakarta. Kalian yang ingin memiliki paspor, tidak usah pakai “calo” lagi ya  🙂 Let’s support government effort to eliminate this sort of practices. I applaud the effort and hope other government services follow suit.

Kalau kamu juga sedang merencanakan travelling maybe for Xmas Holiday or New Year, lemme know your experience. Tantangan terberat sebagai WNI adalah menyiapkan dokumen perjalanan dengan segala kerumitannya but you just gotta do what you have to do. I’ve got 1 more headache, Schengen visa *cringe*, wish me luck. I’ll share with you my experience once I got everything in hand. XOXO