Bourjois Healthy Balance Unifiying Powder

A (not) 10 hour matte finish powder

Jul 7, 2017 | review | 4 comments

Hi Everyone,

Bourjois adalah salah satu merk drugstore favorit gw. I like their foundationliquid lipstick, concealer dan lip liner. Gw selalu ingin mencoba Bourjois Healthy Balance Unifiying Powder, sayangnya di Indonesia pilihan warnanya terbatas hanya sampai 53 Beige Clair. Entah kenapa Bourjois Indonesia sepertinya enggan memasukan warna yang lebih gelap dan alienated pemilik warna kulit yang lebih gelap yang merupakan majoritas warna kulit wanita Indonesia. Jadi gw tidak lagi memaksa membeli produk mereka, if it’s not available in Indonesia then I won’t pay more money by ordering online. Not worth the hassle especially if the brand thinks catering for women with darker skin color is not importantAnyway seorang teman kebetulan bepergian ke KL dimana pilihan warna dan harganya lebih murah. Jadi gw membeli bedak ini dengan warna yang sesuai. Gw perlu setting powder yang mampu menahan minyak di daerah t-zone tetapi tidak berat sehingga hasil akhirnya menjadi cake-y dan powder-y. 2 Hal yang biasanya terjadi di bedak dengan hasil matte.

Klaimnya mengatakan bedak ini meningkatkan tampilan kulit bercahaya dan menyeragamkan warna kulit. Diperkaya dengan ekstrak buah-buahan untuk mengembalikan kesehatan dan keseimbangan kulit, ekstrak Yuzu untuk mengontrol minyak dan Sharon Fruit agar tetap melembabkan. Teksturnya yang ultra-fine sehingga mudah diratakan dan ringan, memberikan finish matte yang bertahan hingga 10 jam dan memberikan kesan natural healthy glow.

Packagingcompact tipis dilengkapi dengan cermin dan tutupnya cukup kuat sehingga tidak gampang terbuka saat traveling. Sayangnya tidak ada tempat untuk sponge atau puff, tujuan dari compact adalah untuk touch up kapan dan dimana saja tanpa perlu menggunakan alat lain. Gw harus membawa powder brush untuk mengaplikasikan produk sehingga kurang praktis. Kemudian merk hanya ditempel menggunakan stiker instead of printing in the actual compact. Jadi cepat rusak dan terlihat jelek. Produk yang didapat sebanyak 9gr.

Texture Scent: teksturnya sangat halus dan lembut dengan kick off yang tidak terlalu banyak. Memiliki aroma campuran antara buah-buahan dan kosmetik jaman dulu. I don’t really like it, untungnya tidak terlalu tercium kecuali gw benar-benar mendekatkan hidung ke produk.

PerformanceShade yang tersedia ada 4 yaitu 52 Vanille, 53 Beige Clair, 55 Beige Foncé, 56 Hâlé Clair. Gw membeli warna 55 Beige Foncé, sesuai namanya produk ini berwarna cokelat dengan undertone olive atau kehijauan daripada kuning. Warna ini sedikit terlalu putih, kulit gw kira-kira NC 40 dan shade 56 lebih cocok. Tetapi tidak terlalu masalah karena produk hanya bersifat tinted berbeda dengan foundation yang memiliki pigmen yang lebih opaque.

Gw sangat terkejut pada waktu swatch dan mengaplikasikan ke wajah, it’s super finelly milled, ringan, dan tidak terasa chalky. Warnanya tidak memberikan coverage tambahan hanya bersifat tinted dan dapat warna foundationyou can get away with 1-2 shade lighter or darker tetapi tidak lebih. Karena apabila terlalu terang/gelap maka warna wajah akan terlalu kontras dengan warna leher dan bagian tubuh lain yang tidak tertutup. I like the finish look yang membuat wajah terlihat lebih bercahaya dengan soft-matte finish. Bercahaya seperti kulit yang sehat bukan mencerahkan warna kulit alias merubah warna kulit menjadi putih. Justru hal ini gw hindari karena wajah akan terlihat abu-abu apabila memakai produk dengan tone yang tidak tepat. Selain itu walaupun gw memakai produk yang sedikit banyak tidak membuat wajah menjadi cake-y dan berat dengan hasil akhir yang terlalu matte. Gw tidak melihat bedak ini menempel di daerah kering, dry patches dan membuatnya terlihat jelas.

Sayangnya tidak terlalu bekerja dengan baik untuk my mini baking technique, dimana gw mengaplikasikan bedak sedikit lebih banyak dibawah permukaan mata dengan sponge basah untuk membuat cekung tersamarkan. Terlihat membuat under eye menjadi sedikit kering. Jadi cukup lakukan cara biasa yaitu set under eye dengan kuas, concealer tetap awet sepanjang hari dan terlihat halus. Bagaimana dengan klaim tetap matte hingga 10 jam, unfortunately it fails miserably. Wajah terlihat berminyak alias mengkilap 2 jam setelah aplikasi khususnya didaerah t-zone. Gw sudah mencoba dengan kombinasi primer dan matte foundation tetapi tetap saja wajah terlihat berminyak setelah maksimal 3 jam.

Disini gw menggunakan Bourjois Healthy Balance Unifying Powder bersama dengan NYX Total Control Drop Foundation dicampur dengan MAC Waterweight Foundation. Finish-nya terlihat natural sekali dan membuat kulit terlihat sehat.

Verdict: Dinilai dari klaimnya, Bourjois Healthy Balance Unifying Powder tidak mampu membuat kulit menjadi matte selama 10 jam. Not even close! Hasilnya pun tidak terlalu matte. Jadi, bagi  yang menginginkan full on matte finish dan tidak touch up lebih lama, maka produk ini bukan untuk kalian. Tetapi, honestly gw menyukai bedak ini karena hasilnya yang soft matte dan kulit terlihat lebih sehat, tidak cake-y, tidak terlihat berat dan powdery. Gw sering merasa serba salah menggunakan mattifying powder karena hasil akhirnya yang membuat wajah menjadi berat dan kering. Hal ini akan mempengaruhi performance dari produk lain seperti under eye concealer yang menjadi crack karena penggunaan bedak yang terlalu kering. Sehingga gw tidak keberatan untuk selalu touch up karena walaupun aplikasi dilakukan berkali-kali sama sekali tidak ada kesan powdery dan wajah tetap terlihat fresh. Harganya IDR 162rb di konter resmi Bourjois.

I hope this review is helpful dan beritahu di seksi komen bedak kesukaan atau ceritakan preferensi kalian, apakah menyukai touch up yang tidak terlalu sering atau mungkin lebih suka menggunakan setting sprayUntil next time, XOXO