Beauty Story Romantic Eye Pencil

A pretty packaging with no quality

Jul 10, 2017 | review | 2 comments

Hi Everyone,

Eyeshadow memiliki beragam warna, tekstur (krim, powdergel to powder, etc),  finish, belum lagi kuas untuk aplikasi. Hal ini bisa membuat mereka yang baru memulai menggunakan makeup menjadi terintimidasi dan takut untuk mencoba. Gw menyukai eyeshadow stick karena mudah untuk diaplikasikan, bisa diratakan dengan jari, pigmentasi yang baik dan tahan lama. Oleh karena itu produk semacam ini cocok bagi pemula maupun orang yang menginginkan riasan mata sederhana yang cepat namun tetap terlihat polish and presentable. Merk lokal belum banyak yang mengeluarkan eyeshadow stick, setahu gw hanya PAC dan Beauty Story. Gw memilih Beauty Story karena merk ini terhitung baru dan memiliki packaging yang sangat cantik. Too bad gw tidak mendapatkan informasi apapun mengenai latar belakang merk ini, seperti siapa founder-nya, how they get started, dsb. Gw tertarik mengenai hal-hal semacam itu, especially to know the face and brain behind a brand.

Beauty Story Romantic Eye Pencil dikatakan memiliki formula dengan teknologi tinggi agar dapat bertahan lama, dengan tekstur halus dan ringan. Memiliki dual fungsi sebagai eyeshadow dan eyelinerColor pay off yang baik membuat aplikasi menjadi rata dan tidak streaky.

Packagingretractable mechanism dengan desain yang sangat menarik dan fungsional. Dilengkapi dengan rautan diujungnya yang bisa ditarik dengan mudah agar produk tetap pointy saat digunakan sebagai eyeliner. Gw juga suka warna produk bisa dilihat sesuai dengan warna pada tabung masing-masing. Produk yang didapat sebanyak 1.5gr.

Texturecreamy sehingga dapat diaplikasikan dengan mudah dengan konsistensi tebal menyerupai lilin.

Performance ColorI wish there are more shades. Jujur saja warna yang tersedia sulit sekali digunakan untuk kegiatan sehari-hari bagi wanita dewasa atau di lingkungan kerja yang konvesional (baca: kolot). The two most wearable colors are petal dan cloudy. Sedangkan 2 lagi hanya bisa gw gunakan untuk weekend contohnya. Selain itu ada beberapa faktor yang cukup membuat gw menilai produk ini perlu reformulation agar menjadi lebih baik. Gw bahas secara detil ya masing-masing warna.

L-R: Petal, Mist, Cloudy

  • Petal – warna champange pink dengan finish matte warna yang cocok untuk waterline mata bawah. Cukup baik digunakan sebagai eyeshadow base, mampu memegang powder eyeshadow sehingga tidak crease dan tahan lebih lama. Sebagai liner di waterline bawah mata hanya bertahan antara 3-4 jam sebelum memudar. Gw mencoba menggunakan sebagai eyeshadow, tekstur yang terlalu creamy dan sedikit waxy membuat produk terlalu mudah bergeser pada saat diaplikasikan sehingga tidak bisa build up. Pigmentasinya lemah sehingga memerlukan beberapa kali usap. Tetapi begitu gw menyapukan layer baru maka akan menggeser layer yang diaplikasikan terlebih dahulu. Hasilnya sangat terlihat patchy, apabila ingin menggunakan sebagai base gunakan eyeshadow dengan warna yang sangat muda agar patchiness-nya tidak terlihat.
  • Mist – warna baby blue dengan finish shimmerSwatch yang gw lakukan memerlukan 3x4 kali usap untuk mendapatkan warna yang opaque. Pada saat gw aplikasikan begitu diratakan warna terlihat terlalu tipis dan dalam 2 jam terlihat muddy hingga tidak bisa dibedakan dengan cloudy. Gw mencoba menggunakan sebagai eyeliner dan sulit mendapatkan pigmentasi yang diinginkan walaupun gw sudah berulang kali mencoba mengaplikasikannya. For what it’s worth sebagai eyeliner cukup tahan hingga 4-5 jam sebelum memudar.
  • Cloudy – warna charcoal abu-abu dengan finish satin. Warna ini memiliki pigmentasi yang paling baik dan bisa di layer untuk mendapatkan warna yang opaque dengan ketahanan 4-5 jam. Gw mencoba menggunakan untuk tightline dan ternyata transfer ke waterline bawah mata.

Sedangkan untuk klaim waterproof, setelah swatch gw basahi dengan air kemudian digosok-gosokkan. Ada sedikit sekali smudge tetapi tentu saja jika tidak digosokkan dengan keras, apabila terlalu keras maka Petal yang paling mudah crumble hingga hilang.

Mist (dikelopak mata), Cloudy (crease dan outer V), dan Petal (waterline mata bawah dan sudut mata untuk highlight)

Verdict: gw baru mengerti mengapa harganya turun dari IDR 120k menjadi IDR 40k. Kualitasnya cukup mengecewakan dengan jumlah produk yang didapat sangat sedikit, yaitu 1.5gr. Gw terkesan dengan packaging dan konsep produk tetapi sayang tidak dibarengi dengan kualitas yang baik. Eyeshadow krim biasanya gampang diaplikasikan dan setelah set tidak akan transfercrease dan warnanya akan terlihat baik walaupun dipakai dalam jangka waktu lama. Sedangkan produk ini memiliki kualitas sebaliknya, tidak pigmented dan dalam jangka waktu singkat warna tidak lagi terihat dan muddy. Saran gw untuk brand ini, buat warna-warna netral yang lebih mudah digunakan misalnya bronze, taupe, cokelat, tembaga sehinga 1 produk saja cukup untuk digunakan on the go. Tekturnya harus creamy tetapi tidak mudah bergeser dan tahan lama dengan pigmentasi yang baik.

Seperti biasa, gw mengajak kalian untuk mencoba merk lokal yang sudah di review. Kalian berkesempatan untuk mendapatkan Beauty Story Romantic Eye Pencil warna cloudy, mist, dan petal di #lokalproduk giveaway. Btw, mohon bantuannya untuk ide giveaway berikutnya. Syaratnya mudah, hanya tinggal subscribe dengan memasukkan e-mail dipojok kanan atas, mengisi form undian dibawah, dan jangan lupa reconfirm subscription kamu dengan mengklik link yang akan dikirim ke alamat e-mail yang didaftarkan. Good luck, XOXO

Click here to view this promotion.

Congratulation! The winner is Liu Lucyana, I’ve contacted her to send away the prizes.