COSRX Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask

A breakout galore after only 1 overnight use

Hi Everyone,

COSRX is my go to affordable Korean skin care brand karena selain diformulasikan dengan bahan yang baik, I’ve had great result so far. Selain acid toner dan treatment akhirnya gw merambah ke produk lainnya seperti cleanserexfoliating pads, pelembab dan masker. COSRX Ultimate Moisturizing Honey Overnight Mask menarik perhatian gw karena memiliki multi fungsi, sebagai masker, overnight mask, dan bahkan pelembab. Sayang banget ternyata it broke me out like crazy after an overnight useLet’s discuss my experience and be sure to share yours in the comment section.

Claim Ingredients:

Diperkaya dengan ekstrak propolis dengan kandungan lebih dari 87% dan beeswax alami, masker ini memberikan hidrasi intensif dan kelembaban yang menyegarkan dengan multi fungsi sebagai overnight mask, krim atau pelembab, dan wash off mask.

Bahan-bahan: Propolis Extract 87.26%, Butylene Glycol, Glycerin, Betaine, 1,2-Hexanediol, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Arginine, Cassia Obtusifolia Seed Extract, Dimethicone, Ethylhexylglycerin, Carbomer, Sodium Hyaluronate, Beeswax, Allantoin, Panthenol, Sodium Polyacrylate, Adenosine

What exactly is Propolis 

Gw mencari tahu apa sih sebenarnya propolis karena I’ve heard so many good things about it from boosting immune level to acne treatment. Propolis adalah lem lebah atau penisilin lebah, bahan resin yang dikumpulkan oleh lebah madu yang berasal dari bunga dan tunas daun dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Lebah madu mengunyah resin tersebut dan menyampurkan dengan lilin lebah dan enzim untuk membuat lem untuk membuat sarang yang berfungsi sebagai penyegel, membasmi kuman, dan menahan air. Propolis dikatakan memiliki beberapa manfaat diantaranya

  • Antibakteri, anti-viral, antifungal, bisa dikatakan sebagai kemampuan memerangi berbagai jenis bakteri. Beberapa penelitian menyimpulkan hal ini dikarenakan kaya akan kandungan flavanoids.
  • Menghaluskan dan melembutkan, propolis memiliki kandungan untuk membantu regenerasi kulit untuk membantu tekstur kulit menjadi lebih halus dan kenyal.
  • Melembabkan tanpa tekstur yang terlalu creamy dan berat.
  • Melawan radikal bebas, karena memiliki kandungan antioksidan yang membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh polusi dan paparan sinar matahari.
  • Mengontrol produksi minyak berlebih.

Bahan-bahan lainnya memiliki fungsi yang umum butylene glycol adalah fatty alcohol yang digunakan sebagai solvent (membantu berbagai bahan bercampur satu sama lainnya), viscosity-decreasing agent (membantu tekstur produk menjadi tidak terlalu kental), dan humektan (kemampuan untuk menarik air dari dermis, lapisan tengah kulit ke epidermis, lapisan kulit paling atas dan apabila lingkungan sekitar kita memiliki kelembaban diatas 70% maka humektan bisa menarik kelembaban dari udara. Selain itu humektan juga bisa meningkatkan jumlah air yang ditahan oleh lapisan kulit tanduk).

Produk ini juga mengandung banyak skin soothing, skin conditioning, emollient, dan humektan seperti glycerin, arganine, cassia obtusifolia seed extractdimethiconesodium hyaluronate, beeswax, allantoin, panthenol dan adenosine

Carbomer berfungsi sebagai viscosity agent (mengatur tekstur suatu produk). Sodium polyacrylate sebagai film-forming agent (membantu tekstur produk menjadi “lentur” dan mudah diratakan dipermukaan kulit, biasanya bahan ini memiliki kandungan yang mengikat air sehingga rasanya lembut dikulit). Betaine selain memiliki keuntungan sebagai humektan juga digunakan sebagai antistatik. 1-2 Hexanediol sebagai solvent. Pengawet yang digunakan adalah ethylhexylglycerin.

PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, adalah turunan polyether sintetik yang diperoleh dari hidrogenasi minyak jarak dengan pelbagai berat molekul. Angka 60 menunjukkan molekul yang cukup berat sehingga tidak bisa berpenetrasi jauh kedalam lapisan kulit. Gw curiga ini adalah penyebab produk ini menyebabkan breakout. Diberbagai forum seperti reddit ada beberapa orang yang menyatakan hal yang sama. Walaupun gw tidak tahu pasti, karena beberapa produk yang gw gunakan seperti COSRX One Step Pimple Clear Pad juga mengandung bahan ini tetapi gw tidak breakout. Bahan ini adalah surfaktan yang bertujuan untuk meningkatkan kestabilan emulsi (bercampurnya 2 zat cair yang tidak dapat saling larut, contohnya air dan minyak).

Packaging: sederhana tetapi fungsional, tube plastik dengan tutup flip yang aman untuk dibawah traveling. Produk yang didapat sebanyak 60ml.

Texture Scent: gel berwarna bening kekuningan dengan konsistensi ringan dan memiliki aroma manis yang cukup kuat tetapi akan hilang begitu produk diratakan.

 

How I use it: AM/PM – sebagai wash off mask.

PerformanceI will break it down based on the function and my experience.

Sebagai face maskI love it! konsistensi untuk masker tergolong ringan dan a little goes a long way artinya gw tidak perlu menggunakan produk terlalu banyak. Produk tidak lengket dan tidak ada rasa perih pada saat digunakan melainkan cooling tetapi tidak seperti memakai balsam. Apabila gw tidak memijat maka produk akan membentuk lapisan film tipis. Gw diamkan selama 20 menit dan hasilnya cukup memuaskan, kulit gw terasa lebih lembab dan kenyal. Apalagi sehabis menggunakan clay mask atau exfoliating mask yang sifatnya sedikit mengeringkan, masker ini benar-benar membantu mengembalikan kelembaban ke kulit. A cavaet, jangan ditaruh didalam kulkas. Gw iseng menaruh dikulkas dengan harapan kulit terasa segar, oh boy I was wrong. Pada saat gw usapkan produk ke muka, rasanya perih dan tidak nyaman.

Sebagai overnight maskit’s a nay! Gw mencoba mengaplikasikan sehabis toner tanpa menggabungkan dengan skin care lainnya. Pertama, cukup tidak nyaman karena perlu waktu terlalu lama untuk menyerap. Pada waktu pertama kali menggunakan, gw sampai harus menunggu selama 30 menit, ternyata you need to massage it into the skin apabila tidak maka produk hanya akan membentuk lapisan film dan menempel kemana-mana. Pada saat bangun, bukannya kulit lebih kenyal dan lembab yang terjadi malah breakout yang cukup parah. I tried it 3x dan bahkan mencoba untuk mengkombinasikan dengan skin care lain tetapi hasilnya tetap sama.

Sebagai pelembab, karena pengalaman yang tidak menyenangkan sebagai overnight mask gw menyimpulkan bahwa masker ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama dikulit karena resiko menimbulkan breakout. Gw hanya akan membiarkan selama 20 menit itupun apabila kulit terasa dehidrasi dan kering. Gw harus memijat cukup lama sekitar 1-2 menit agar produk terserap dengan baik oleh kulit. Terasa sedikit lengket kemudian setelah kira-kira 30 detik kulit akan terasa halus. Setelah beberapa jam, kulit gw biasanya terlihat terlalu berminyak, saat itulah gw anggap sudah waktunya untuk membasuh produk dari wajah. Hasilnya kulit gw terasa lembab dan halus tanpa breakout. Gw tidak menyarankan menggunakan sebagai pelembab sehari-hari karena I don’t think this product plays well with others seperti sunscreen dan makeup karena sulitnya membuat produk menyerap dikulit dan terasa sedikit lengket.

Verdict: Gw suka sebagai face mask kulit terasa lembab, kenyal dengan efek menenangkan. Tetapi tidak sebagai overnight mask dan pelembab . Walaupun bahan-bahannya baik tetapi untuk kulit acne prone sepertinya masker ini terlalu emolienttoo much for the skin. Masker ini lebih cocok sebagai overnight mask bagi pemilik kulit normal cenderung kering. Sebagai pelembab, I say nay too. Apabila gw menggunakan terlalu lama kulit gw akan breakout. Harganya antara IDR 165k-185k diberbagai online shop.

Do I recommend this product? Iya hanya sebagai masker, hasilnya jauh lebih baik daripada masker lain yang lebih mahal dengan klaim yang sama. Tetapi hati-hati menggunakannya. Breakout seharusnya tidak terjadi karena tidak mengandung bahan aktif yang sifatnya mempercepat pergantian kulit. Jadi apabila terjadi breakout hentikan pemakaian. XOXO