Solo Travel to Gili Air from Local Perspective

A small paradise just 7 minutes away from Lombok

Jan 8, 2018 | blog rahayu savitri | 1 comment

Hi Everyone,

I bet most of you have heard or at least read about the famous Gili Islands of Lombok, Trawangan, Air, and Meno. I wanted to visit it last year but finally opted for Bara Beach because the hefty price tag during high season in August. Tahun ini gw memutuskan pergi sekedar santai selama 1 minggu. Trawangan gains its popularity just a couple years ago due to its hip party scene and laid back atmosphere. It’s great in normal circumstances but I was avoiding too crowded place and prefer Gili Air. A good choice! Pulau ini tidak terlalu ramai but has sort of good amount of tropical-esque cafés by the beach that serves cocktail with huge, delicious meal to go with it.

How to get to Gili Islands from the airport

Untuk mencapai kepuluan Gili, gw harus ke pelabuhan Teluk Bangsal yang memiliki layanan transportasi umum. Jarak dari airport ke pelabuhan antara 1.5-2 jam. You can find numerous ways dan lebih murah misalnya naik Damri sampai angkot tetapi disini gw ga mau ribet dan gw suka segalanya udah siap dari Jakarta, less surprises dan engga stressful. I sound like a spoiled bitch but that’s just me jadi gw udah hubungi supir untuk disewa. Here’s the detail and some options to get to the Gili Islands:

  • Car rental, ini lebih nyaman dan menguntungkan kalau traveling bersama 3-4 orang teman. You can share the cost. Pada waktu gw pergi, it was high season so IDR 300/car/oneway to Teluk Bangsal cukup masuk akal. Kalau kamu butuh jasa ini coba hubungi Pak Wahyu, +6297739588827. Gw dijemput tepat waktu dan bisa tanya-tanya juga mengenai boat dan penyebrangan.
  • Kalau kamu bepergian pake ransel, it’s okay to travel dengan public boat dengan harga tiket IDR 35k/oneway/person. Sayangnya gw bawa koper dan cukup sulit untuk menaikkan koper keatas kapal karena tidak berlabuh di dermaga melainkan pantai. Lagipula speed boat tidak terlalu mahal, IDR 85k/oneway/person dan Gili Air dapat dicapai hanya dalam waktu 7 menit.

Where to stay

Gw melihat ada beberapa beach front hotel yang biasanya tergabung dengan dive center but Gili Air is a small island, jadi tidak masalah bagi gw menginap di hotel yang terletak sekitar 5-7 menit walking distance. Gw memilih Scallywags Smugglers Resort, I love this hotel! tentu saja ada pros and cons but the pros surpassed the cons.

The pros 🙂

  • Super friendly and helpful staff yang membuat gw sebagai solo traveler merasa aman. Ramah tetapi tidak intrusive sehingga gw merasa nyaman.
  • Layaknya butik hotel, ciri yang menonjol adalah semuanya terasa personal, everything comes in small sizes seperti pool area (agaknya lebih cocok disebut plunge pool), dengan kamar mandi yang sederhana tetapi fungsional. Make no mistake, kamarnya cukup besar dilengkapi dengan teras.
  • Amenities cukup lengkap, dari mulai safety deposit box, clean bathrobe, hanger, dan (OMG) drawers alias laci-laci yang cukup fungsional dan besar untuk menyimpang pakaian. Full blown mini bar yang tidak begitu mahal, kalau mau hemat barang-barang yang ada di minibar bisa dengan mudah ditemukan diswalayan sekitar pulau.
  • Comfortable bed and pillow. Ya, ini penting.
  • Bersih, kecuali bercak-bercak kuning yang gw temukan dibawah cermin besar yang agaknya memang tidak bisa dibersihkan. It’s not bothering me tho tetapi mungkin bagi mereka yang squeaky clean. Area umum seperti pool dan kamar mandi sangat terawat. 
  • Breakfast spread is good for a boutique hotel yang tentu saja tidak sebanyak hotel bintang 5, pilihannya bacon, sosis, sayur-sayuran, makanan indonesia, telur, pancake, dan jajanan khas indonesia.

The cons 🙁

  • Access to the hotel, terletak di gang kecil yang sayang jalanannya rusak. Sehingga it’ll ruin your suitcase. Jalanan juga agak gelap so it can be a bit scary apabila kamu traveling sendirian.
  • Breakfast disajikan di beach club/restaurant yang terletak 10 menit walking distance. However, di beach club kamu bisa sun bathing and the view is quite amazing.
  • Suara AC-nya agak keras jadi apabila kamu orang yang mudah terganggu bisa jadi tidak bisa tidur.

What to do and some tips for solo traveller

Gw bukan tipe yang bisa cepat cari teman dan ngobrol dengan orang asing. I just want to relax dan ini berarti I’m too lazy engage in conversation atau melakukan kegiatan yang memerlukan gw mengikuti suatu jadwal tertentu. Gw hanya ingin bangun siang, spa, explore the island, and enjoy a bit of sun. Jadi sebaiknya sesuaikan kegiatan dengan tujuan utama kamu traveling. I just want to stop for a while from a very fast pace life in Jakarta and enjoy the laid back and Gili Air’s beautiful nature. I did exactly that, exploring the island by bike, memang bisa berjalan kaki kemana saja tetapi menyewa sepeda jauh lebih menyenangkan dan bisa menyelusuri pesisir pantai lebih jauh. I love to feel the wind in my face dan menemukan pantai yang sedikit lebih sepi. Sepeda bisa disewa seharga IDR 50k.

Makan…makan….makan dan cocktail. Makanan yang ditawarkan kebanyakan menu internasional dengan harga mahal. Main course biasanya berkisar antara IDR 45-90k bahkan lebih. It’s also a good time to drink cocktail karena penawaran buy 1 get 1 free is always up for grab. Ada beberapa local business yang menjual makanan Indonesia apabila gw kangen masakan “rumah”. Sayang gw tidak menemukan ayam pedas khas lombok dan plecing kangkung. You can sip your favorite coffee sambil ditemani angin pantai atau menikmati gelato yang sepertinya menjadi ciri khas kepulauan Gili. Explore more, you might find a gem seperti Shark Bites yang menyajikan one of the best pork ribs, mac ‘n cheese, dan awesome cocktail. Btw, beberapa restaurant juga menyajikan live music. Saran gw, go explore with your bike before sunset. Biasanya band yang akan tampil sudah mulai rehearse, kamu bisa tahu which one yang sesuai selera kamu. Don’t worry, Gili has everthing for everyone dari mulai nostalgic (read: old) music sampai yang lebih hip.

Spa-ing, if you want to splurge than go ahead. Gw melihat beberapa high-end spa yang harganya mahal. Sayangnya low-mid end spa juga memiliki banderol harga standard salon di mal-mal besar. Manicure, pedicure rata-rata dikenakan IDR 100-120k dan massage IDR 250k. Most of the massage is not that good, I’m sorry to say. I did try Wagwan Spa yang terletak di Gili Trawangan. Harga paket dibanderol seharga IDR 580k dengan service yang menurut gw lebih banyak fokus ke experience instead of the treatment itself. Harga termasuk return boat to Gili Trawangan, 2 treatment (deep tissue massage 60 menit dan pedicure), kemudian 3 course lunch. That’s quite steep dan definitely tidak bisa mengalahkan my favorite Saarah Day Spa di Yogyakarta. But I still enjoy the experience.

Salah satu kegiatan yang gw temui dan cukup menikmati adalah Yoga. Have you guys heard about aqua yoga? Yoga dilakukan didalam kolam renang, lumayan menantang karena sulitnya membuat badan tetap stabil tetapi sangat menyenangkan karena badan terasa lebih ringan. H2O Yoga and Meditation, juga menawarkan berbagai Yoga lainnya seperti Hatha, Vinyasa, dan meditasi. Biayanya IDR 120k per datang dan ada juga paket IDR 300k untuk 3 sesi. Btw yang paling menarik adalah mereka juga menyediakan layanan hot bubble bath diruang terbuka. That’s interesting tetapi gw tidak sempat mencoba.

Last but not least

Walaupun secara umum pulau ini cukup aman dan terkadang hal ini membuat kita menjadi lengah. Please be careful, jangan lupa mengunci semua pintu yang ada disekitar kamar hotel. I locked all 3 of my doors sehigga tidak mudah bagi mereka yang ingin berbuat tidak baik, hati-hati dengan barang bawaan. Yeap memang tidak seperti Jakarta, gw bahkan berani meninggalkan tas dimeja saat berenang. Saat pergi mengambil makanan atau ke kamar mandi gw tetap menitipkan barang tersebut kesalahsatu pelayan untuk diawasi. Apabila kamu berkenalan dengan orang lain, sebaiknya tetap berjaga-jaga, watch your drink jangan sampai dimasukkan sesuatu yang membuat kamu tidak sadarkan diri.

Support local business, misalnya rumah makan yang menyajikan makanan Indonesia. Bagi-bagi rejeki ke masyarakat sekitar misalnya bike rental, tarifnya standar jadi kenapa menyewa di hotel apabila kamu bisa menyewa di pinggir jalan. Don’t forget to tip! Waiter, room service, massage lady, these people work hard dan mereka biasanya sangat ramah dan helpful. So please reward them for their excellent service.

There’s you go, my ultimate lazy AF vacation. Lemme know bagaimana liburan kalian dan what’s your favorite destination atau berbagi bucket list destination yang sudah lama kalian impikan. XOXO